Raftel of Medicine
Clinical Decision Support
Memuat algoritma, kalkulator, dan modul IGD...
Kembali
Raftel of Medicine
Emergency & clinical decision support
📡 Mode Offline
Memproses...
Perintah diterima
Raftel of Medicine

Raftel of Medicine

Emergency & clinical decision support untuk jaga cepat, rapi, dan aman.
⚕️ Offline-ready · Mobile-first
Raftel Pro: cek status...
© dr. Ricky Nelson D. Cosme Ratu
8modul utama
SOAPcopy laporan
IGDmode terbatas
v2.1.3 — ATLS 11 xABCDE + tampilan lebih nyaman
Fokus update: trauma high-risk, damage-control mindset, komunikasi tim, dan micro-animation ringan agar aplikasi terasa hidup tanpa mengganggu saat jaga.
xABCDETeam briefDamage controlOffline-ready

🧭 Mulai dari sini

Jangan biarkan user tenggelam dalam banyak fitur. Gunakan 4 pintu utama ini agar aplikasi lebih cepat dipakai saat jaga.
🚑
Kasus Gawat
Syok, sesak, penurunan kesadaran, trauma, rujukan
IGD first
🧮
Kalkulator & Pump
Dosis, cairan, pump, TPM, skor, oksigen, EKG
Hitung cepat
📋
Protokol Klinis
Pediatri, obgyn, emergency, neuro, kardio, toksikologi
Protocol
🛡️
Safety & Evidence
Reference, changelog, high-risk check, audit, akun
Trust
Fitur Saya
Pin fitur favorit dan lihat menu terakhir dipakai
Personal
🎯
Panduan 60 Detik
Cara pakai Raftel tanpa tersesat di banyak fitur
Start here

🚑 IGD Quick Mode

Mulai dari masalah pasien, bukan diagnosis. Dipakai untuk 5–10 menit pertama saat kasus belum jelas.
Syok / Hipotensidingin/hangat · cairan vs vasopressor
Sesak Akutwheezing · ronki · paru bersih
Penurunan KesadaranGDS cito · GCS · pupil
Nyeri DadaACS/OMI + lethal causes
Red Flag Firstjangan sibuk hitung saat resusitasi
APP 1
👶
Tatalaksana Anak
9 fitur
APP 2
🤰
Tatalaksana Obgyn
UK · TBBJ · emergency
APP 3
🚨
Kegawatdaruratan
ABCDE · ACLS · aritmia · toksikologi
APP 4
💉
Syringe Pump
pump + fallback tetesan
APP 5
📊
Skoring Medis
8 skor klinis
APP 6
📋
Protokol & Analitik
order set + interpreter
APP 7
🧠
Neurologi Dewasa
Stroke · ICH · SAH · NIHSS
APP 8
❤️
Kardiologi & EKG
ACS, aritmia, visual EKG

⚡ Akses cepat paling sering dipakai

🩸
Syok Tidak Jelas
cairan vs vasopressor
🫁
Sesak Akut
paru + aritmia + red flags
🧠
Pola Pikir IGD
diagnosis banding + langkah awal
🫁
Asma/Status Asmatikus
dewasa · anak · obat terbatas
🧠
Penurunan Kesadaran
GDS cito · GCS · pupil
🧪
AGD Clinical Reasoning
etiologi + tindakan awal
💧
TPM Obat Pump
dose-based · mikro/makro
🦟
Dengue Anak
DF/DHF/DSS + cairan
🩸
PPH / Retensio
4T · TXA · uterotonik
❤️
Aritmia Faskes Terbatas
ada/tidak defib & obat
⚠️ WAJIB: Pasien dengan penurunan kesadaran — GDS CITO!
Clinical safety: aplikasi ini alat bantu hitung, struktur berpikir, dan pelaporan. Keputusan tetap berdasarkan kondisi pasien real-time, guideline lokal, ketersediaan fasilitas, DPJP/konsulen, dan dokumentasi klinis.
💬
Beri Feedback / Koreksi Klinis
Laporkan bug, koreksi dosis, atau ide fitur dari lapangan

🚑 IGD Hub — mulai dari masalah pasien

Gunakan hub ini saat pasien baru datang dan diagnosis belum pasti. Fokusnya adalah 5–10 menit pertama: stabilisasi, red flags, dan keputusan rujuk.
🚑
IGD Quick Mode
ringkasan alur syok · sesak · GDS · red flags
🩸
Epistaksis
anterior · posterior · packing · hipertensi
🩸
Syok / Hipotensi Tidak Jelas
hipovolemik · sepsis · kardiogenik · obstetri
🫁
Sesak Akut IGD
paru · kardiak · aritmia · PE · asidosis
🧠
Penurunan Kesadaran 5 Menit
ABCDE · GDS cito · GCS · pupil · stroke/sepsis/trauma
💔
Nyeri Dada / ACS / OMI
STEMI · OMI · jangan tunggu troponin bila EKG jelas
Kejang Dewasa
airway · posisi lateral · benzodiazepine · penyebab
👶
Anak Gawat
danger signs pediatrik · hipoglikemia · syok · sesak
🔥
Trauma / Luka Bakar
ATLS/Parkland sesuai modul yang tersedia
🤰
Maternal Emergency / PPH
retensio plasenta · 4T · syok · rujuk
🚑
Rujukan Cepat SBAR
stabilisasi · transport · dokumen · komunikasi

🧮 Kalkulator Hub — hitung cepat, cek ulang klinis

Gunakan hub ini setelah masalah airway-breathing-circulation aman. Semua hitungan tetap perlu verifikasi BB, satuan, konsentrasi, dan kondisi pasien.
💊
Dosis Obat Anak
mg/kg · dosis maksimal dewasa · kategori obat
💧
Terapi Cairan Anak
maintenance · rehidrasi · monitoring
💉
Syringe Pump
vasoaktif · antihipertensi · aritmia · sedasi
💧
TPM / Tetesan Konvensional
fallback obat pump berbasis dosis
🫁
Oksigen Transport
durasi tabung · cadangan aman
📊
Skoring Klinis
Shock Index · MAP · EWS · GCS · SOFA
🧪
AGD Clinical Interpreter
kompensasi · etiologi · tindakan awal
❤️
EKG Calculator
QTc · HR · axis

📋 Protocol Hub — pilih bidang klinis

Gunakan hub ini bila diagnosis kerja sudah mulai jelas. Ini mengelompokkan fitur besar agar user tidak perlu menghafal lokasi modul.
👶
Pediatri
Dengue · obat anak · kejang · resusitasi · HT anak
🤰
Obgyn & Maternal Emergency
UK/TTP/TBBJ · eklampsia · PPH · obat hamil
🚨
Emergency Umum
hipoglikemia · HT emergency · ALE · GI bleed · luka bakar
🧠
Neurologi Dewasa
stroke akut · ICH · SAH · NIHSS · kejang
❤️
Kardiologi & EKG
ACS/OMI · WCT · AF · bradikardia · EKG visual
🧪
Analitik & Order Set
AGD · elektrolit · order set · audit klinis
☠️
Toksikologi / Intoksikasi
toksidrom · alkohol · makanan · antidot
🏠
Discharge / Safety Net Note
edukasi risiko, dokumentasi, dan rencana pulang/rujuk

🛡️ Safety & Evidence Hub

Bagian ini membangun trust dan mencegah salah pakai. Gunakan untuk cek sumber, perubahan klinis, obat berisiko, dan dokumentasi.
Clinical Safety Release Page
guardrails, batas penggunaan, stop conditions
🧪
High-Risk Module Audit
status review modul risiko tinggi sebelum release
🚀
Release Readiness Checklist
QA final: UI, PWA, device, payment, clinical
📚
Reference & Evidence Hub
sumber guideline dan patokan kalkulasi
🏛️
Clinical Governance
aturan review, evidence level, dan kontrol mutu konten
🧴
Library Pengenceran Obat
norepi · amio · lidocaine · insulin · heparin · MgSO₄
🔎
Mode Ringkas / Detail
pilih tampilan cepat saat IGD atau penjelasan lengkap
Fitur Saya
pin favorit dan recent used
🎯
Onboarding 60 Detik
cara cepat menggunakan Raftel untuk user baru
🛡️
High-Risk Drug Double Check
norepi · insulin · heparin · KCl · MgSO₄ · TXA
⏱️
Reassessment Timer
ingatkan cek ulang setelah tindakan
🔁
Handover Mode
operan jaga terstruktur
📝
Medicolegal Documentation
tolak rujuk · fasilitas terbatas · edukasi risiko
💬
Feedback / Koreksi Klinis
laporkan bug, dosis, wording, dan ide fitur
👤
Akun & Subscription
status Pro · aktivasi · pricing

✅ Clinical Safety — Release v1.0

Raftel of Medicine adalah clinical decision-support tool untuk membantu struktur berpikir, kalkulasi, dokumentasi, dan edukasi klinis. Aplikasi ini tidak menggantikan penilaian dokter, protokol rumah sakit, ketersediaan obat/alat, atau advis DPJP/konsulen.

Release v1.0.0High-risk modules auditedPWA update ready

Clinical Use Boundaries

Stop condition: jangan memakai output Raftel sebagai satu-satunya dasar tindakan pada pasien tidak stabil, anak kecil, kehamilan, gagal ginjal/hati, syok, hipoksemia, aritmia malignant, obat high-risk, atau kasus yang membutuhkan tindakan segera. Prioritaskan ABCDE, resusitasi, komunikasi DPJP/konsulen, dan dokumentasi.

Safety Guardrails

🧠
Clinical judgment first
Output aplikasi harus cocok dengan kondisi pasien real-time. Jika output terasa tidak masuk akal, jangan dipakai.
⚖️
Verifikasi BB dan satuan
Obat anak, insulin, vasopressor, KCl, heparin, MgSO₄, antikonvulsan, dan cairan wajib double-check.
🏥
Ikuti protokol lokal
Formularium, pengenceran, drip set, obat tersedia, dan alur rujukan tiap RS bisa berbeda.
🔁
Reassessment wajib
Setelah tindakan high-risk, dokumentasikan respons: TTV, perfusi, GDS, EKG, urine output, nyeri, atau gejala neurologis.

Emergency Safety Rules

1
ABCDE lebih penting dari kalkulator
Pada pasien unstable, jangan habiskan waktu mencari menu. Resusitasi dulu, hitung setelah tindakan life-saving berjalan.
2
High-risk drug harus second check
Minimal verifikasi indikasi, BB, dosis, satuan, pengenceran, jalur IV, monitoring, dan dokumentasi.
3
Sumber berbeda = pilih konservatif
Jika guideline berbeda, gunakan opsi yang paling aman untuk konteks pasien/fasilitas dan konsultasikan.

Release Source Backbone

DiabetesADA Standards of Care 2026; Hyperglycemic Crises Consensus 2024
Status epileptikus anakTexas Children’s evidence-based SE guideline; pediatric SE practice updates
Burn InjuryLund-Browder pediatric chart 2025; pediatric burn fluid guidance 2025
Sepsis/syokSurviving Sepsis Campaign 2021 + reassessment perfusi
Emergency Core v2.2.4GELS 2026, PHTLS Indonesia Edisi 10, ATLS 11 2025, dan ECG/BLS-ACLS 2025 sebagai backbone; konten disusun ulang menjadi checklist klinis dan algoritme praktis.
Sumber lengkap dipindahkan ke Reference Hub dan Changelog Klinis. Konten lokal tetap harus disesuaikan dengan formularium dan SOP RS.

🧪 Clinical Safety Audit — High-Risk Modules

Status audit ini dibuat untuk release build. Artinya modul sudah diberi guardrails, sumber, warning, dan prioritas verifikasi; bukan berarti output boleh dipakai tanpa penilaian klinis.

Last review: 18 Mei 2026Release status: Ready for controlled release
10modul high-risk diaudit
4modul klinis utama diperbarui v8–v1
2device limit aktif
7 harioffline validation window

Audit Matrix

🍬 Hipoglikemia & Hiperglikemia/DKA-HHSReviewed
Algoritma sadar/tidak aman oral, cek ulang GDS, DKA/HHS screening, cairan, K, insulin, dextrose, ICU/rujuk. Wajib verifikasi K, status cairan, fungsi ginjal, dan pencetus.
⚡ Kejang Anak / Status EpileptikusReviewed
Valproate IV 40 mg/kg maks 3000 mg ditambahkan dengan warning hepatic/metabolic/platelet. Tetap ikuti ABC, benzodiazepine first-line, dan eskalasi airway.
🔥 Burn Injury / TBSA / ParklandReviewed
TBSA pediatrik age-specific dengan Lund-Browder; mode cepat 0/25/50/75/100 per region untuk performa stabil. First-degree tidak dihitung. Cairan dihitung dari waktu luka.
💊 Obat AnakWatch
Dosis berbasis BB; wajib cek usia, BB, dosis maksimum dewasa, renal/hepatic impairment, alergi, dan sediaan RS.
💉 Syringe Pump & TPM ObatWatch
Risiko terbesar: salah satuan, salah konsentrasi, salah drip set. Gunakan High-Risk Drug Check sebelum obat vasoaktif/insulin/heparin/KCl.
🧪 AGD / ElektrolitReviewed
Interpreter membantu pola acid-base dan oksigenasi; bukan diagnosis final. Konfirmasi dengan klinis, ventilasi, laktat, albumin, dan penyebab primer.
🩸 PPH / MgSO₄ / TXAWatch
Fokus 4T, uterotonik, TXA dini, resusitasi, rujuk. MgSO₄ wajib monitor RR, refleks patella, urine output, dan antidot calcium gluconate.
❤️ Aritmia / ACLS / Electrical StormWatch
Unstable rhythm = shock pathway. Jangan menunda cardioversion/defibrillation untuk input aplikasi. Modul dipakai untuk struktur setelah resusitasi dimulai.
🩸 Sepsis / SyokReviewed
Perfusion-first: MAP, CRT, mental status, urine output, laktat bila ada. Cairan/vasopressor dipandu konteks, bukan angka tunggal.
🚑 Rujukan / Medicolegal / HandoverRelease-ready
SBAR, dokumentasi risiko, dan handover membantu continuity of care. Tetap gunakan format rekam medis/SOP RS.

Known Limitations

Raftel belum menggantikan order set RS, e-prescribing, lab integration, atau validasi farmasi. TBSA burn memakai pilihan cepat 0/25/50/75/100 per region agar ringan, stabil, dan tetap praktis di device IGD.

🚀 Release Readiness Checklist

Checklist final sebelum link dibagikan ke user lebih luas. Jangan skip; produk medis gagal bukan karena kurang fitur, tapi karena update, akses, dan safety tidak diuji.

Target: Release v1.0.0Controlled release

Checklist Final

Release Decision

Rekomendasi: aplikasi siap untuk controlled release setelah checklist di atas dicentang. Tetap batasi promosi awal, monitor bug 7–14 hari, dan prioritaskan koreksi clinical safety dibanding fitur baru.
💧
Terapi Cairan
Neonatus·Rehidrasi·Maintenance
⚖️
BB Ideal & Obesitas
WHO·CDC
🦟
Dengue Anak
DF · DHF · DSS · cairan bertahap
🚨
Anak Gawat
Danger signs · 5 menit pertama
💊
Obat Anak
Dosis by BB
Kejang Anak
Diazepam·Fenitoin·Fenobarbital
🫀
Resusitasi Anak
PALS·ETT
🚨
PALS Cardiac Arrest
Shockable · non-shockable · ROSC
🍼
Resusitasi Neonatus
NRP 2020
🩺
HT Anak
AAP 2017·Persentil
💙
Tetralogy of Fallot
Tet Spell
🌡️
Kejang Demam
Sederhana vs Kompleks
🤰
Kehamilan & TTP
HPHT·UK·Naegele
⚕️
Eklampsia & MgSO4
KI·POGI 2023
🆘
Gawat Janin
Resusitasi intrauterin
🩸
Perdarahan Postpartum
PPH · Retensio plasenta · syok
🤰
Obat Aman Ibu Hamil
demam · batuk/pilek · mual · GI
🚑
GELS Emergency Core
initial assessment · xABCDE · reassessment
🛣️
PHTLS Prahospital Trauma
scene safety · load-and-go · MIST
🛏️
Lifting & Moving Trauma
spine motion · transfer safety · transport
ECG–ACLS Rhythm Gate
nadi · stabilitas · ritme · tindakan awal
🫀
Algoritma ACLS Dewasa
Cardiac arrest · ROSC · epinefrin safety
👶
Algoritma PALS Anak
Cardiac arrest anak · dosis BB · epinefrin safety
👃
Epistaksis
algoritma anterior/posterior · tampon · TXA topikal
🩸
Kebutuhan Darah
PRC·WB·PLT
🍬
Hipoglikemia
Neonatus·Anak·Dewasa
💉
Tatalaksana Hiperglikemia
DKA/HHS · insulin drip · monitor K
🫁
Asma & Status Asmatikus
Dewasa · anak · alternatif obat terbatas
🧬
Aritmia Malignant Tidak Biasa
Brugada · ILFVT · Bidirectional VT digoxin · QT/CPVT
❤️
Protokol Aritmia
AF·SVT·VT·Torsades
⚠️
Hiperkalemia
Bertingkat by K & EKG
☠️
Protokol Intoksikasi
Toksidrom·Antidot
🍺
Intoksikasi Alkohol
ABCDE · GDS · trauma · observasi
🍽️
Intoksikasi Makanan
Food poisoning · Jengkol · Singkong
🔴
HT Emergency
6 skenario klinis
🫁
Acute Lung Edema
ESC 2021
🏥
GI Bleeding
PPI bolus+drip
🔥
Luka Bakar & Parkland
Rule of Nines
Checklist Stabilisasi Rujuk
ABCDE · red flags sebelum berangkat
🫁
Oksigen Transport
Durasi tabung + cadangan aman
🚑
Template Rujukan SBAR
WA/telepon · terapi awal · dokumen
🚑
ATLS Trauma
Primary survey · ABCDE · rujuk trauma
💉
SP Vasoaktif
Dopamin·Dobutamin·Epi·Norep
🩺
SP Antihipertensi
Nikardipin·ISDN·NTG
❤️
SP Aritmia
Amiodarone·Lidokain
😴
SP Sedasi & Analgesia
Post-intubasi · Fentanyl · Propofol
🔬
SP Lainnya
Furosemid·Heparin·TXA
💧
Tetesan Konvensional
Obat pump manual · makrodrip · mikrodrip
📉
Shock Index + PP
SI·MAP·PP·Saran tindakan
📊
EWS NEWS2
Skor deteriorasi
🦠
SIRS Score
Sepsis screening (4 kriteria)
🏥
SOFA Score
Disfungsi organ (6 sistem)
🧠
Stroke Score
Siriraj+Gadjah Mada
👁️
GCS
Kompos Mentis→Koma
🫁
Skoring Intubasi
LEMON · Kriteria segera intubasi
🩻
Skoring TB Anak
IDAI 2016 (8 parameter)
📚
Reference & Evidence Hub
Sumber guideline per modul
🧾
Changelog Klinis
Riwayat update dan koreksi
🛡️
High-Risk Drug Check
Checklist obat berisiko tinggi
🐢
Panduan Bolus Pelan
cara main IV pelan · flush · monitoring
🧩
Struktural vs Metabolik
AMS · sesak · hipotensi · nyeri dada
🧠
Pola Berpikir Diagnosis IGD
AMS · sesak · nyeri dada · hipotensi + penanganan awal
⏱️
Reassessment Timer
Timer cek ulang tindakan IGD
🔁
Handover Mode
Operan jaga terstruktur
📝
Medicolegal Documentation
Tolak rujuk · faskes terbatas · informed risk
🧬
Vaksin Rabies & TT
PEP 4-dosis·RIG·TIG
🧪
AGD Interpreter
5 langkah
🧂
Koreksi Elektrolit
Na·K·Ca·Mg
🧭
Mode Fasilitas Terbatas
No lab cito · no AGD · no CT · no pump
📦
Order Set Diagnosis
Sepsis · ACS · stroke · trauma · DKA/HHS
📋
Copy Ringkasan SOAP
BB · dosis · interpretasi · rencana
☎️
Laporan DPJP/Konsulen
SOAP singkat · minta advis · emergency

🧠 Neurologi Dewasa — Quick Hub

Prioritas neurologi IGD: bedakan stroke iskemik, perdarahan, SAH, status epileptikus, infeksi SSP, dan herniasi. Jangan menunggu diagnosis sempurna bila airway, GDS, atau defisit fokal mengancam.
🧠
Stroke Akut Terpadu
AHA/ASA 2026 · IVT · EVT · BP target
📏
NIHSS Quick Calculator
skor stroke awal · komunikasi rujukan
🩸
ICH Dewasa
AHA/ASA 2022 · ICH score · reverse anticoag
SAH / Thunderclap Headache
AHA/ASA 2023 · CT/LP/CTA · nimodipine
🧠
Pemeriksaan Neuro
Kranial · motorik · pupil · herniasi
Kejang Dewasa
stabilisasi · GDS · obat lini awal
🚨
Status Epileptikus
timeline · benzodiazepine · lini 2
ECG–ACLS Rhythm Gate
treat patient not monitor · unstable rhythm first
📈
ECG Sistematis (STEP)
Pendekatan baca EKG 7 langkah
🧮
ECG Kalkulator
QTc · HR · Axis
🩸
STEMI Criteria
Klasik · Sgarbossa · Posterior · aVR
Wide Complex Tachycardia
VT vs SVT-aberancy (Brugada)
⚠️
Wellens & De Winter
LAD critical stenosis
🐢
Bradikardia · SSS · Tachy-Brady
Pendekatan + indikasi pacing
💓
AF Management
Rate vs rhythm + CHA₂DS₂-VASc + HAS-BLED
🏥
Aritmia Faskes Terbatas
SVT · AF RVR · WCT · bradi
🌩️
Electrical Storm
VT/VF cluster · propranolol · amiodarone · ablation
🧪
Troponin Interpreter
cTnI vs cTnT · hs-cTn · 0/1h algoritma
🖼️
Gambar Pembanding EKG
Normal · STEMI · Wellens · De Winter · VT · AF

🚑 GELS Emergency Core — 5 Menit Pertama

Modul ini mengubah konsep initial assessment menjadi checklist aksi. Fokusnya bukan diagnosis lengkap, tetapi menemukan ancaman nyawa, melakukan intervensi yang tidak boleh ditunda, lalu reassessment.

Treat first what kills firstxABCDESimultaneous resuscitationReassessment wajib

Input Cepat

Output

Isi tanda vital dan red flag untuk membuat prioritas xABCDE.

Backbone

• Primary survey menangani ancaman nyawa langsung; secondary survey hanya setelah kondisi relatif stabil.
• Bila pasien memburuk, kembali ke primary survey, bukan memaksakan pemeriksaan lanjutan.
• Modul ini adalah adaptasi orisinal dari prinsip GELS/ATLS; bukan salinan manual resmi.

🛣️ PHTLS Prahospital Trauma — Scene to Definitive Care

Modul ini memaksa keputusan yang sering terlambat: amankan penolong, lakukan intervensi yang benar-benar menyelamatkan nyawa, lalu transport ke fasilitas yang mampu memberi terapi definitif.

Scene safetyLoad and go triggerMIST handoffPrevent secondary injury

Input Prahospital

Output

Isi data pra-hospital untuk menentukan prioritas transport.

Kesalahan yang harus dibunuh

• Menunda transport karena ingin diagnosis lengkap di lapangan.
• Memindahkan pasien tanpa kontrol perdarahan aktif.
• Mengangkut TBI sambil membiarkan hipoksia/hipotensi.
• Membawa pasien ke fasilitas terdekat yang tidak mampu airway, darah, operasi, CT, atau ICU bila kebutuhan tersebut sudah jelas.

🛏️ Lifting & Moving Trauma — Transport Safety

Transfer pasien bukan sekadar mengangkat tubuh. Ini fase rawan: airway lepas, perdarahan terbuka lagi, line tertarik, hipotermia, dan cedera spine bertambah karena tim bergerak tanpa komando.

Brief leaderSpine motion restrictionReassess after move

Input Pemindahan

Output

Pilih kondisi pemindahan untuk membuat checklist transport aman.

Checklist keras sebelum berangkat

• TTV dan GCS sebelum pindah dicatat.
• Jalur IV/ETT/NGT/kateter/drain/pump sudah diamankan.
• O₂ cukup sampai tujuan + cadangan.
• Perdarahan dicek ulang setelah pasien di stretcher/ambulans.
• RS penerima sudah tahu kondisi, tindakan, ETA, dan kebutuhan definitif.

⚡ ECG–ACLS Rhythm Gate

Modul ini bukan pengganti interpretasi 12-lead lengkap. Tujuannya adalah mencegah kesalahan fatal: membaca monitor terlalu lama saat pasien tidak stabil, atau memberikan obat yang salah pada ritme berbahaya.

Pulse firstStable vs unstableQRS narrow/wideTreat patient, not monitor

Input Ritme

Output

Isi nadi, stabilitas, dan kategori ritme untuk tindakan awal.

ECG strip 7 langkah

1. Ratecepat/lambat/normal dan apakah sesuai konteks klinis.
2. RegularityR-R reguler, regularly irregular, atau irregularly irregular.
3. P waveada/tidak, sinus, retrograde, buried, AV dissociation.
4. PRnormal, pendek, panjang, berubah, atau tidak terkait QRS.
5. QRSsempit vs lebar; wide tachy di IGD dianggap VT sampai terbukti bukan.
6. ST-T/QTiskemia, hiperkalemia, TdP risk, obat/elektrolit.
7. Hemodinamikstabilitas pasien menentukan tindakan, bukan tampilan monitor saja.

👃 Epistaksis — Algoritma IGD Anterior & Posterior

Prinsip utama: TXA IV bukan terapi definitif. Epistaksis dikontrol dengan posisi, kompresi yang benar, vasokonstriktor/topikal, identifikasi sumber, kauter, packing, dan eskalasi THT bila posterior atau gagal.

Airway & syok duluKompresi lower thirdAnterior rhinoscopyPosterior = rawat/rujuk

🚨 Red Flag — jangan sibuk packing sebelum ABC aman

!
Aktifkan bantuan segeraPerdarahan deras, hipotensi/syok, penurunan kesadaran, aspirasi darah, hematemesis/melena, trauma wajah/basis cranii, atau airway tidak aman.
!
Siapkan resusitasiPosisi duduk bila memungkinkan, suction, O₂ sesuai SpO₂, monitor, 1–2 jalur IV, CBC/trombosit, PT/INR/aPTT bila risiko, golongan darah/crossmatch bila berat.
HT
Hipertensi bukan penentu jenis tamponKontrol perdarahan lokal tetap prioritas. Beri analgesia/anxiolysis ringan bila perlu. Tata laksana hipertensi emergensi hanya bila ada end-organ damage.
Rx
Antikoagulan/antiplateletJika tidak life-threatening, mulai first-line lokal dulu. Pertimbangkan resorbable packing dan diskusi reversal/stop obat hanya bila perdarahan berat/menetap atau indikasi kuat.

🎯 Algoritma Cepat 0–30 Menit

Flowchart tindakan epistaksis di IGD
Alur utama: kompresi dan tindakan lokal dulu. TXA hanya adjuvan; jangan menunda kauter/packing bila perdarahan masih aktif.
1
Posisi + suction + kompresiDudukkan pasien condong ke depan. Tekan bagian lunak/lower third hidung terus menerus 10–15 menit. Jangan buka tiap 1–2 menit untuk mengecek.
2
Vasokonstriktor topikal ± anestesiOxymetazoline/phenylephrine bila tersedia; tambah lidocaine topikal bila akan kauter/packing. TXA topikal dapat dipakai sebagai adjuvan dengan kasa/pledget.
3
Buang bekuan & cari sumberSuction/clot removal lalu anterior rhinoscopy. Jika sumber septum anterior terlihat, lakukan kauter terarah. Jika lapangan penuh darah, jangan memaksa kauter.
4
Pilih jalurSumber anterior terlihat → kauter. Sumber tidak terlihat/aktif → anterior packing. Darah ke orofaring, bilateral, atau gagal anterior packing → curiga posterior, panggil THT, posterior pack, observasi/rawat.

🖼️ Gambar Tindakan — kompresi dan lokasi sumber

1) Kompresi yang benar

Teknik kompresi epistaksis: tekan bagian lunak hidung, condong ke depan, tahan 10–15 menit
Pesan safety: tekan lower third/bagian lunak hidung. Menekan batang hidung tidak menutup pembuluh anterior dan membuat tindakan awal gagal.

2) Anterior vs posterior

Perbedaan lokasi epistaksis anterior dan posterior
Prinsip keputusan: anterior biasanya keluar dari depan dan respons terhadap kompresi/kauter/anterior pack. Posterior dicurigai bila darah ke orofaring, bilateral, atau gagal anterior packing.
Anterior: KiesselbachPosterior: SPA/WoodruffLokasi menentukan tampon

🩸 Epistaksis Anterior — langkah tindakan

Sumber terlihat

1
Anestesi lokal
Lidocaine topikal/pledget bila tersedia. Lapangan harus cukup kering.
2
Kauter silver nitrate
Kauter hanya titik perdarahan/suspected site. Hindari kauter bilateral septum yang saling berhadapan karena risiko nekrosis/perforasi.
3
Observasi
Pantau 30–60 menit, cek orofaring, edukasi jangan korek/meniup hidung keras.

Sumber tidak terlihat / masih aktif

1
TXA topikal sebagai adjuvan
Rendam kasa/pledget dengan TXA injeksi 100 mg/mL, tempel 10–15 menit sambil kompres. Ini bukan pengganti packing bila tetap aktif.
2
Anterior packing
Pilihan: Rapid Rhino/balloon anterior, Merocel, atau ribbon gauze berlapis dengan lubricant/salep bila fasilitas terbatas.
3
Risiko perdarahan tinggi
Bila antikoagulan/antiplatelet/koagulopati, pilih packing resorbable bila ada: Surgicel/Gelfoam/Nasopore/Kaltostat.

🖼️ Gambar Tindakan — anterior packing

Merocel / anterior nasal pack

Teknik pemasangan Merocel sepanjang dasar kavum nasi
Teknik utama: masukkan pack horizontal mengikuti dasar kavum nasi. Setelah posisi benar, basahi agar pack mengembang dan memberi tamponade. Jangan arahkan ke superior.

Ribbon gauze — fasilitas terbatas

Teknik ribbon gauze layer by layer pada epistaksis anterior
Teknik alternatif: ribbon gauze harus disusun berlapis dari dasar kavum nasi. Ini bukan tindakan “menjejalkan kasa”; tekanan harus merata dan ekor gauze harus tetap terlihat.

🔴 Curiga Epistaksis Posterior

Curiga posterior bila: darah mengalir ke orofaring, keluar bilateral, sumber anterior tidak tampak, perdarahan deras pada lansia/hipertensi/antikoagulan, atau tetap berdarah setelah anterior packing.
1
Panggil THT lebih awalPosterior epistaksis sering butuh rawat, monitoring, analgesia/sedasi, dan tindakan definitif bila gagal.
2
Posterior balloon / double-balloon packPilihan ideal bila tersedia. Balloon posterior menutup choana/nasofaring; biasanya perlu anterior packing tambahan untuk tamponade lengkap.
3
Foley catheter bila fasilitas terbatasFoley 12–14 Fr dapat dipakai sementara: masukkan sepanjang dasar hidung sampai tampak di orofaring, inflate balloon sesuai SOP, tarik perlahan sampai duduk di nasofaring, fiksasi tanpa menekan ala nasi berlebihan, lalu anterior pack.
4
Gagal packing = tindakan definitifPersisten/rekuren berat → endoscopic sphenopalatine artery ligation atau endovascular embolization sesuai fasilitas.

🖼️ Gambar Tindakan — posterior Foley/balloon

Posterior Foley / balloon pack

Tampon posterior epistaksis menggunakan Foley catheter atau balloon
Warning: ini tindakan temporer untuk perdarahan posterior berat. Masukkan Foley sejajar dasar hidung, balon dikembangkan di nasofaring setelah posisi benar, tarik perlahan, lindungi columella, lalu monitor ketat dan konsultasi/rujuk THT.

Monitoring setelah posterior pack

AspekCatatan
Rawat/observasiMonitor SpO₂, RR, TD, nadi, nyeri, perdarahan ulang, dan darah di orofaring.
KomplikasiHipoksia, aspirasi, pressure necrosis, sinusitis/otitis, toxic shock jarang, dislokasi pack/airway risk.
AntibiotikTidak rutin untuk semua anterior pack; pertimbangkan pada posterior pack, immunocompromised, risiko infeksi tinggi, atau sesuai SOP THT/RS.
DefinitifGagal/rekuren → ligasi arteri sphenopalatine endoskopik atau embolisasi.

🩺 Hipertensi pada Epistaksis — cara berpikir aman

SituasiYang dilakukan
BP tinggi tanpa end-organ damageKontrol perdarahan lokal dulu, kurangi nyeri/panik, observasi. Jangan menunda packing hanya karena tekanan darah tinggi.
Hypertensive emergencyNyeri dada ACS, edema paru, defisit neurologis, AKI akut, diseksi aorta, ensefalopati → tata laksana hipertensi emergensi paralel sesuai protokol.
Pemilihan tamponDitentukan lokasi perdarahan, bukan angka BP. Anterior: Rapid Rhino/balloon atau Merocel; posterior: double-balloon/Foley + anterior pack.
Obat topikal vasokonstriktorGunakan seperlunya untuk kontrol lokal dan visualisasi; monitor pasien hipertensi berat/aritmia/iskemia. Jangan berlebihan.

🧾 Disposisi, edukasi, dan dokumentasi

1
Dokumentasikan tindakan
Sisi perdarahan, anterior/posterior suspicion, TTV, obat topikal/IV, jenis packing, jam pasang, respons, dan instruksi follow-up/lepas packing.
2
Edukasi setelah hemostasis
Jangan korek hidung, jangan meniup hidung keras, hindari aktivitas berat/rokok/NSAID bila tidak perlu, pelembap/saline sesuai kondisi, kembali bila berdarah lagi atau sesak/nyeri hebat/demam.
3
Kapan rujuk/rawat
Posterior pack, perdarahan persisten/rekuren, anemia/syok, komorbid berat, antikoagulan sulit dikontrol, trauma, kecurigaan massa, atau butuh THT/IR/operasi.

📚 Sumber & tanggal review

Reviewed: 24 Mei 2026
AAO-HNSF Clinical Practice Guideline: Nosebleed/Epistaxis, 2020
KAS: kompresi lower third, nasal packing bila sumber tidak terlihat, resorbable packing pada bleeding risk/antikoagulan, cautery terarah, edukasi packing, ligation/embolization bila gagal.
Merck Manual Professional, Epistaxis & procedural pages, updated 2025
Teknik kompresi, anterior packing, cautery, dan posterior balloon packing; balloon lebih mudah/nyaman dibanding gauze posterior tradisional.
StatPearls/NCBI Bookshelf: Epistaxis & Posterior Epistaxis Nasal Pack
Tanda posterior: darah bilateral/orofaring, sumber anterior tidak tampak, gagal anterior packing; posterior packing membutuhkan monitoring dan awareness komplikasi.
Emergency Care BC Epistaxis Treatment
Posterior epistaksis lebih sering butuh admission, posterior packing, embolization, atau arterial ligation; antibiotik tidak rutin untuk semua packing.

🫀 Algoritma ACLS Dewasa — Cardiac Arrest

Prioritas absolut: CPR berkualitas + defibrilasi dini pada VF/pVT. Obat meningkatkan peluang ROSC, tetapi tidak boleh menunda shock, kompresi, airway/ventilasi efektif, dan koreksi penyebab reversibel.
Scope: dewasa, henti jantung non-traumatik umum. Untuk anak/neonatus, hamil, trauma mayor, tenggelam, hipotermia berat, toksikologi spesifik, atau post-cardiac surgery, gunakan protokol khusus dan eskalasi senior.

Decision Support Cepat

Output Tindakan Sekarang

Pilih ritme dan kondisi, lalu tekan tampilkan.

🎞️ Grafik Animasi ACLS Dewasa — Cara Baca Cepat

1CPR + panggil bantuanMulai kompresi 100–120/menit. Jangan menunggu obat.
2Monitor/defibRhythm check ≤10 detik tiap siklus ±2 menit.
3Pilih cabang ritmeVF/pVT = shock. PEA/asystole = CPR + epinefrin cepat.
VF / pulseless VT
Shock → CPR 2 menit → shock ulang bila masih VF/pVT → epinefrin setelah defibrilasi awal gagal → antiaritmia bila refrakter.
PEA / Asystole
Tidak shock. CPR berkualitas + epinefrin 1 mg IV/IO secepat mungkin + kejar 5H–5T.

🚨 Epinefrin 1:1.000 pada ACLS Dewasa — Wajib Dibuat Jelas

Untuk cardiac arrest dewasa, dosis epinefrin adalah 1 mg IV/IO. Bila stoknya ampul 1:1.000, jangan langsung jadikan bolus IV dalam bentuk pekat tanpa label.
1 ampul 1:1.000 = 1 mg/1 mL+NaCl 0,9% 9 mL=Total 10 mL = 0,1 mg/mL
Label spuit: “Epinefrin Arrest 0,1 mg/mL — total 1 mg/10 mL”. Untuk dewasa henti jantung: berikan seluruh 10 mL IV/IO, lalu flush NaCl 20 mL. Ulang tiap 3–5 menit selama arrest bila belum ROSC.
Jangan sampai salah: mengambil 10 mL dari ampul 1:1.000 berarti 10 mg, bukan 1 mg. Rute IM 1:1.000 adalah konteks anafilaksis pada pasien bernadi, bukan rute utama cardiac arrest.

Algoritma Universal 0–2 Menit Pertama

1
Kenali cardiac arrest
Tidak respons, napas tidak normal/agonal, nadi tidak teraba ≤10 detik. Panggil bantuan/code blue, minta crash cart, defib/AED, BVM, O₂, suction, monitor.
2
CPR berkualitas segera
Kompresi 100–120/menit, kedalaman dewasa ±5–6 cm, recoil penuh, interupsi minimal, ganti kompresor tiap 2 menit. Tanpa advanced airway: 30:2. Dengan advanced airway: kompresi kontinu + 1 napas tiap 6 detik.
3
Pasang monitor/defib secepatnya
Rhythm check singkat. VF/pVT → shock. PEA/asystole → CPR + epinefrin cepat + Hs/Ts. Pulse/rhythm check jangan lebih dari 10 detik.
4
Akses dan airway paralel
IV perifer adalah pilihan awal. Bila gagal/tidak feasible/delayed, IO adalah alternatif. Advanced airway hanya bila operator mampu dan tidak mengganggu kompresi/defib; gunakan waveform capnography bila ada.

Cabang Shockable: VF / Pulseless VT

Shock energiBiphasic sesuai pabrik 120–200 J; bila tidak tahu gunakan energi maksimum. Monophasic 360 J. Setelah shock langsung CPR 2 menit.
Urutan intiShock → CPR 2 menit → rhythm check → shock bila masih VF/pVT → CPR + IV/IO + epinefrin sesuai algoritma → shock ulang → antiaritmia bila refrakter.
Epinefrin1 mg IV/IO tiap 3–5 menit setelah defibrilasi awal gagal; jangan menunda shock pertama untuk obat.
AntiaritmiaAmiodarone 300 mg IV/IO bolus, lalu 150 mg. Alternatif lidocaine 1–1,5 mg/kg, lalu 0,5–0,75 mg/kg.
Catatan guideline: AHA 2025 menulis epinefrin pada shockable rhythm setelah upaya defibrilasi awal gagal; sebagian algoritma ALS/ERC/RCUK memberi adrenalin setelah shock ketiga. Ikuti SOP pelatihan lokal, tetapi prinsipnya sama: shock dan CPR tidak boleh tertunda karena obat.

Cabang Non-shockable: PEA / Asystole

Jangan shockPEA/asystole tidak ditatalaksana dengan defibrilasi. Fokus CPR, epinefrin cepat, dan penyebab reversibel.
Epinefrin1 mg IV/IO sesegera mungkin, ulang tiap 3–5 menit selama arrest.
Asystole safety checkPastikan lead tidak lepas, gain cukup, dan bukan fine VF. Jangan membuat jeda kompresi panjang.
Evaluasi ulangRhythm/pulse check maksimal 10 detik tiap ±2 menit. Bila berubah menjadi VF/pVT, pindah ke cabang shockable.

Epinefrin Safety: 1:1.000 vs 1:10.000

Kesalahan paling berbahaya: menyuntik epinefrin 1:1.000 langsung IV pada pasien yang ternyata masih bernadi/baru ROSC. Selalu verifikasi ritme, nadi, konsentrasi, rute, dan volume.
1:10.0001 mg/10 mL = 0,1 mg/mL. Ini konsentrasi bolus IV/IO untuk RJP dewasa.
1:1.0001 mg/1 mL = 1 mg/mL. Pekat. Umumnya untuk IM anafilaksis; untuk RJP IV/IO harus diencerkan menjadi 10 mL.
Cara membuatAmbil 1 ampul 1:1.000 berisi 1 mg/1 mL + NaCl 0,9% 9 mL → total 10 mL = 1 mg/10 mL.
Setelah bolusFlush NaCl 20 mL dan tinggikan lengan 10–20 detik bila tidak mengganggu CPR.
Medication error bila 1:1.000 sudah terlanjur IV:
• Jika pasien benar-benar pulseless: lanjutkan CPR/defib sesuai algoritma, flush untuk mendorong obat, pantau ekstravasasi, antisipasi hipertensi/aritmia setelah ROSC, dokumentasikan error.
• Jika pasien masih bernadi/baru ROSC: hentikan epinefrin, monitor EKG/TD ketat, panggil senior/ICU/kardiologi/anestesi, tata laksana hipertensi krisis, VT/VF, iskemia, atau edema paru sesuai kondisi; buat laporan patient safety.

5H–5T: Penyebab Reversibel yang Harus Dikejar

5H
• Hypovolemia/perdarahan/dehidrasi
• Hypoxia/gagal napas
• Hydrogen ion/asidosis
• Hypo-/hyperkalemia dan gangguan elektrolit
• Hypothermia
5T
• Tension pneumothorax
• Tamponade jantung
• Toxins/overdose
• Thrombosis pulmonary embolism
• Thrombosis coronary/ACS
POCUS boleh membantu mencari penyebab reversibel bila operator mampu dan tidak mengganggu kompresi. Jangan membuat “pause USG” panjang.

Post-ROSC: Jangan Berhenti Setelah Nadi Balik

A
Airway & breathing
Pastikan airway, ventilasi efektif, waveform capnography bila ada. Titrasi O₂ setelah stabil; hindari hipoksemia dan hiperoksia.
B
Circulation
Monitor EKG/TD, akses IV kuat, target awal SBP ≥90 mmHg atau MAP ≥65 mmHg. Cairan/vasopressor sesuai penyebab dan risiko overload.
C
Cari penyebab dan reperfusi
EKG 12 lead cepat, pikirkan STEMI/OMI/PE/hiperkalemia/toksin/sepsis/perdarahan. Rujuk PCI/ICU bila indikasi.
D
Neuroprotection
Cegah demam, koreksi glukosa/elektrolit, tata laksana kejang, dokumentasi downtime, waktu ROSC, obat, shock, ETCO₂ bila ada.

Jangan Dilakukan Rutin

• Jangan menunda defibrilasi VF/pVT demi memasang IV, intubasi, atau menyiapkan obat.
• Jangan memberi epinefrin high-dose rutin.
• Jangan memberi calcium, NaHCO₃, atau MgSO₄ rutin tanpa indikasi khusus.
• Jangan menggunakan epinefrin IM untuk cardiac arrest.
• Jangan menjadikan ET drug route sebagai jalur standar; prioritaskan IV/IO.
• Jangan memakai ETCO₂ rendah sebagai satu-satunya alasan menghentikan resusitasi.

📚 Sumber & Tanggal Review

Sumber utamaAHA Adult Advanced Life Support Guidelines 2025; AHA Adult Cardiac Arrest Algorithm 2025; Resuscitation Council UK Adult ALS 2025; ERC Adult ALS 2025.
Tanggal review22 Mei 2026
Catatan safetyIkuti SOP RS dan training ACLS lokal. Modul ini adalah decision-support, bukan pengganti clinical judgment atau komando tim resusitasi.

👶 Algoritma PALS Anak — Cardiac Arrest

Prioritas absolut: CPR berkualitas, ventilasi/oksigenasi efektif, dan defibrilasi dini pada VF/pVT. Pada anak, kegagalan ventilasi/hipoksia sering menjadi akar masalah; jangan hanya fokus obat.
Scope: bayi dan anak sampai pubertas dengan henti jantung. Neonatus baru lahir/delivery room gunakan NRP. Remaja besar boleh mendekati algoritma dewasa, tetapi dosis obat/energi tetap dihitung mg/kg dan tidak melewati dosis maksimum dewasa.

Decision Support Cepat

💉 Dosis Epinefrin PALS sesuai BBisi BB dulu
Rumus inti: 0,01 mg/kg IV/IO = 0,1 mL/kg dari 1:10.000 / 0,1 mg/mL, maksimum 1 mg = 10 mL. Bila hanya ada 1:1.000, encerkan dulu.

Output Tindakan Sekarang

Isi BB, pilih ritme, lalu tekan tampilkan.

🎞️ Grafik Animasi PALS Anak — Fokus yang Tidak Boleh Hilang

1Ventilasi + CPRHipoksia sering jadi akar masalah. Pastikan chest rise.
2BB menentukan dosisEpinefrin, shock, antiaritmia dihitung mg/kg atau J/kg.
3Ritme menentukan cabangVF/pVT shock; PEA/asystole epinefrin cepat.
Shockable anak
2 J/kg → 4 J/kg → ≥4 J/kg. Epinefrin 0,01 mg/kg setelah defibrilasi awal gagal/due.
Non-shockable anak
CPR + ventilasi efektif + epinefrin 0,01 mg/kg secepat mungkin. Jangan beri dosis dewasa otomatis.
Pesan safety utama: setiap input BB akan langsung menghitung dosis epinefrin dalam mg dan mL. Anak kecil tidak otomatis mendapat 10 mL; volume = 0,1 mL/kg, maksimum 10 mL.
Arrest anakTidak respons, napas tidak normal, nadi tidak jelas ≤10 detik.
BB → dosisEpinefrin 0,01 mg/kg IV/IO. Shock dan antiaritmia juga berbasis kg.
Cabang ritmeVF/pVT = shock. PEA/asystole = epinefrin cepat + CPR.

Algoritma Universal Anak: 0–2 Menit Pertama

1
Kenali arrest dan panggil bantuan
Tidak respons, napas tidak normal/agonal, nadi tidak teraba ≤10 detik. Minta crash cart, defib/AED pediatrik, BVM, O₂, suction, akses IV/IO, dan bantuan SpA/anestesi bila ada.
2
Ventilasi + CPR berkualitas
Kompresi 100–120/menit, kedalaman ≥1/3 diameter AP dada, recoil penuh. Rasio 30:2 satu penolong atau 15:2 dua penolong terlatih. Pada anak, pastikan chest rise dan jangan hiperventilasi.
3
Pasang monitor/defib
Rhythm check maksimal 10 detik tiap ±2 menit. VF/pVT → shock. PEA/asystole → CPR + epinefrin cepat + koreksi penyebab reversibel.
4
Akses tercepat yang reliable
IV atau IO yang paling cepat terkonfirmasi. IO bukan kegagalan; pada anak IO adalah jalur cepat untuk obat/cairan bila IV sulit/delayed. Jangan menunda CPR/defib demi vena.

Dosis Kunci PALS Cardiac Arrest

Epinefrin IV/IO0,01 mg/kg = 0,1 mL/kg dari konsentrasi 0,1 mg/mL atau 1:10.000. Maksimum 1 mg atau 10 mL. Ulang tiap 3–5 menit selama arrest.
DefibrilasiShock 1: 2 J/kg. Shock 2: 4 J/kg. Berikutnya ≥4 J/kg, maksimum 10 J/kg atau dosis maksimum dewasa sesuai alat/SOP.
Antiaritmia VF/pVT refrakterAmiodarone 5 mg/kg IV/IO bolus, maks 300 mg; dapat diulang sesuai algoritma/SOP. Alternatif lidocaine 1 mg/kg IV/IO.
Ventilasi advanced airwayKompresi kontinu + ventilasi 1 napas tiap 2–3 detik, target chest rise cukup, hindari hiperventilasi.
Perbedaan besar dari dewasa: anak kecil tidak otomatis mendapat seluruh spuit 10 mL epinefrin 1:10.000. Volume anak = 0,1 mL/kg, maksimum 10 mL.

Contoh Cepat Dosis Epinefrin PALS Berdasarkan BB

3 kg0,03 mg = 0,3 mL dari 1:10.000
5 kg0,05 mg = 0,5 mL dari 1:10.000
10 kg0,1 mg = 1 mL dari 1:10.000
15 kg0,15 mg = 1,5 mL dari 1:10.000
20 kg0,2 mg = 2 mL dari 1:10.000
30 kg0,3 mg = 3 mL dari 1:10.000
40 kg0,4 mg = 4 mL dari 1:10.000
50 kg0,5 mg = 5 mL dari 1:10.000
Rumus inti: epinefrin cardiac arrest anak 0,01 mg/kg IV/IO = 0,1 mL/kg dari konsentrasi 1:10.000 / 0,1 mg/mL, maksimum 1 mg = 10 mL. Bila tersedia hanya ampul 1:1.000, encerkan dulu menjadi 1:10.000 sebelum pemberian.

Cabang Shockable: VF / Pulseless VT

S1
Shock pertama
Defibrilasi 2 J/kg segera, lalu CPR 2 menit tanpa cek nadi lama.
S2
Shock kedua
Jika masih VF/pVT: shock 4 J/kg, langsung CPR 2 menit, pastikan ventilasi dan akses IV/IO.
S3
Setelah 2 shock
Shock berikutnya ≥4 J/kg, lalu epinefrin 0,01 mg/kg IV/IO bila belum/due. Jangan menunda shock untuk obat.
S4
Refrakter
Lanjut siklus shock–CPR, epinefrin tiap 3–5 menit, antiaritmia amiodarone atau lidocaine, dan koreksi Hs/Ts.

Cabang Non-shockable: PEA / Asystole

Jangan shockPEA/asystole tidak ditatalaksana dengan defibrilasi.
Epinefrin0,01 mg/kg IV/IO sesegera mungkin, ulang tiap 3–5 menit selama arrest.
Fokus utamaCPR + ventilasi efektif + koreksi penyebab reversibel. Anak sering arrest karena hipoksia, sepsis, dehidrasi/syok, kejang/aspirasi, trauma, atau toksin.
Asystole checkPastikan lead/kabel/gain, bukan fine VF, tanpa membuat jeda kompresi panjang.

Epinefrin Safety Anak: 1:1.000 vs 1:10.000

1:10.0000,1 mg/mL. Dosis anak = 0,1 mL/kg IV/IO, maksimum 10 mL.
1:1.0001 mg/mL. Terlalu pekat untuk bolus IV/IO langsung. Untuk RJP anak harus diencerkan dahulu.
Cara buat 1:10.0001 mL epinefrin 1:1.000 + 9 mL NaCl 0,9% → total 10 mL = 0,1 mg/mL. Label spuit: “Epinefrin 0,1 mg/mL”.
Cara pakaiAmbil volume sesuai BB dari spuit yang sudah diencerkan. Contoh 10 kg → 1 mL; 20 kg → 2 mL; 50 kg → 5 mL; maksimum 10 mL.
Larangan keras:
• Jangan memberi seluruh 10 mL pada anak kecil kecuali hasil hitung dosis memang mencapai maksimum.
• Jangan pakai IM untuk cardiac arrest anak.
• Jangan memberi 1:1.000 IV/IO langsung hanya karena “dosis mg-nya sama”. Konsentrasi dan volume menentukan keamanan.

Hs & Ts Pediatrik

H utama pada anak
• Hypoxia / airway obstruction
• Hypovolemia / perdarahan / dehidrasi
• Hydrogen ion / asidosis
• Hypoglycemia
• Hypo-/hyperkalemia
• Hypothermia
T utama
• Tension pneumothorax
• Tamponade jantung
• Toxins / overdose
• Thrombosis pulmonary
• Thrombosis coronary — lebih jarang, pikirkan pada remaja/riwayat jantung
POCUS boleh membantu bila operator mampu, tetapi jangan membuat pause kompresi panjang.

Post-ROSC Anak

A
Airway & breathing
Pastikan airway, ventilasi efektif, ETCO₂ bila ada. Titrasi O₂ setelah stabil, target normoksemia; hindari hipoksemia dan hiperoksia berkepanjangan.
B
Circulation
Monitor EKG/TD/perfusi. Tangani hipotensi dengan cairan 10–20 mL/kg bila hipovolemik dan vasopressor/inotropik bila perlu; reassess overload.
C
Cari penyebab
GDS, elektrolit, AGD bila ada, suhu, sepsis, trauma, toksin, kelainan jantung, hiperkalemia, pneumotoraks, tamponade.
D
Neuroprotection
Cegah demam, tangani kejang, koreksi glukosa/elektrolit, dokumentasikan downtime, ritme awal, shock, obat, ETCO₂, dan waktu ROSC.

Jangan Dilakukan Rutin

• Jangan menunda ventilasi dan CPR karena sibuk obat.
• Jangan menunda defibrilasi VF/pVT karena mencari akses.
• Jangan memberi dosis dewasa otomatis pada anak.
• Jangan memberi seluruh spuit epinefrin 10 mL tanpa hitung BB.
• Jangan memberi NaHCO₃/calcium rutin tanpa indikasi.
• Jangan menjadikan ET drug route sebagai jalur standar; prioritaskan IV/IO.
• Jangan memakai ETCO₂ rendah sebagai satu-satunya alasan menghentikan resusitasi.

📚 Sumber & Tanggal Review

Sumber utamaAHA Pediatric Cardiac Arrest Algorithm 2025; AHA Pediatric Advanced Life Support 2025; Resuscitation Council UK Paediatric Life Support 2025; ANZCOR PALS 2025.
Tanggal review22 Mei 2026
Catatan safetyIkuti SOP RS, formularium, ketersediaan alat, dan training PALS lokal. Modul ini decision-support, bukan pengganti clinical judgment atau komando team leader.
💧 Terapi Cairan Anak — angka besar + cek BB ideal
Saran cairan tetap langsung terlihat. Hasil mL, mL/jam, dan tetesan diperbesar. Bila angka menyentuh cap 2000 mL, aplikasi mengingatkan cek BB ideal/BB koreksi terutama pada anak overweight/obesitas.
🧮 Hitung otomatis📌 Patokan aplikasi awal⚠️ Reassess klinis

Data Pasien

👁️
Saran cairan rehidrasi ditampilkan langsung.Angka hitung tetap ada di bawahnya, tetapi pilihan cairan utama dipisahkan dalam kotak warna besar agar tidak tenggelam di kotak perhitungan.

Terapi Rehidrasi

Isi BB dan usia

Maintenance Holliday-Segar

100/50/20 cc/kg · Maks 2000 cc/hari · bila mencapai cap, cek BB ideal/BB koreksi

📌 Patokan Singkat

<2 th: Ringer Asetat≥2 th: RLHS max 2000 mL/hariMonitor overload
Pilihan Cairan
Ringkasan klinis

🦟 Protokol Dengue Anak

Prinsip keras: dengue bukan “kasih cairan banyak”. Kunci aman adalah klasifikasi fase, perfusi, HCT serial, urine output, dan deteksi kebocoran plasma/overload.
Update: output sekarang menghitung kebutuhan cairan mL, mL/jam, TPM mikro, dan TPM makro berdasarkan kategori klinis.

Data Cepat

Output Terapi & Kebutuhan Cairan

Isi BB dan pilih kategori

Warning Signs & Monitoring

Warning signsNyeri perut hebat, muntah persisten, letargi/gelisah, perdarahan mukosa, hepatomegali, akumulasi cairan, HCT naik + trombosit turun cepat
Monitoring fase kritisTTV, CRT, nadi, tekanan nadi, diuresis target ≥0.5–1 mL/kg/jam, HCT serial, tanda overload
HindariNSAID/ibuprofen/aspirin, injeksi IM tidak perlu, cairan bebas tanpa reassessment

Data Anak

Hasil & Status Gizi

Isi data

📊 Grafik Pertumbuhan Anak (BB/U · TB/U · BB/TB · IMT/U · LK/U)

Isi data untuk melihat grafik pertumbuhan dan interpretasinya

Klasifikasi WHO Z-Score

>+3 SDObesitas
+2 s/d +3 SDOverweight
−2 s/d +2 SDNormal ✓
−3 s/d −2 SDGizi kurang (moderate)
<−3 SDGizi buruk (severe)

Data & Obat

Hasil

Isi BB

📚 Sumber Dosis

Dosis anak dikurasi dari referensi obat pediatrik dan panduan antimikroba; dosis tetap wajib diverifikasi dengan formularium RS, alergi, fungsi ginjal/hati, usia neonatus, dan kondisi klinis.
AntibiotikUCSF Pediatric Antimicrobial Dosing / MSF Essential Drugs / formularium lokal.
Obat simptomatikBNF for Children/MIMS/PIONAS dan protokol pediatri umum.
Cap dosisPada anak besar/remaja, dosis mg/kg tidak boleh melewati batas dosis dewasa.

Data

JANGAN masukkan benda ke mulut! Posisi lateral/recovery position bila aman, lindungi kepala. GDS CITO WAJIB!
Dosis anak di-cap dosis dewasa. Fenitoin dan fenobarbital maintenance: 5 mg/kgBB/hari dibagi 2 dosis. Ditambahkan opsi asam valproat IV 40 mg/kg, maks 3000 mg sebagai alternatif/adjunct sesuai SOP dan konsul SpA/neurologi.

Data Pasien

Dosis PALS 2025

Isi BB

ETT — Berbasis Usia & BB

Isi data

Data Neonatus

UG digunakan untuk klasifikasi preterm/aterm + ukuran blade laringoskop. Jika tidak diketahui, cukup isi BB saja.

Target SpO₂ (NRP 2020)

1 mnt60-65%
2 mnt65-70%
3 mnt70-75%
5 mnt80-85%
10 mnt85-95%

Algoritma NRP

A
Awal (0-30 dtk)
Hangat · Kering · Rangsang · Posisi
1
Nilai HR & Napas
HR≥100 + napas baik → rutin · HR<100/apnea → PPV
2
PPV
40-60×/mnt · FiO₂ 21%
3
HR<60 post 30 dtk
Kompresi 3:1 · FiO₂ 100%
4
HR<60 post 60 dtk → Epi
0.01-0.03 mg/kg IV/UVC

Data Pasien

📏 Mengapa TB penting? Threshold BP anak menyesuaikan TB percentile. Anak tinggi (P95) punya threshold lebih tinggi; anak pendek (P5) lebih rendah. Bila tidak diisi, kalkulator pakai P50 default — bisa sedikit overestimate/underestimate untuk anak ekstrem.

Hasil & Klasifikasi

Isi data pasien

📚 Klasifikasi AAP 2017

Kategori1-12 thn≥13 thn
Normal<P90<120/80
ElevatedP90 s/d <P95120-129 / <80
Stage 1P95 s/d P95+12130-139 / 80-89
Stage 2≥P95+12≥140 / ≥90
Aturan klinis: Kategori akhir = kategori tertinggi dari SBP atau DBP. Konfirmasi dengan pengukuran serial (≥3× dalam beberapa minggu) untuk diagnosis HT, kecuali ada hipertensi simptomatik atau krisis.

🆘 Tet Spell

Sianosis tiba-tiba + iritabel + takipnea
1
Knee-Chest SEGERA
↑SVR → ↓shunt R→L
2
O₂ High-Flow
3
Morfin 0.1-0.2 mg/kg
4
Propranolol IV 0.01-0.1 mg/kg
5
Fenilefrin 5-20 mcg/kg
6
NaHCO₃ 1 mEq/kg

Dosis (per BB)

💊 Alternatif Oral (jika IV tidak tersedia)

Skenario: Fasilitas terbatas · akses IV sulit · stabilitas relatif · rujukan sedang disiapkan. Tetap prioritaskan IV segera bila memungkinkan.
Isi BB di kalkulator atas

Komunikasi Lintas Fasilitas

SBARS: sianosis akut · B: riwayat TOF · A: Tet spell · R: rujuk pediatric cardiac
Pra-rujukKnee-chest · O₂ NRM · akses IV/IO · NaHCO₃
Monitor in transitSpO₂ kontinu, HR, RR, kesadaran
Long-term: Propranolol PO 1-2 mg/kg/hari dibagi 3 dosis (pencegahan tet spell) · konsul pediatric cardiology untuk surgical repair.

Klasifikasi

Definisi6 bln-5 thn + ≥38°C tanpa inf SSP
SederhanaTonik-klonik·<15mnt·tdk berulang 24jam
KompleksFokal·>15mnt·berulang 24jam

Tatalaksana

Isi BB

Indikasi LP

<12 blnLP dipertimbangkan
Meningeal (+)LP wajib!
Imunisasi ≠ lengkapPertimbangkan
Bukan KD sederhana jika: <6 bln/>5 thn · fokal · defisit post-iktal · meningeal (+)

UK dari HPHT

Estimasi HPHT dari UK

🍼 Taksiran Berat Badan Janin (TBBJ)

Untuk skrining cepat saat pemeriksaan klinis. Bila USG tersedia, EFW ultrasound berbasis biometri/Hadlock lebih akurat dibanding rumus TFU.
Rumus klinis dapat meleset. Jangan pakai TBBJ ini sebagai satu-satunya dasar keputusan SC/induksi/rujukan; nilai bersama UK, presentasi, DJJ, cairan ketuban, panggul, dan USG bila ada.

Panduan

Trim 10-13 mgg
Trim 214-27 mgg
Trim 328-40 mgg
Aterm37-42 mgg
TTPHPHT + 280 hari
TFU ≈ UK setelah 20 mgg

🤰 Obat Relatif Aman pada Kehamilan

Safety first: gunakan dosis efektif terendah, durasi sesingkat mungkin, hindari kombinasi obat batuk-pilek yang tidak jelas isinya, dan rujuk/konsul bila demam tinggi menetap, sesak, nyeri dada, perdarahan, hipertensi, atau gerak janin berkurang.

Keluhan Umum

KeluhanTrimester 1Trimester 2Trimester 3
Demam/nyeriParacetamol pilihan pertama bila perlu. Hindari demam tidak diobati.
Batuk/pilek ringanNon-obat dulu: cairan, istirahat, saline nasal spray, humidifier, madu untuk batuk pada dewasa. Hindari obat kombinasi multi-symptom.
Alergi/rinitisLoratadine atau cetirizine umumnya dipakai; chlorpheniramine dapat menyebabkan kantuk.
Batuk menggangguHindari obat tidak perlu; pertimbangkan dextromethorphan bila manfaat > risiko dan sesuai kebijakan lokal.Dextromethorphan dapat dipertimbangkan jangka pendek bila perlu. Hindari kodein tanpa indikasi kuat.
Mual muntahPyridoxine/doxylamine bila tersedia; metoclopramide/ondansetron sesuai indikasi dan advis klinis.
Dispepsia/heartburnAntasida/alginat dapat dipakai; sucralfate relatif minimal absorpsi. PPI/H2 blocker bila indikasi dan evaluasi klinis.

Obat yang Perlu Dihindari / Hati-hati

NSAID hindari rutin; terutama setelah usia kehamilan 20 minggu kecuali atas advis dokter, dan hindari trimester akhir karena risiko fetal renal dysfunction/oligohidramnion dan ductus arteriosus.
• Hindari dekongestan sistemik tanpa evaluasi, terutama hipertensi/preeklampsia.
• Hindari antibiotik tanpa indikasi; pilih sesuai sumber infeksi, usia kehamilan, alergi, dan guideline lokal.
• Jangan sebut “flu biasa” bila ada sesak, SpO₂ rendah, demam tinggi menetap, nyeri dada, takipnea, hipotensi, atau penurunan kesadaran.

Sumber & Catatan

Rujukan ringkas: RCOG/UKTIS/BUMPS untuk paracetamol dan obat pada kehamilan, MotherToBaby fact sheets untuk paparan obat, serta guideline obstetri lokal. Modul ini adalah screening praktis; keputusan final tetap berdasarkan kondisi ibu-janin.

⚠️ KI MgSO4 — Cek Sebelum Memberi

Tidak ada KI

📦 Sediaan MgSO4 di Indonesia

MgSO4 20% = 20 g/100 mL → 1 mL = 200 mg
MgSO4 40% = 40 g/100 mL → 1 mL = 400 mg
1 g MgSO4 = 4.06 mEq = 8.12 mOsm

🔵 LOADING DOSE — 4 g IV (POGI 2023)

1
Ambil MgSO4 4 g
MgSO4 40%: 10 mL (4 g)
MgSO4 20%: 20 mL (4 g)
2
Encerkan
Tambahkan ke NaCl 0.9% 100 mL dalam labu infus → total 110-120 mL
3
Berikan IV pelan 15-20 menit
Kecepatan: 330-440 mL/jam (atau 110 tpm makro)
JANGAN bolus cepat (risiko cardiac arrest)
4
Monitor selama loading
RR, refleks patela tiap 5 mnt. Stop bila RR <16 atau patela hilang.
Alternatif IM (bila IV gagal): 4 g IV pelan + 5 g IM tiap glutea (10 g IM total). Pakai jarum 21G, dalam, dalam.

🟢 MAINTENANCE — 1 g/jam IV (24 jam post-partum)

Pilihan A: Drip Konvensional (POGI klasik)
1
Siapkan campuran
MgSO4 40%: 15 mL (6 g) + RL 500 mL = total 515 mL
MgSO4 20%: 30 mL (6 g) + RL 500 mL = total 530 mL
2
Berikan via infus makro
Kecepatan: 84 mL/jam ≈ 28 tpm makro
Habis dalam 6 jam (memberikan 6 g)
3
Ulang campuran
Setelah 6 jam, siapkan campuran baru (total 24 jam post-partum)
Pilihan B: Syringe Pump (lebih akurat & hemat ruang)
1
Siapkan spuit 50 mL
MgSO4 40%: 15 mL (6 g) + NaCl 0.9% 35 mL = total 50 mL
Konsentrasi: 120 mg/mL
2
Atur SP
Kecepatan: 8.3 mL/jam (≈1 g/jam)
Spuit habis dalam 6 jam → ganti tiap 6 jam
Pilihan C: IM Maintenance (rural/keterbatasan akses IV)
SediaanMgSO4 40% pekat
Dosis5 g IM (= 12.5 mL MgSO4 40%) tiap 4 jam
LokasiGlutea bergantian, jarum 21G dalam
TambahLidokain 2% 1 mL untuk mengurangi nyeri

🔴 KEJANG ULANG selama maintenance

Bolus tambahanMgSO4 2 g IV pelan 5 menit
MgSO4 40%5 mL diencerkan dengan NaCl 5 mL
MgSO4 20%10 mL IV pelan
JANGANDiazepam (depresi napas neonatus, kurang efektif vs MgSO4)
Bila kejang masih ulang setelah bolus tambahan → pertimbangkan obat lini ke-3 (fenitoin / midazolam) + intubasi + ICU.

⚠️ TANDA TOKSISITAS Mg & ANTIDOT

Mg serumManifestasi
4-7Terapeutik (target)
7-10Hilang refleks patela
10-15Paresis otot, RR turun
15-25Henti napas, blok AV
>25CARDIAC ARREST
Antidot — Kalsium Glukonas 10%
Dosis10 mL Ca Glukonas 10% IV pelan 3-5 menit
LokasiPakai jalur IV BERBEDA dari MgSO4
SediaanSelalu siapkan di samping pasien sebelum mulai MgSO4!
Bila tetap beratIntubasi + ventilasi mekanik + dialisis

📋 Protokol Lengkap Eklampsia

A
Stabilisasi (5 menit pertama)
Miring kiri · O₂ NRM 8-10 LPM · IV 2 jalur · Kateter urin · Cek refleks patela & RR baseline
1
Cek KI MgSO4 (lihat checklist atas)
Bila KI absolut → konsul SpOG, alternatif fenitoin 15-20 mg/kg IV
2
LOADING MgSO4 4 g (lihat detail atas)
15-20 menit dalam NS 100 mL
3
MAINTENANCE 1 g/jam × 24 jam post-partum
Pilih A/B/C sesuai fasilitas
4
Kontrol TD bila ≥160/110
Nifedipin 10 mg PO tiap 30 mnt (maks 3×) atau Nikardipin IV. Target SBP <160, DBP <110.
5
Monitor tiap 1 jam
RR, refleks patela, urine output, TD, kesadaran
6
Konsul SpOG SEGERA
Persalinan = TERAPI definitif. SC vs induksi sesuai kondisi maternal-fetal.

Kriteria

DJJ abnormal<110 atau >160 bpm
Pola CTGLate/Variable decel berat
Mekonium kentalKetuban hijau
CTG Kat IIIPatologis
Penyebab
Insufisiensi uteroplasenta · Solusio · Prolaps tali pusat · Ruptur uteri · Hiperstimulasi · Hipotensi ibu

Resusitasi Intrauterin

1
Miring Kiri SEGERA
↓ kompresi vena kava
2
O₂ 8-10 lpm
Target SpO₂ ibu ≥95%
3
RL 500cc loading
4
Stop Oksitosin
Terbutalin 0.25mg SC
5
Konsul SpOG
DJJ tdk membaik 5-10 mnt → SC
Prolaps tali pusat: JANGAN dorong! Tahan bagian terdepan. SC darurat!

🩸 Perdarahan Postpartum / PPH

Emergency obstetri. Jangan tunggu pasien kolaps. Jalankan resusitasi, cari sumber perdarahan 4T, beri uterotonik + TXA dini, dan rujuk/eskalasi bila tidak terkendali.
Definisi praktis: perdarahan ≥500 mL setelah persalinan vaginal, ≥1000 mL setelah SC, atau perdarahan berapa pun yang menyebabkan instabilitas hemodinamik.

Data Cepat Pasien

Hasil & Prioritas

Isi minimal estimasi perdarahan dan TTV

Algoritma PPH 0–15 Menit Pertama

0
Panggil bantuan & deklarasikan PPH
Panggil bidan/perawat tambahan, dokter jaga senior/SpOG/anestesi bila ada. Catat jam mulai PPH.
A
ABCDE + resusitasi paralel
O₂ bila hipoksemia/syok, posisi datar/miring kiri, hangatkan, 2 IV besar 16–18G, monitor TD-HR-SpO₂, kateter urin.
1
Cairan & darah
Kristaloid hangat sambil siapkan darah. Ambil darah: Hb/DR, golongan-crossmatch, koagulasi bila ada.
2
Uterotonik lini pertama
Oksitosin 10 IU IM/IV pelan, lanjut infus oksitosin 20–40 IU dalam 500–1000 mL RL/NS sesuai protokol lokal.
3
TXA dini
Traneksamat 1 g IV selama 10 menit sesegera mungkin, ideal dalam 3 jam. Ulang 1 g bila perdarahan berlanjut setelah 30 menit atau berulang dalam 24 jam.
4T
Cari sumber: Tone, Trauma, Tissue, Thrombin
Uterus lembek = atonia. Uterus keras tapi darah deras = trauma/robekan. Plasenta belum lahir/tidak lengkap = tissue. Perdarahan merembes + gangguan koagulasi = thrombin.

Retensio Plasenta / Tissue

1
Jika plasenta belum lahir + perdarahan
Jangan tunggu 30 menit lagi bila perdarahan aktif. Siapkan manual removal placenta / rujuk emergensi ke fasilitas yang mampu.
2
Controlled cord traction hanya bila aman
Lakukan hanya dengan counter-traction uterus dan tanda pelepasan plasenta. Jangan tarik paksa bila belum lepas.
3
Manual removal placenta
Idealnya di OK/ruang tindakan dengan analgesia/anestesi, aseptik, resusitasi berjalan, dan darah disiapkan. Setelah plasenta keluar, eksplorasi kavum untuk sisa jaringan/bekuan.
4
Antibiotik profilaksis
Berikan dosis tunggal antibiotik sesuai protokol lokal setelah manual removal. Contoh umum: ampicillin 2 g IV + metronidazole 500 mg IV, atau cefazolin 1–2 g IV + metronidazole.
5
Curiga plasenta akreta
Bila plasenta tidak dapat dipisahkan, jangan dipaksa berulang. Stop manipulasi agresif, resusitasi, panggil/rujuk SpOG-OK-bank darah.
Faskes terbatas: bila perdarahan deras, syok, tidak ada operator/anaestesi/darah, lakukan stabilisasi minimum sambil rujuk cepat. Manual removal tanpa anestesi hanya sebagai tindakan penyelamatan nyawa bila perdarahan mengancam dan tidak ada opsi lain.

Jika Perdarahan Berlanjut

AtoniaMassage uterus + bimanual compression. Tambah uterotonik sesuai kontraindikasi.
Uterotonik tambahanMisoprostol 800 µg SL/PR bila oksitosin tidak cukup/tidak ada. Metilergometrin 0.2 mg IM/IV pelan jika tidak HT/preeklampsia. Carboprost 250 µg IM jika tidak asma.
TamponadeJika atonia refrakter: uterine balloon tamponade / kondom-kateter bila tersedia dan kondisi memungkinkan.
TemporizingBimanual compression, external aortic compression, anti-shock garment bila ada, sambil transfer.
TraumaInspeksi serviks-vagina-perineum; jahit robekan. Uterus keras + darah deras = pikir trauma.
ThrombinCuriga DIC/koagulopati: siapkan PRC/FFP/PLT/cryo sesuai fasilitas dan rujuk.

Red Flags Rujuk / Eskalasi Segera

Rujuk emergensi / panggil SpOG-anestesi-bank darah:
• EBL ≥1000 mL atau perdarahan masih aktif
• SBP <90, HR ≥120, Shock Index ≥1
• Plasenta belum lahir dengan perdarahan aktif
• Curiga akreta, inversio uteri, ruptur uteri, robekan serviks luas
• Butuh transfusi darah/operasi/tamponade/ICU
• Faskes tidak punya darah, OK, anestesi, atau operator manual removal

Data

Hasil

Isi BB & Hb

Rumus

PRCΔHb × BB × 3 mL
Kantong÷ 250 mL
WBΔHb × BB × 6 mL
PLT(ΔPlt×BB)÷350.000
⚠️ GDS CITO setiap pasien penurunan kesadaran!

🧒 Anak

Neonatus (D10% 2cc/kg)
Cek GDS tiap 15 mnt · Target >45
Anak >1 bulan (D10% 5cc/kg)
Target GDS >70

🧑 Dewasa

Isi GDS

🧭 Algoritma Hipoglikemia & Hiperglikemia

H1
Hipoglikemia: GDS <70 mg/dL
Nilai kesadaran dan keamanan menelan. Jika sadar penuh: 15–20 g glukosa oral, cek ulang 15 menit, ulangi bila masih <70/gejala. Setelah pulih, beri karbohidrat kompleks/makan bila jadwal makan masih lama.
H2
Tidak sadar / kejang / tidak aman oral
Dewasa: dextrose IV sesuai sediaan lokal atau glucagon bila akses IV tidak ada. Anak/neonatus: prioritaskan D10 sesuai BB. Cek GDS ulang 15–30 menit dan cari penyebab.
G1
Hiperglikemia: jangan hanya lihat angka GDS
GDS tinggi + dehidrasi, muntah, takipnea/Kussmaul, nyeri perut, penurunan kesadaran, keton, asidosis, atau osmolalitas tinggi → curiga DKA/HHS.
G2
DKA/HHS: 3 pilar awal
Cairan, insulin, dan kalium. Ambil elektrolit/K sebelum insulin bila memungkinkan; insulin ditunda bila K <3,5 mmol/L. Saat glukosa <250 mg/dL pada DKA, tambah D5–D10 agar insulin tetap bisa lanjut sampai keton/asidosis resolusi.
Sumber ringkas: ADA Standards of Care in Diabetes—Hospital 2024 untuk protokol hipoglikemia inpatient, dan ADA/EASD/JBDS/AACE/DTS 2024 consensus report untuk krisis hiperglikemik dewasa. Sesuaikan SOP RS dan kondisi anak/hamil/CKD/HF.

Prinsip Aman Hipoglikemia

D40 25 mL±10 g glukosa
D40 50 mL±20 g glukosa
Anak / neonatus beratutamakan D10 IV; D40 pekat perlu diencerkan
Cek ulang GDS15 menit dewasa; 15–30 menit anak/neonatus
Jangan beri oral pada pasien tidak sadar, kejang, muntah, atau tidak aman menelan. Koreksi dulu glukosa, lalu cari penyebab hipoglikemia.

MAP & Target

Protokol

Pilih kondisi

📚 Sumber & Patokan Algoritma

DefinisiHT emergency = TD sangat tinggi + acute target-organ damage, bukan angka TD saja.
Target umumTurunkan MAP bertahap sekitar 20–25% awal, lalu sekitar 160/100–110 dalam 2–6 jam bila stabil; jangan normalisasi cepat.
PengecualianDiseksi aorta, stroke kandidat trombolisis, stroke hemoragik, eklampsia, dan edema paru punya target khusus.
Sumber pembanding: AHA Scientific Statement 2024 acute care BP; ESC 2024 Elevated BP/Hypertension; AHA/ASA stroke guidance; ACOG/POGI preeklampsia-eklampsia.

Protokol ALE (ESC 2021)

Mengancam jiwa!
A
Posisi & O₂
Duduk 90° · O₂ NRM 10-15 lpm · NIV jika hipoksia berat
1
Furosemid — bila overload/kongesti
40-80 mg IV pelan · Kateter · Hati-hati bila SBP <90 mmHg karena risiko hipotensi/perburukan perfusi
2
Vasodilator (SBP ≥90)
NTG SL 0.4mg/5mnt → NTG IV 10-200 mcg/mnt
3
HT berat
Nikardipin 5-15 mg/jam IV
4
Inotropik (SBP<90)
Dobutamin 2-20 mcg/kg/mnt
Furosemid bukan otomatis untuk semua sesak. Bila SBP <90, akral dingin, hipovolemia, RV infarct/PE/tamponade dicurigai → evaluasi ulang sebelum diuretik. Morfin TIDAK rutin (ESC 2021).

Target

SpO₂≥95%
SBP90-140 mmHg
HR<100 bpm
Urine>0.5 mL/kg/jam
Tidak respons 30 mnt → intubasi/ICU

Protokol GIB Atas

A
Stabilisasi
IV 2 jalur · RL/NS · NGT · O₂
1
PPI Bolus
Omeprazole/Panto 80mg IV dlm NS 100mL → 15-30mnt
2
PPI Drip 72 jam
8 mg/jam · 40mg/50ml NS SP → 5 mL/jam
3
Transfusi
Hb ≥7 (≥8 jika PJK)
4
Endoskopi 24 jam
Varises: + Somatostatin + Ceftriaxone 1g IV

Kalkulator PPI SP

🚨 First Aid Burn — STOP, COOL, COVER (EMSB UK 2020)

Efektif HANYA dalam 3 jam pertama post-burn!
1
STOP — Hentikan proses pembakaran
Stop, Drop, Cover (face), Roll. Padamkan api. Lepas pakaian terbakar/tersiram cairan panas. Lepas perhiasan (cincin, kalung). Pakaian melekat → potong sekitar, biarkan yang lengket.
2
COOL — Air mengalir 15°C × 20 menit
Air dingin mengalir (range 8-25°C, ideal 15°C) selama 20 menit. JANGAN pakai es atau air es (vasokonstriksi → memperdalam luka, hipotermia). Untuk anak: pantau suhu inti, hangatkan badan yang tidak terbakar, ruang >30°C. Bila >3 jam onset → cuci dengan saline/air bersih saja, tidak perlu cooling lagi.
3
COVER — Tutup steril/Cling film
Cling film (plastik wrap) — ideal untuk transport, mencegah penguapan dan hipotermia, terutama anak. Atau kain bersih kering. Untuk transport jauh: Jelonet/Bactigras (chlorhexidine tulle gras) dengan balutan ringan. Topical (Acticoat/SSD/Bactigras) hanya bila transport >jam dan konsultasi dengan burn centre.
4
ELEVATION
Elevasi tungkai/lengan/kepala terbakar untuk kurangi edema. Bisa hindari escharotomy pada limb circumferential burns.
JANGAN: oleskan minyak/odol/mentega/kopi/abu rokok — tidak ada bukti, infeksi, susah dinilai derajat. JANGAN pecah bula. JANGAN beri cairan oral pada luka bakar >10% TBSA (paralisis ileus → muntah/aspirasi).

🗺️ Body Diagram — Tap Area Terbakar (Lund-Browder)

Mode v1.0.1: pilih usia, lalu tentukan luas tiap region dengan tombol cepat 0%, 25%, 50%, 75%, 100%. Mode ini lebih ringan daripada slider manual dan tetap praktis untuk IGD. Total %TBSA otomatis masuk ke kalkulator Parkland.
TBSA: hitung hanya luka bakar derajat 2–3. Derajat 1/eritema saja tidak masuk total TBSA. Nilai pediatrik dikonsolidasikan dari Lund-Browder/JTS 2025: kepala makin kecil seiring usia, tungkai makin besar.
Total %TBSA Terpilih
0%

✋ Metode Palmar (Luka Kecil Tersebar)

1% TBSA = 1 telapak tangan pasien (termasuk jari). Gunakan untuk luka tersebar atau total <10% TBSA.

💧 Kalkulator Resusitasi Cairan (Modified Parkland + Maintenance Anak)

Modified Parkland: 3 mL Hartmann/RL/kg/%TBSA + maintenance untuk anak; Parkland klasik 4 mL tetap tersedia. Mulai hitung dari waktu onset luka, bukan dari jam tiba IGD.
Isi BB, TBSA, jam onset

📋 Indikasi Rujuk Burn Center (UK National 2020 + ABA)

Luka bakar dewasa>3% TBSA (UK 2020)
Luka bakar anak>2% TBSA (UK 2020)
Full thickness (derajat 3)Setiap luas
Special areasWajah · tangan · kaki · genital · perineum · sendi besar
Listrik · KimiaSelalu rujuk
Inhalation injurySelalu rujuk
Circumferential limb/chestSelalu rujuk (escharotomy?)
Extremes ageAnak <5 atau lansia >65 thn
Komorbid signifikanDM, gagal jantung/ginjal, immunocompromised
HamilSelalu rujuk
Trauma terkaitSelalu rujuk
Curiga NAI (Non-Accidental Injury)Selalu rujuk + lapor
Target urine output (monitoring resusitasi):
Dewasa: 0.5 mL/kg/jam (atau 30-50 mL/jam)
Anak (<30 kg): 1.0 mL/kg/jam (range 0.5-2)
Haemochromogenuria (urine merah-coklat: rhabdo, electrical, escharotomy): tingkatkan ke 2 mL/kg/jam + Mannitol 12.5 g/L cairan resusitasi.
Pasang kateter urin bila: dewasa >20% TBSA · anak >10-15% TBSA.

🫁 Inhalation Injury — Diagnosis & Tatalaksana

Inhalation injury ↑ mortalitas STAGNAN: 50% TBSA + inhalasi setara dengan 73% TBSA tanpa inhalasi (mortalitas anak).
Tanda Klinis
RiwayatKebakaran ruang tertutup, ledakan, pingsan
WajahLuka facial, alis/bulu hidung hangus, jelaga di nostril/mulut
SputumBerisi karbon (carbonaceous sputum)
SuaraStridor, suara serak, batuk produktif
SaturasiSpO₂ palsu normal pada CO poisoning! Pakai co-oximetry/AGD
Tatalaksana
1
Airway
Intubasi DINI bila stridor, edema progresif, penurunan kesadaran. Setelah edema masif → intubasi sangat sulit! Jangan tunggu sampai late-stage.
2
CO poisoning
O₂ 100% NRM (half-life COHb: 250 mnt udara biasa → 60 mnt dengan O₂ 100%). HBO dipertimbangkan bila COHb >25%, ibu hamil, gangguan neurologis, hilang kesadaran.
Nilai COHb: <10% asimtomatik; 10-30% sakit kepala, mual; 30-50% takikardia, AMS; >50% kejang, koma.
3
Cyanide poisoning
Curigai pada kebakaran rumah/wol/sutra/plastik dengan asidosis metabolik berat & laktat tinggi. Antidot: Hidroxikobalamin 5 g IV (Cyanokit) atau Na-tiosulfat 12.5 g + Na-nitrit 300 mg IV.
4
Cairan
Inhalation injury TINGKATKAN kebutuhan cairan resusitasi (sering perlu >3-4 mL/kg/%TBSA).
5
Bronkoskopi
Diagnostik (klasifikasi inhalation grade 0-IV) dan terapeutik (bersihkan jelaga). Konsul ICU/burn centre.

✂️ Indikasi Escharotomy

Pada full thickness circumferential burns, eskar kaku → tekanan ↑ dengan edema → iskemia distal. Cek tanda dini:
Limb (ekstremitas)Nyeri saat istirahat · nyeri pada gerak pasif jari distal · hilang nadi distal · capillary refill >2 dtk · parestesia · sianosis distal
Chest/abdomenPenurunan compliance ventilator · ↑ peak airway pressure · tidal volume turun · saturasi turun
KapanLakukan SEGERA bila ada tanda — jangan tunda!
DimanaInsisi sepanjang aksis longitudinal limb (bukan persendian) atau anterior aksilaris line ke costal margin (chest)
AnestesiLokal kadang tidak diperlukan (eskar tidak nyeri) — beri sedasi/analgesik IV

💊 Analgesia & Tatalaksana Lain

Lini 1 — Morfin IV0.05-0.1 mg/kg IV titrasi (2-4 mg dewasa, 0.05-0.1 mg/kg anak)
AdjuvanParacetamol 1 g IV/PO tiap 6 jam · Ketamin 0.25-0.5 mg/kg IV (untuk dressing change)
Anti-tetanusCek status TT — beri TT booster ± TIG sesuai protokol
Antibiotik profilaksisTIDAK rutin diberikan (↑ resistensi, infeksi nosokomial). Hanya bila tanda infeksi atau kontaminasi berat.
Stress ulcerCurling ulcer profilaksis: Omeprazole IV/PO bila >20% TBSA
DVT prophylaxisHeparin/Enoxaparin profilaksis bila bedrest panjang
NutrisiMulai dini (24-48 jam): NGT + EN. Hipermetabolisme s/d 200% basal.
TermoregulasiHangatkan ruangan ≥30°C, selimut, hindari hipotermia (kontribusi koagulopati)

Input

📋 Pengenceran

ℹ️ Hasil

Tabel SP

Isi BB

Input

📋 Pengenceran

Info & Hasil

Tabel

Input

📋 Pengenceran

Protokol

Isi BB

Info Sedasi Post-Intubasi

Target (SCCM/ESICM 2018): RASS −2 s/d 0 (light sedation, arousable)
Hindari: deep sedation (RASS <−3) kecuali indikasi khusus (ARDS berat, status epileptikus)
Prinsip ABCDEF: Assess pain → Both SAT & SBT → Choice of sedation → Delirium → Early mobility → Family

Input

📋 Pengenceran

Protokol & Kalkulasi

Isi BB & dosis

Skala RASS (Richmond Agitation-Sedation Scale)

+4 CombativeAgresif, bahaya
+3 Very agitatedCabut selang/akses
+2 AgitatedGerakan non-purposeful
+1 RestlessGelisah ringan
0 Alert & calmTarget ✓
−1 DrowsyEye opening >10 dtk
−2 Light sedationEye opening <10 dtk · Target ✓
−3 ModerateGerakan saat suara
−4 DeepGerakan saat stimulasi fisik
−5 UnarousableTidak respons

Skala CPOT (Nyeri Pasien Tak Bisa Bicara)

Skor 0-2Nyeri minimal — observasi
Skor 3-4Nyeri sedang — tingkatkan analgesia
Skor ≥5Nyeri berat — bolus + reevaluasi
CPOT = ekspresi wajah + gerakan tubuh + tonus otot + kepatuhan ventilator (@ 0-2 poin)

Input

📋 Pengenceran

Protokol

Isi data

Shock Index

SI = HR ÷ SBP · Normal: 0.5-0.9
Isi HR & SBP

Tabel Shock Index

SIInterpretasi
<0.5Bradi / HT
0.5-0.9NORMAL ✓
0.9-1.2Mild — loading cairan
1.2-1.4Moderate — vasopressor
>1.4Severe — ICU

Pulse Pressure - Referensi Cepat

Normal25-50 mmHg
Narrow (<25)Tamponade · Syok kardiogenik · Stenosis aorta
Wide (>50)AR · Sepsis · Tirotoksikosis · Anemia berat · PDA
Very Wide (>80)AR berat · Diseksi aorta · Krisis tiroid
Catatan: Klasifikasi Hipertensi dipindahkan ke menu HT Emergency untuk analisis lebih komprehensif.

TTV NEWS2

Isi parameter

Interpretasi

0-4 (Low)Observasi 4-6 jam
5-6 (Medium)Nilai ulang dokter
≥7 (High)Respons darurat
Skor 3 di 1 paramEskalasi!

Siriraj Score

SSS = (2.5×C) + (2×V) + (2×H) + (0.1×DBP) − (3×A) − 12
TD diastolik = TD pertama kali di IGD
Isi DBP

Gadjah Mada Score

Interpretasi & Target TD

Siriraj >1Hemoragik
Siriraj <−1Iskemik
−1 s/d 1Tdk pasti → CT
Target TD
Iskemik no tPAIntervensi jika SBP>220 atau DBP>120
Iskemik HR>110Diltiazem IV
Iskemik HR≤110Nikardipin 5-15mg/jam
Hemoragik SBP<140 mmHg
Rencana tPASBP <185/110
CT Scan = GOLD STANDARD. Score = skrining!

Mata / Eye (E)

Mata terbuka sendiri4
Buka mata saat dipanggil3
Buka mata saat dicubit/nyeri2
Mata tidak membuka sama sekali1

Bicara / Verbal (V)

Bicara jelas, tahu siapa dan di mana5
Bicara bisa, tapi bingung/ngelantur4
Hanya kata-kata tidak nyambung3
Hanya suara erangan/mengerang2
Tidak bersuara sama sekali1

Gerak / Motor (M)

Ikuti perintah (angkat tangan, dll)6
Tangan menangkis saat dicubit5
Tangan menarik saat dicubit4
Tangan menekuk kaku (Dekortikasi)3
Tangan meluruskan kaku (Deserebrasi)2
Tidak bergerak sama sekali1

Total & Level

Pilih E, V, M

Level Kesadaran

GCSLevel
14-15Kompos Mentis
12-13Apatis
10-11Somnolen
7-9Delirium
4-6Stupor
3Koma
GCS ≤8 → pertimbangkan intubasi!

🚨 Indikasi SEGERA Intubasi

"4 Gagal" — Intubasi jika salah satu:
1. Gagal proteksi jalan napas — GCS ≤8, refleks gag hilang, muntah/aspirasi
2. Gagal oksigenasi — SpO₂ <90% meski O₂ maksimal, PaO₂ <60 dengan FiO₂ ≥50%
3. Gagal ventilasi — PaCO₂ ↑ progresif, pH <7.25, RR >35 atau <8
4. Antisipasi perburukan — shock berat, luka bakar inhalasi, angioedema, syok septik, transport

LEMON Assessment — Sulit Intubasi?

Skor ≥3 = antisipasi sulit intubasi. Panggil bantuan, siapkan alternatif (video laringoskopi, LMA, surgical airway).
LEMON 0 — Tidak ada prediktor

MOANS — Sulit Ventilasi dengan BVM?

M — Mask sealJenggot, trauma fasial
O — Obesitas/ObstruksiIMT >26, late pregnancy
A — Age>55 tahun
N — No teethTidak bergigi
S — Stiff lungsAsma, COPD, ARDS
≥2 prediktor → BVM sulit, siapkan oral/nasal airway + two-person BMV.

SOAP-ME — Persiapan Intubasi

S — SuctionYankauer + suction siap
O — OxygenPreoksigenasi 100% 3 mnt / 8 napas dalam
A — AirwayETT 7.0-8.0 (dewasa) + mandrin + LMA cadangan
P — PositioningSniffing position, bantal bawah kepala
M — MonitorPulse oksi + EKG + NIBP + capnography
E — EquipmentLaringoskop (Mac 3/4) cek lampu + obat RSI

RSI — Rapid Sequence Intubation

1
Preoksigenasi (3-5 mnt)
O₂ 100% NRM atau NIV jika perlu. Target SpO₂ >95%.
2
Pretreatment (opsional)
Fentanyl 1-3 mcg/kg (tumpul respons) · Lidokain 1.5 mg/kg (TIK ↑)
3
Induksi (0 dtk)
Etomidate 0.3 mg/kg (hemodinamik stabil)
atau Ketamin 1.5-2 mg/kg (syok/bronkospasme)
atau Propofol 1.5-2 mg/kg (normotensi)
4
Paralitik (setelah induksi)
Suksinilkolin 1.5 mg/kg (cepat, durasi pendek)
atau Rokuronium 1.2 mg/kg (K+ tinggi/luka bakar)
5
Paralisis → Intubasi (45-60 dtk)
Konfirmasi dengan 5 titik auskultasi + capnography
6
Post-intubasi
Sedasi kontinu (Fentanyl + Midazolam/Propofol) · Setting ventilator · Foto toraks
Target kontak plate-nyala lidokain ≤3× percobaan. Gagal 3× → panggil bantuan + LMA/surgical airway!

Algoritma Awal Hiperglikemia IGD

1
Konfirmasi derajat & risiko DKA/HHS
ABCDE, GDS, status mental, tanda dehidrasi/syok. Bila GDS >250 atau sakit berat: cek keton darah/urin, AGD/VBG, HCO₃, elektrolit terutama K, ureum-kreatinin, osmolalitas bila curiga HHS, EKG, dan cari pencetus infeksi/ACS/stroke/missed insulin.
2
Cairan dulu, tapi jangan buta
Bila tidak overload: kristaloid 500–1000 mL/jam awal lalu reassess. Pada lansia, gagal jantung, CKD/ESRD, hamil, atau ronki: bolus kecil 250 mL dan reassess ketat.
3
Kalium sebelum insulin
Jangan mulai insulin bila K rendah/risiko hipokalemia berat. K <3,5: koreksi K dulu. K 3,5–5,0: insulin + K dalam cairan sesuai protokol. K >5,0: insulin boleh, jangan tambah K dulu, monitor serial.
4
Insulin drip bila indikasi dan monitoring mampu
Gunakan insulin regular/rapid-acting IV sesuai protokol RS. Bila GDS turun <250 mg/dL pada DKA, tambahkan dextrose dan lanjutkan insulin sampai ketosis/asidosis resolusi.
Rujuk/ICU: penurunan kesadaran, syok, pH <7,0, HCO₃ <10, K berat, AKI/ESRD, sepsis/ACS, hamil, atau butuh insulin drip/monitoring yang tidak tersedia.

Cara Menyiapkan Insulin Drip

1. Spuit 1 cc
2. Novorapid 100IU/ml → ambil 0.5 ml = 50 IU
3. + NS 50 cc
4. 1 IU = 1 mL/jam
5. Mulai sesuai protokol GDS/K · Cek GDS serial dan monitor K
Cairan awal dan koreksi K harus dipikirkan sebelum insulin. KI/waspada cairan: ronki, edema paru, gagal jantung, CKD/ESRD.

Cek GDS & Saran Rate Awal

Tabel Praktis Insulin Drip

50IU dlm NS 50cc · 1IU = 1mL/jam
GDSInsulinmL/jam
<70STOPD40% 1 fls
70-140TundaEval ulang
141-1800.5 IU0.5
181-2201 IU1
221-2601.5 IU1.5
261-3002 IU2
301-3402.5 IU2.5
341-3803 IU3
381-4204 IU4
421-4605 IU5
>460LAPOR DPJP

Data

Protokol

Isi BB

Data Pasien & Risiko

Kalkulator Obat

Isi nilai K terlebih dahulu. BB membuat kalkulasi lebih aman, terutama anak.

Protokol Dinamis

Visual Algoritma Cepat

1Proteksi jantungEKG berubah / arrest → calcium dulu, monitor kontinu.
2Shift K masuk selInsulin + glukosa, salbutamol; bikarbonat bila asidosis berat.
3Buang K dari tubuhDiuresis bila masih berkemih, binder, hemodialisis bila berat/refrakter.
Safety: calcium tidak menurunkan K; insulin menurunkan K tetapi bisa menyebabkan hipoglikemia. Jangan campur calcium dengan bikarbonat dalam jalur yang sama.

Ringkasan Obat & Monitoring

Stabilisasi jantung
Ca chloride 10%10 mL IV ±5 menit — EKG berubah/peri-arrest/arrest
Ca glukonas 10%Sediaan umum 10 mL/ampul. Untuk mode AHA/ACLS cautious: berikan 10 mL IV pelan dulu, reassess EKG, ulang 10 mL tiap 5–10 menit bila EKG menetap sampai total 30 mL sesuai SOP. 30 mL single-dose adalah pendekatan UKKA/MHRA, bukan default AHA.
Onset1–3 menit; durasi ±30–60 menit
Redistribusi K
Dewasa moderate/severeInsulin regular 10 U IV + glukosa 25 g
Anak severe/ECGInsulin 0,1 U/kg maks 10 U + D10 5 mL/kg; moderate perlu konsultasi/protokol
Salbutamol nebuDewasa 10–20 mg; anak sesuai BB
Eliminasi K
Diuretikhanya bila masih berkemih & sesuai status cairan
BinderSZC/patiromer/resin sesuai formularium lokal
HemodialisisK berat/refrakter, AKI/CKD/anuria, overload, arrest
Sumber klinis ringkas
Adult acute hyperkalaemia
UK Kidney Association 2023; Resuscitation Council UK/ERC Special Circumstances 2025. Threshold dewasa: borderline 5,2–5,4 sesuai rujukan aplikasi; mild guideline ≥5,5.
Pediatric hyperkalaemia
Royal Children’s Hospital Melbourne CPG, updated 2024: anak mild 5,5–6,0; moderate 6,1–7,0; severe >7,0. Tetap sesuaikan SOP lokal, ketersediaan obat, dan advis konsulen.

🐕 Rabies (WHO 2022)

Jadwal Essen 4-Dosis
Hari 0Dosis 1 — segera!
Hari 3Dosis 2
Hari 7Dosis 3
Hari 14Dosis 4
RIG — Rabies Immunoglobulin (khusus Kategori III)
RIG 20 IU/kg (HRIG) atau 40 IU/kg (ERIG). Infiltrasikan SEBANYAK MUNGKIN di sekitar luka, sisa IM di tempat jauh dari VAR.

💉 Tetanus

TT/Td/Tdap0.5 mL IM deltoid
TIG250 IU IM (sisi BEDA)

🧪 AGD Interpreter — Klinis

Jangan berhenti di asidosis/alkalosis. AGD harus menjawab: gangguan primer, kompensasi sesuai/tidak, anion gap, oksigenasi, kemungkinan penyebab, dan tindakan awal. Selalu kaitkan dengan klinis pasien.

Input AGD Dasar

Konteks Klinis Opsional

Isi bila tersedia agar aplikasi bisa memberi kemungkinan penyebab dan tatalaksana yang lebih spesifik. Kalau tidak tersedia, interpretasi tetap bisa jalan dari pH/PaCO₂/HCO₃.

Cara Membaca Output

Output AGD sekarang dibuat sebagai clinical reasoning: mulai dari pH, gangguan primer, kompensasi, AG/delta ratio, oksigenasi, lalu konteks klinis untuk tracking etiologi. Jangan memakai satu angka saja untuk menentukan diagnosis.

Hasil Interpretasi

Isi pH, PaCO₂, dan HCO₃.

Nilai Normal & Rumus

pH7.35–7.45
PaCO₂35–45 mmHg
HCO₃22–26 mEq/L
PaO₂80–100 mmHg pada RA
AGNa − Cl − HCO₃, normal ±8–12
Albumin correctionAGcorr = AG + 2.5 × (4 − albumin)
WinterPaCO₂ expected = 1.5 × HCO₃ + 8 ±2
P/F ratioPaO₂ / FiO₂

Koreksi Natrium (Analisis Volumetrik)

Koreksi Na maks: 8-10 mEq/L/24 jam (risiko ODS/CPM!). Pada kronik, lebih lambat (4-6 mEq/L/24 jam).

Koreksi Kalium

KCl JANGAN IV bolus langsung!

Koreksi Kalsium

Ca terkoreksi = Ca + 0.8×(4−Alb)

Koreksi Magnesium

Kalkulator Antidot

Isi BB

Toksidrom

KOLINERGIK (DUMBELS)
Salivasi·Lakrimasi·Urinasi·Defekasi·Emesis·Bradi·Miosis
Antidot: Atropin + 2-PAM
SIMPATOMIMETIK
Agitasi·Takikardi·HT·Midriasis·Diaforesis
BDZ. JANGAN beta-bloker (kokain)!
OPIOID (TRIAD)
Miosis·Depresi napas·Penurunan kesadaran
Antidot: Nalokson
ANTIKOLINERGIK
Takikardi·Kering·Midriasis·Retensi urine·Delirium
"Mad, Blind, Hot, Dry, Bound"

Antidot Cepat

OpioidNalokson 0,04–0,4 mg titrasi; dapat 2 mg bila apnea/arrest
BDZFlumazenil 0,2 mg IV hanya kasus terpilih; hindari pada seizure/TCA/mixed OD
OrganofosfatAtropin sampai sekresi kering + pralidoksim bila tersedia
DigoxinDigoxin immune Fab pada aritmia mengancam nyawa/hiperkalemia berat
CO100% O₂ segera; pulse ox bisa tampak normal; pertimbangkan HBOT bila berat/hamil
Beta BlockerHDI awal + vasopressor; glucagon dapat dicoba; siapkan ICU/ECMO bila refrakter
SianidaHydroxocobalamin segera; jangan tunggu konfirmasi bila kecurigaan kuat
Metanol/EGFomepizole 15 mg/kg; koreksi asidosis; hemodialisis bila berat
Paracetamol ODN-Asetilsistein sesuai nomogram/waktu ingest
Pusat Keracunan: 021-4250767. Pada intoksikasi berat, telepon toxicologist/ICU lebih awal—jangan tunggu pasien arrest.

🔥 Algoritma Intoksikasi Kritis yang Sering Terlewat

CO / Karbon Monoksida
Pikirkan pada kebakaran/ruang tertutup/genset/knalpot. Gejala bisa sakit kepala, mual, sinkop, AMS, nyeri dada, aritmia. SpO₂ biasa bisa palsu normal; beri 100% O₂ dulu.
Beta Blocker
Bradi + hipotensi + shock kardiogenik, kadang hipoglikemia/kejang terutama propranolol. Jangan hanya atropin. Siapkan high-dose insulin + vasopressor.
Sianida
Kecurigaan tinggi: smoke inhalation ruang tertutup + hipotensi/AMS/kejang + laktat tinggi/asidosis berat. Hydroxocobalamin segera; hasil lab jangan menunda antidot.

📚 Sumber Toksikologi

Rujukan ringkas: AHA 2023 Focused Update on poisoning-related cardiac arrest/life-threatening toxicity; CDC Clinical Guidance for Carbon Monoxide Poisoning; toxicology/poison center protocols. Sesuaikan dengan antidot yang tersedia di RS dan konsultasi senior/toxicologist.

🍺 Intoksikasi Alkohol Akut — IGD

Red Flag First: jangan label “mabuk” sebelum menyingkirkan hipoglikemia, trauma kepala, opioid/sedatif co-ingestion, stroke, sepsis, hipoksia/hiperkapnia, dan toxic alcohol. Alkohol sering menutupi diagnosis berbahaya.

Assessment Cepat

Output

Isi minimal GCS/GDS/TTV atau centang red flags

Algoritma Praktis

A
Airway & proteksi aspirasi
Posisi lateral/recovery bila aman, suction bila ada, oksigen bila hipoksemia. GCS ≤8, muntah berulang, aspirasi, atau napas tidak adekuat → airway support/rujuk emergensi.
B
Breathing
Pantau RR dan SpO₂. RR rendah atau SpO₂ rendah → pikir opioid/sedatif co-ingestion, aspirasi, trauma, hipoglikemia, atau penyakit paru; jangan hanya anggap alkohol.
C
Circulation & suhu
IV line bila sedang/berat, cairan bila hipotensi/dehidrasi, hangatkan bila hipotermia. EKG bila palpitasi, sinkop, QT risk, atau co-ingestion.
D
Disability: GDS wajib
Hipoglikemia harus segera dikoreksi. Bila tiamin tersedia dan pasien malnutrisi/alkohol kronik, berikan tiamin sebelum/bersamaan dengan glukosa; jangan tunda glukosa pada hipoglikemia berat.
E
Exclude hidden danger
Cari trauma kepala, stroke, infeksi/sepsis, toxic alcohol, co-ingestion, kekerasan, dan risiko bunuh diri. Observasi sampai sadar membaik dan aman pulang.

What Not To Do

• Jangan menulis “mabuk” sebagai diagnosis akhir sebelum GDS dan trauma/co-ingestion dinilai.
• Jangan memberi sedatif tambahan untuk “menenangkan” tanpa indikasi dan monitoring airway.
• Jangan memulangkan pasien yang masih GCS turun, jalan tidak stabil, muntah berulang, hipotensi, hipoksia, trauma kepala, ide bunuh diri, atau tidak ada pendamping aman.
• Jangan lupa bahwa withdrawal berbeda dari intoxication: withdrawal biasanya muncul setelah penurunan/berhenti alkohol dan butuh benzodiazepine/protokol tersendiri.

Kriteria Rujuk/Rawat

Airway/BreathingGCS ≤8, aspirasi, RR rendah, SpO₂ rendah, butuh airway/ventilasi
Trauma/neurologicedera kepala, defisit fokal, kejang, kesadaran tidak membaik sesuai waktu
Metabolik/toksikhipoglikemia berulang, hipotermia, asidosis/osmolar gap, curiga metanol/ethylene glycol
Psikiatri/sosialide bunuh diri, kekerasan, anak/remaja, tidak ada pendamping aman

Sumber Ringkas

Pendekatan mengikuti prinsip ED/toxicology: ABCDE, GDS cito, supportive care, thiamine pada risiko defisiensi/Wernicke, koreksi hipoglikemia segera, dan evaluasi trauma/co-ingestion/toxic alcohol. Sesuaikan dengan protokol RS dan konsultasi senior bila ragu.

Sistemic Inflammatory Response Syndrome

SIRS = ≥2 dari 4 kriteria. Sepsis = SIRS + sumber infeksi. Sepsis berat = + disfungsi organ. Syok sepsis = + hipotensi refrakter cairan + laktat ≥2.
Kriteria SIRS
SIRS 0/4 — Tidak SIRS

qSOFA (Quick SOFA — Bedside)

qSOFA cepat di IGD. Skor ≥2 = risiko mortalitas tinggi pada infeksi.
qSOFA 0/3

Sepsis Bundle 1-Hour (SSC 2021)

1
Ukur Laktat
Re-cek bila >2 mmol/L
2
Kultur darah SEBELUM antibiotik
Min 2 set, aerob+anaerob
3
Antibiotik spektrum luas
Dalam 1 jam · sesuai sumber infeksi
4
Cairan kristaloid 30 mL/kg
Bila hipotensi atau laktat ≥4
5
Vasopressor jika MAP <65 setelah cairan
Norepinefrin lini 1: 0.05-0.5 mcg/kg/mnt

Sequential Organ Failure Assessment

SOFA evaluasi 6 sistem organ. Skor 0-4 per organ. Total ≥2 (dari baseline) = sepsis menurut Sepsis-3 (2016).

1. Respirasi (PaO₂/FiO₂)

2. Koagulasi (Platelet)

3. Liver (Bilirubin total)

4. Kardiovaskular (MAP / Vasopressor)

5. CNS (GCS)

6. Renal (Kreatinin / Urine output)

Total SOFA Score

Pilih semua parameter

Skoring TB Anak (IDAI 2016)

Skor ≥6 = TB pada anak. Diagnosis & mulai OAT 2RHZ/4RH. Skor 4-5 dengan klinis kuat → pertimbangkan terapi percobaan.
1. Kontak TB
2. Uji Tuberkulin (Mantoux)
3. Status Gizi (BB/U)
4. Demam Tanpa Sebab Jelas
5. Batuk Kronik
6. Pembesaran Kelenjar Limfe
7. Pembengkakan Tulang/Sendi (Pinggul, Lutut, Falang)
8. Foto Toraks

Total Skor TB Anak

Pilih semua parameter

🍽️ Pendekatan Awal Keracunan Makanan

Anamnesis kunci: Apa yang dimakan? Berapa jam yang lalu? Berapa orang yang sakit? Sumber air? Riwayat alergi/medikasi?
Tanda bahaya: dehidrasi berat, diare berdarah, demam tinggi, nyeri perut hebat, neurologis (lemas, paresis, diplopia, dll).
1
Stabilisasi ABC
IV line, monitoring TTV, GDS, EKG bila perlu
2
Rehidrasi
RL/NS sesuai derajat dehidrasi (lihat App 1 - Cairan)
3
Antiemetik
Ondansetron 4-8 mg IV (dewasa) atau 0.15 mg/kg (anak, maks 4 mg)
4
Identifikasi penyebab
Tentukan tipe (lihat tabel)
5
Tatalaksana spesifik
Sesuai etiologi (lihat protokol)

📋 Klasifikasi Berdasarkan Onset & Gejala

OnsetPenyebabGejala Khas
1-6 jamS. aureus, B. cereus (toksin)Mual, muntah hebat
6-24 jamC. perfringens, B. cereus (diare)Diare, kram
16-72 jamSalmonella, Shigella, VibrioDemam, diare ± berdarah
1-3 hariE. coli (EHEC, ETEC)Diare berdarah, HUS
2-5 hariCampylobacterDiare berdarah, sindrom GBS
12-72 jamBotulismeParesis desenden, diplopia

🦠 Bakteri / Toksin (Umum)

Salmonella, Shigella, Campylobacter (Diare invasif/berdarah)
Tatalaksana umumRehidrasi + antiemetik
Antibiotik (bila berat/imunokompromis)Ciprofloxacin 2×500 mg PO 3-5 hari
AnakAzitromisin 10 mg/kg/hari × 3 hari
HindariLoperamid pada diare berdarah!
EHEC (E. coli enterohemorrhagic, O157:H7)
JANGAN beri antibiotik! Memicu pelepasan Shiga toxin → HUS. Cukup rehidrasi & monitor fungsi ginjal, trombosit, Hb. HUS: anemia hemolitik + trombositopenia + AKI.
S. aureus / B. cereus (Toksin pra-bentuk)
Onset1-6 jam (sangat cepat)
TatalaksanaSuportif saja (self-limiting 24 jam)
AntibiotikTidak diperlukan
Vibrio cholerae (Kolera)
KhasDiare profus "rice water"
RehidrasiRL agresif (defisit besar!)
AntibiotikDoxycycline 300 mg dosis tunggal (dewasa)
AnakAzitromisin 20 mg/kg dosis tunggal

⚠️ Botulisme (Clostridium botulinum)

EMERGENCY NEUROLOGIK! Mortalitas tinggi tanpa tatalaksana cepat.
Trias Klinis
1. SumberMakanan kalengan, fermentasi rumahan, madu (bayi)
2. Gejala awalDiplopia, disfagia, disartria, ptosis
3. ProgresivitasParesis desenden simetris → gagal napas
Tatalaksana
Antitoksin botulinumHeptavalen — segera (jangan tunggu lab)
HubungiDinkes / Kementerian Kesehatan
Bayi (<1 thn)BabyBIG (immunoglobulin)
VentilatorSiapkan — gagal napas pada hari ke-1-3
JANGANAminoglikosida (memperburuk paralisis)

🐟 Scombroid (Histamin dari ikan)

Onset 10-60 menit setelah makan ikan tuna/makarel/sarden tidak fresh. Bukan alergi sejati — keracunan histamin.
GejalaFlushing, pruritus, urtikaria, sakit kepala, palpitasi, diare
Lini 1Difenhidramin 25-50 mg IV/IM/PO
Lini 2+ Ranitidin 50 mg IV (H2 blocker)
Bila wheezing/syokEpinefrin 0.3-0.5 mg IM (anafilaktoid)

🐡 Ciguatera (Toksin ikan karang besar)

Onset 1-24 jam setelah makan ikan barakuda, kerapu, snapper besar.
Gejala khasPembalikan sensasi suhu (panas terasa dingin)
LainGI (mual/diare) + neurologis (parestesia, mialgia, bradikardia)
TatalaksanaMannitol 1 g/kg IV (bila berat)
SuportifCairan, analgesik, atropin bila bradikardi
HindariAlkohol, kacang-kacangan, ikan (gejala bisa kambuh berbulan-bulan!)

🍄 Keracunan Jamur

Onset Cepat (≤6 jam) — biasanya RINGAN
GejalaMual, muntah, diare, kram
TatalaksanaSuportif, rehidrasi
AntimuskarinikAtropin bila DUMBELS (jamur muskarinik)
Onset Lambat (≥6 jam) — BERAT, mortalitas tinggi
Amanita phalloides dan jamur hepatotoksik. Onset gejala GI 6-24 jam → fase tenang → gagal hati hari ke-3-5.
TatalaksanaN-asetilsistein + silibinin (kalau ada) + suportif
Karbon aktif1 g/kg PO bila masih dalam 1-2 jam
RujukPusat transplantasi hati segera

🥜 Keracunan Jengkol (Djenkolism)

Akumulasi asam jengkolat → kristalisasi di tubulus ginjal → nyeri pinggang, hematuria, AKI.
GejalaNyeri pinggang/perut, kolik, oliguria/anuria, hematuria, bau jengkol di urin/napas
Onset2-12 jam setelah makan
Lini 1Hidrasi agresif (NaCl 0.9% / RL) — target urine >2 mL/kg/jam
Alkalinisasi urinNaHCO₃ IV — target pH urin >7.0
AnalgesikTramadol/parasetamol (HINDARI NSAID karena nefrotoksik)
Bila AKI beratHemodialisis
EdukasiHindari jengkol seterusnya, banyak minum bila terpaksa

🥔 Keracunan Singkong (Sianida)

Singkong pahit/tidak diolah benar mengandung linamarin → HCN. Ubi gadung juga risiko.
Gejala ringanMual, sakit kepala, takipnea
Gejala beratPenurunan kesadaran, kejang, asidosis metabolik HAGMA, hipoksia jaringan
KhasBau "almond pahit" pada napas, SaO₂ tinggi tapi ekstraksi O₂ rendah
Antidot 1 (bila ada)Hidroxikobalamin 5 g IV (paling aman)
Antidot 2 (klasik)Na-tiosulfat 12.5 g IV + Na-nitrit 300 mg IV
SuportifO₂ 100%, NaHCO₃ untuk asidosis, intubasi bila perlu

📞 Hubungi

SIKer (Sentra Informasi Keracunan) BPOM: 1500-533
Pusat Keracunan Nasional RSCM: 021-4250767
Dinkes setempat bila wabah keracunan massal

🧠 Stroke Akut Terpadu

Tujuan: jangan kehilangan jendela reperfusi. Tentukan last-known-well, cek GDS, non-contrast CT, skrining LVO, lalu pilih jalur IV thrombolysis / EVT / rujukan stroke center.

Data Cepat

Output Algoritma

Isi data stroke akut

Checklist Jangan Terlewat

0–10 menitABCDE, GDS, onset/LKW, NIHSS, akses IV, EKG, darah dasar bila tidak menunda CT
ImagingNCCT untuk exclude bleed; CTA/CTP bila curiga LVO atau window lanjut
IVT window≤4,5 jam dan eligible; alteplase atau tenecteplase sesuai protokol RS
EVT windowLVO anterior/posterior terpilih, bisa sampai 24 jam dengan imaging dan stroke center
Jangan: memberi aspirin sebagai pengganti reperfusi bila pasien eligible IVT/EVT; menunda CT karena menunggu lab non-kritis; menurunkan BP agresif tanpa indikasi.

📏 NIHSS Quick Calculator

Gunakan untuk komunikasi objektif defisit stroke. Ini quick scoring bedside, bukan pengganti pelatihan NIHSS formal.

Komponen NIHSS

Hasil NIHSS

🩸 ICH Dewasa — ICH Score

Untuk perdarahan intraparenkim spontan. Prioritas: ABC, CT, kontrol tekanan darah terukur, reverse antikoagulan, deteksi hidrosefalus/kompresi batang otak, dan rujuk neuro/bedah saraf.

Data ICH Score

Output ICH

⚡ SAH / Thunderclap Headache

SAH bukan “migraine berat”. Thunderclap onset, sinkop, meningismus, muntah, defisit fokal, atau penurunan kesadaran harus diperlakukan sebagai SAH sampai terbukti lain.

Data Cepat

Output SAH

🧠 Kalkulator Interpretasi Neurologi

Pilih hasil pemeriksaan utama untuk mendapatkan kemungkinan lokalisasi lesi dan diagnosis banding.
1. Pola Defisit Motorik
2. Tipe Kelemahan (UMN vs LMN)
3. Tanda Tambahan

Skala Kekuatan Otot (MRC 0-5)

0Tidak ada kontraksi
1Kontraksi terlihat tanpa gerakan
2Gerakan dengan eliminasi gravitasi
3Melawan gravitasi (tdk tahanan)
4Melawan tahanan ringan-sedang
5Normal (melawan tahanan penuh)

UMN vs LMN — Tabel Perbandingan

CiriUMNLMN
TonusSpastik ↑Flaksid ↓
RefleksHiperaktif (klonus +)↓ atau hilang
AtrofiDisuse minimalJelas (denervasi)
Babinski(+)(−)
Fasikulasi(−)(+)
PolaPyramidal: lengan fleksor, tungkai ekstensorDistribusi saraf/segmen

Pola Pupil — Lokalisasi

Isokor 2-4 mm reaktifNormal
Pin-point bilateral (1-2 mm)Lesi pons · Opioid · Klonidin
Midriasis bilateral fixedHerniasi · Anoxic brain · Antikolinergik · Cocain
Anisokor + ptosis (sisi midriasis)N III palsy → herniasi uncus!
Anisokor + ptosis + miosis (Horner)Lesi simpatis: arteri karotis, apex paru, batang otak
Mid-position fixed (4-6 mm)Lesi midbrain

Saraf Kranial — Pemeriksaan Cepat

N I (Olfaktorius)Penciuman
N II (Optikus)Visus, lapang pandang, fundus
N III/IV/VIGerak bola mata 6 arah, pupil, ptosis
N V (Trigeminus)Sensasi wajah, gigit, refleks kornea
N VII (Fasialis)Senyum, kerut dahi, tutup mata
N VIII (Vestibulokoklear)Pendengaran, vertigo
N IX/X (Glosofaringeus/Vagus)Refleks gag, suara, disfagia
N XI (Aksesorius)Angkat bahu, putar leher
N XII (Hipoglosus)Lidah julur — deviasi?
N VII Sentral (UMN): hanya wajah bawah lumpuh, dahi normal (lesi kontralat di korteks/kapsula).
N VII Perifer (LMN): seluruh wajah satu sisi lumpuh termasuk dahi (Bell's palsy, lesi nukleus/saraf).

Tanda Meningeal & Iritasi Meningens

Kaku kudukResistensi fleksi pasif kepala
KernigTidak bisa ekstensi lutut sampai 135° saat panggul fleksi 90°
Brudzinski IFleksi paksa leher → fleksi otomatis lutut
Brudzinski IIFleksi 1 lutut → fleksi otomatis kontralateral
LasequeNyeri saat angkat tungkai lurus <70° (radikulopati lumbal)
Tanda meningeal positif → meningitis, SAH, ensefalitis. CT scan dulu, lalu LP bila tidak ada KI.

🚨 Triad Cushing (Herniasi)

HT + Bradikardia + Pernapasan tidak teratur = ↑ TIK kritikal, herniasi imminent!
Tindakan Segera
PosisiElevasi kepala 30°, leher netral
Hiperventilasi sementaraPaCO₂ target 30-35 mmHg (hanya bridging)
Mannitol 20%0.5-1 g/kg IV bolus 5-15 mnt
Alt: Saline 3%3-5 mL/kg IV bolus
Kontrol nyeri/agitasiSedasi (fentanyl, midazolam)
KonsulBedah saraf SEGERA — kraniektomi dekompresi?

Data

Isi BB

Protokol PERDOSSI 2022

A
Stabilisasi
Posisi lateral/recovery position bila aman · O₂ bila hipoksemia · suction bila ada · IV · GDS cito · Monitor EKG
1
Diazepam IV
1 ampul (10mg) dalam 10cc NS
Bolus IV pelan sampai kejang berhenti
Maks 20 mg/IV/24 jam
2
Fenitoin IV
Loading 15-20 mg/kg IV · Maks 50 mg/mnt
3
Fenobarbital IV
Loading 15-20 mg/kg IV · <60 mg/mnt · Siapkan intubasi!

Apa maksud “miring”?

“Miring” = posisi lateral / recovery position. Secara umum boleh miring kiri atau kanan; pilih sisi yang paling aman dan mudah dilakukan. Prioritaskan miring kiri bila memungkinkan, terutama pada pasien hamil besar/postpartum atau bila tidak ada hambatan trauma, karena membantu mengurangi kompresi vena cava. Bila sisi kiri tidak memungkinkan, miring kanan tetap boleh—tujuan utamanya adalah menjaga jalan napas dan membantu sekret/muntah keluar.
Kapan dilakukan?Bila aman, terutama setelah gerakan kejang berkurang/berhenti atau saat pasien post-ictal dengan risiko aspirasi.
Saat kejang aktif?Jangan memaksa menahan atau memutar pasien kuat-kuat. Fokus lindungi kepala, jauhkan benda berbahaya, longgarkan pakaian ketat, timer durasi kejang.
Trauma kepala/leher?Jangan asal memutar leher. Pertahankan C-spine; bila perlu miring kiri/kanan dengan log-roll dan bantuan, pilih sisi yang paling aman.
Hamil besar / postpartumPilih miring kiri bila memungkinkan. Bila tidak bisa karena posisi/cedera/ruang terbatas, miring kanan tetap lebih baik daripada terlentang dengan risiko aspirasi.
Jangan: memasukkan sendok/jari/benda ke mulut, menahan gerakan kejang, memberi minum/obat oral sebelum sadar penuh, atau meninggalkan pasien sebelum pulih.

Penyebab

MetabolikHipoglikemia·Hipo-Na
StrukturalStroke·Tumor·Trauma
Infeksi SSPMeningitis·Ensefalitis
ToksikAlkohol·OD
EklampsiaHamil - SELALU cek!
GDS CITO WAJIB setiap kejang!

Catatan: bila episode “mirip kejang”

Maksud “mirip kejang” adalah episode yang tampak seperti kejang tetapi diagnosis belum pasti. Tetap stabilisasi ABC, cek GDS, dan cari red flags. Differential: sinkop aritmia, hipoglikemia, stroke/ICH, intoksikasi, tremor/rigor, distonia, psikogenik, atau eklampsia pada hamil/postpartum. Bila tidak yakin namun pasien tidak sadar/hipoksia/cedera/kejang berulang → perlakukan sebagai emergency dan rujuk.

🚨 Timeline ILAE 2022

0-5 MENITABC · IV · O₂ · GDS cito
5-20 MENITBDZ IV segera
Diazepam 10-20mg · Lorazepam 4mg · Midazolam 10mg IM
20-40 MENITLini 2: Fenitoin 15-20mg/kg · Valproat 30-40mg/kg · Levetiracetam 60mg/kg
40-60 MENITSE Refrakter: Midazolam drip 0.1-0.4mg/kg/jam · Propofol 1-2mg/kg
>60 MENITSuper-refrakter: ICU · EEG kontinu · Anestesi umum

Kalkulator Dosis

Isi BB

Definisi SE

DefinisiKejang ≥5 mnt atau 2+ tanpa pemulihan
RefrakterTdk respons 2 obat adekuat
Super-refrakter≥24 jam meski anestesi
SE >30 menit → kerusakan neuron permanen!

📈 STEP — Pendekatan Sistematis EKG

Mnemonic STEP: Speed (rate) · Timing (interval) · Electrical axis · Pattern (morfologi). Selalu kerjakan urut, jangan langsung interpretasi!

1️⃣ Speed — Rate

Reguler300 ÷ jumlah kotak besar antar R-R
Reguler (akurat)1500 ÷ jumlah kotak kecil R-R
IregularHitung kompleks dalam 10 detik (50 kotak besar) × 6
Bradikardia<60 bpm
Normal60-100 bpm
Takikardia>100 bpm

2️⃣ Timing — Irama & Interval

Reguler atau Iregular?
Iregular iregulerAF · MAT · PAT dengan blok
Reguler ireguler2nd degree AV block · Aritmia sinus
Interval Normal
PR interval120-200 ms (3-5 kotak kecil)
QRS<120 ms (<3 kotak kecil)
QT<½ R-R (kasar)
QTc (Bazett)L: <450 ms · P: <460 ms

3️⃣ Electrical Axis

Normal axis−30° s/d +90° (Lead I & II positif)
Left axis deviation−30° s/d −90° (Lead I positif, II negatif)
Right axis deviation+90° s/d +180° (Lead I negatif, II positif)
Extreme axis (NW)−90° s/d −180° (Lead I & II negatif) — VT, dekstrokardia, hiperkalemia
Cek cepat: Lihat Lead I dan Lead aVF.
I (+) & aVF (+) → Normal
I (+) & aVF (−) → LAD
I (−) & aVF (+) → RAD
I (−) & aVF (−) → Extreme

4️⃣ Pattern — Morfologi (P, QRS, ST, T)

Gelombang P
P pulmonaleP tinggi (>2.5 mm) di II, III, aVF — RA enlargement
P mitraleP bifid lebar (>120 ms) di II — LA enlargement
P absentAF · Junctional · Hyperkalemia (sinoventricular)
QRS
Q patologis≥40 ms atau ≥¼ amplitudo R — old MI
RBBBQRS >120 + rSR' di V1 + S lebar di I, V6
LBBBQRS >120 + R berkepala lebar di I, V6 + QS di V1
LVH (Sokolow-Lyon)S V1 + R V5/V6 ≥35 mm
ST Segment
ST elevasi≥1 mm di limb · ≥2 mm di precord (cek STEMI criteria)
ST depresiIskemia subendokardial · Reciprocal change · Strain
Gelombang T
T invertedIskemia · Strain · Cerebral T (SAH)
T tinggi (peaked)Hiperkalemia · Hyperacute T (early STEMI)
T flatHipokalemia · Strain · Iskemia kronik

📋 Checklist Pelaporan EKG

1. Rate__ bpm
2. RhythmSinus / AF / SVT / VT / lainnya
3. AxisNormal / LAD / RAD / Extreme
4. IntervalPR / QRS / QTc
5. P waveMorfologi
6. QRSQ patologis · BBB · LVH/RVH
7. ST-TElevation/depresi · T abnormal
8. KesimpulanDiagnosis kerja EKG

🧮 Kalkulator QTc

QTc = koreksi QT terhadap heart rate. Bazett paling umum dipakai (over-correct di HR tinggi). Fridericia lebih akurat untuk takikardia/bradikardia ekstrem.

📏 Kalkulator Heart Rate

🧭 Penentuan Axis (Quadrant Method — cepat)

Cek polaritas QRS net di Lead I dan aVF. Jika butuh sudut presisi, isi mode numerik di bawah.
📐 Mode Numerik (presisi sudut, ° derajat)
Hitung amplitudo QRS net (R minus S, dalam mm) untuk Lead I dan aVF. Algoritma: sudut = atan2(aVF, I) × 180/π.

📋 Penyebab QT Memanjang

ObatAntiaritmia (1A, III) · Antipsikotik · Antibiotik (makrolide, FQ) · TCA · Metadon · Ondansetron dosis tinggi
Elektrolit↓K · ↓Mg · ↓Ca
PatologisLong QT congenital · Iskemia akut · CVA · Hipotermia
QTc >500 ms → risiko Torsades. Tindakan: Stop obat penyebab, koreksi K (4-5), Mg (≥2), monitor EKG kontinu.

🩸 Kriteria STEMI Klasik (4th Universal Definition 2018)

STEMI = ST elevasi baru di ≥2 lead kontigu dengan threshold sesuai lokasi & jenis kelamin.
Limb leads (I, II, III, aVL, aVF)≥1 mm di ≥2 lead kontigu
V1-V3 (laki-laki ≥40 thn)≥2 mm di ≥2 lead kontigu
V1-V3 (laki-laki <40 thn)≥2.5 mm
V1-V3 (perempuan)≥1.5 mm
V4-V6≥1 mm

📍 Lokalisasi Infark

LokasiLeadArteri
AnteriorV3-V4LAD proksimal/mid
SeptalV1-V2LAD septal
AnteroseptalV1-V4LAD
AnterolateralV3-V6, I, aVLLAD/LCx
Lateral tinggiI, aVLLCx (ramus diagonal)
LateralV5-V6LCx
InferiorII, III, aVFRCA (80%) atau LCx
PosteriorV7-V9 atau V1-V3 reciprocalRCA distal / LCx
RVV3R, V4RRCA proksimal

⚠️ Posterior MI — Sering TERLEWAT!

Curigai posterior MI bila ada perubahan reciprocal di V1-V3.
Tanda di V1-V3ST DEPRESI ≥0.5 mm + R prominent (R/S >1 di V2) + T tegak tinggi
KonfirmasiPasang lead V7-V9 (posterior). ST elevasi ≥0.5 mm = posterior STEMI
Lokasi V7-V9V7: linea aksilaris posterior · V8: midscapular · V9: paraspinal
TatalaksanaSama dengan STEMI lainnya — reperfusi!

⚠️ Inferior MI — Cek RV!

Pada inferior STEMI (II, III, aVF) WAJIB pasang V3R-V4R untuk eksklusi RV infark!
RV infarkST elevasi ≥1 mm di V4R
Implikasi klinisPreload-dependent → HINDARI nitrat & diuretik!
TatalaksanaLoading cairan RL 250-500 mL · Inotropik bila perlu

🔴 STEMI Equivalent — TIDAK ada ST elevasi tapi tetap reperfusi!

1. LBBB Baru / Diketahui Baru — Sgarbossa Criteria
Sgarbossa tradisional (≥3 poin = STEMI). Modifikasi (Smith): ST/S ≥−0.25 sangat spesifik.
Concordant ST elevasi ≥1 mm5 poin
Concordant ST depresi ≥1 mm di V1-V33 poin
Discordant ST elevasi ≥5 mm2 poin (Smith: rasio ≥0.25)
Total ≥3STEMI sangat mungkin → reperfusi
2. Lead aVR ST Elevasi (≥1 mm) + ST Depresi Difus
CurigaiStenosis Left Main / Triple-vessel disease
TatalaksanaPCI emergency, bukan trombolisis
3. De Winter T-Waves (LAD oklusi proksimal — lihat menu Wellens)
4. Hyperacute T Waves — fase paling awal STEMI (menit pertama)

🚨 Stabilisasi Awal (Universal — semua RS, ESC 2023)

A
Initial — MONA-B (modifikasi)
Morfin 2-4 mg IV (bila nyeri persisten, hindari pada hipotensi)
O₂ HANYA bila SpO₂ <90% (rutin tidak direkomendasikan)
Nitrat SL 0.4 mg/5 mnt × 3 (KI: RV infark, hipotensi SBP<90, sildenafil <24 jam)
Aspirin 162-325 mg kunyah (dosis loading sudah cukup di lansia)
Beta-blocker oral (jika stabil, EF baik) — tunda IV beta-blocker bila ada tanda gagal jantung/syok!
1
DAPT — Antiplatelet Ganda (pilih sesuai strategi reperfusi)
Aspirin 160–325 mg loading kunyah → 75–100 mg/hari maintenance

P2Y12 loading awal:
Primary PCI tersedia / dirujuk sangat cepat: Ticagrelor 180 mg atau Prasugrel 60 mg jika memenuhi syarat; bila memakai CPG, dapat 300–600 mg sesuai risiko dan protokol setempat.
Fibrinolisis / RS tanpa PCI / fasilitas terbatas: Clopidogrel (CPG) 300 mg loading untuk usia <75 tahun, lalu 75 mg/hari.
Usia ≥75 tahun bila fibrinolisis: CPG 75 mg tanpa loading 300 mg, lalu 75 mg/hari.
Jangan pakai Ticagrelor/Prasugrel sebelum/segera setelah fibrinolisis.
Hindari Prasugrel bila riwayat stroke/TIA, usia ≥75, atau BB <60 kg. Hindari Ticagrelor bila riwayat ICH/perdarahan SSP.
2
Antikoagulan
UFH: Bolus 60 U/kg (maks 4000 U) → drip 12 U/kg/jam (target aPTT 1.5-2.5×)
Enoxaparin: 30 mg IV bolus + 1 mg/kg SC tiap 12 jam (≥75 thn: tanpa bolus, 0.75 mg/kg SC tiap 12 jam, CrCl <30: 1 mg/kg sekali sehari)
Fondaparinux: 2.5 mg SC sekali sehari (untuk trombolisis non-PCI)

🏥 STRATEGI A: RS dengan PCI Center

Target: Primary PCI dalam FMC-to-Balloon ≤90 menit (door-to-balloon ≤60 menit jika datang ke PCI center). Mortalitas terendah dengan strategi ini.
1
Aktivasi cath lab segera
Beri tahu kardiolog/cath lab saat EKG diagnostik (jangan tunggu enzim/troponin).
2
Beri DAPT loading + antikoagulan
Sesuai protokol di atas (perhatikan dosis lansia).
3
Transport ke cath lab
Pasien tetap di brankar, monitor EKG kontinu, defibrilator standby.
4
Post-PCI
DAPT minimal 12 bulan (PCI dengan stent), monitor di CCU 24-48 jam, mulai terapi jangka panjang: ACE-I/ARB, statin (atorvastatin 80 mg), beta-blocker.

🏔️ STRATEGI B: RS TANPA PCI Center (Pharmaco-invasive)

Kunci: Bila FMC-to-PCI >120 menit (transfer ke PCI center butuh terlalu lama), FIBRINOLISIS DULU dalam 30 menit! Lalu transfer untuk PCI rescue (gagal trombolisis) atau PCI elektif 3-24 jam.
1
Cek KI fibrinolisis (lihat checklist bawah)
Bila ADA KI absolut → langsung rujuk PCI center (jangan trombolisis), siapkan transfer cepat.
2
Fibrinolisis <30 menit dari kedatangan (door-to-needle)
Pilihan obat:
Tenecteplase (TNK): bolus IV tunggal sesuai BB:
  <60 kg = 30 mg · 60-69 = 35 mg · 70-79 = 40 mg · 80-89 = 45 mg · ≥90 = 50 mg
  ≥75 thn: GUNAKAN ½ DOSIS (kurangi risiko ICH)
Alteplase (tPA): 15 mg bolus → 0.75 mg/kg dalam 30 mnt (maks 50 mg) → 0.5 mg/kg dalam 60 mnt (maks 35 mg)
Streptokinase: 1.5 juta U dalam 100 mL NS, drip 30-60 menit (cara klasik, lebih murah)
3
Lanjutkan antikoagulan + DAPT
Aspirin + Clopidogrel/CPG 300 mg loading bila <75 thn; 75 mg tanpa loading bila ≥75 thn + UFH atau Enoxaparin atau Fondaparinux. NOTE: Ticagrelor/Prasugrel TIDAK BOLEH sebelum/segera setelah fibrinolisis — risiko bleeding
4
Evaluasi keberhasilan reperfusi (60-90 menit)
Tanda berhasil: ↓ ST segmen ≥50% di lead kunci, hilangnya nyeri dada, aritmia reperfusi (AIVR, VT pendek)
Gagal trombolisis (ST elevasi tetap ≥50%) → RUJUK PCI rescue SEGERA
5
Transfer ke PCI center (semua pasien post-fibrinolisis)
PCI elektif 3-24 jam setelah fibrinolisis berhasil (Pharmaco-invasive Strategy, ESC 2023 Class I).
Pertimbangkan ganti Clopidogrel → Ticagrelor saat di PCI center (jika >48 jam dari fibrinolisis dan tidak ada bleeding).

⚠️ Kontraindikasi Fibrinolisis

ABSOLUT (jangan lakukan trombolisis sama sekali — rujuk PCI):
• Riwayat stroke hemoragik kapanpun atau stroke iskemik <6 bulan
• Lesi vaskular SSP (AVM, aneurisma, neoplasma)
• Trauma kepala/spinal <3 minggu atau operasi mayor <3 minggu
• Perdarahan GI <1 bulan
• Diatesis perdarahan diketahui
• Diseksi aorta dicurigai
• Punctures non-compressible (LP, biopsi hepar) <24 jam
RELATIF (pertimbangkan risk-benefit):
• TIA <6 bulan · Antikoagulan oral · Kehamilan/post-partum <1 minggu
• HT refrakter saat ini (SBP >180 atau DBP >110) — turunkan dulu
• Penyakit hepar lanjut · Endokarditis infektif · Tukak peptik aktif
• CPR berkepanjangan/traumatik · Demensia
• Untuk SK: pernah pajanan SK 5 hari-2 thn (antibodi)

👴 RINGKASAN DAPT untuk Lansia (≥75 tahun)

Lansia rentan terhadap perdarahan, terutama ICH. Aturan dosing:
Aspirin loading162-325 mg (sama dgn dewasa muda)
Aspirin maintenance75-100 mg/hari
CPG bila fibrinolisis <75 thn300 mg loading → 75 mg/hari
CPG bila fibrinolisis ≥75 thn75 mg tanpa loading → 75 mg/hari
Clopidogrel maintenance75 mg/hari
TicagrelorBoleh ≥75 thn jika BB ≥60 kg & tidak ada riwayat ICH (gunakan kewaspadaan)
PrasugrelKI ABSOLUT pada ≥75 thn atau BB <60 kg atau riwayat stroke/TIA
Sudah on DAPT kronik?Tidak perlu loading dose tambahan
Enoxaparin ≥75 thnTANPA bolus, 0.75 mg/kg SC tiap 12 jam (CrCl <30: 1 mg/kg sekali sehari)

⚡ Wide Complex Tachycardia (WCT)

Anggap VT sampai terbukti sebaliknya! 80% WCT = VT, terutama pada pasien dengan riwayat IHD.
Definisi: Takikardia (HR >100) dengan QRS ≥120 ms (≥3 kotak kecil).

🆚 VT vs SVT-with-Aberrancy — Kriteria Brugada

Algoritma Brugada — pilih yang pertama positif maka VT.
1
Tidak ada RS di precordial
Semua V1-V6 monomorfik (semua + atau semua −) → VT
2
RS >100 ms di precordial
Onset R sampai dasar S >100 ms → VT
3
AV dissociation
P wave & QRS independent → VT (highly specific!)
4
Morfologi tidak sesuai BBB
Tidak match RBBB atau LBBB tipikal → VT
Capture beats & Fusion beats = sangat spesifik untuk VT (sinus break-through pada AV dissociation).

🚨 Klasifikasi VT

Monomorfik VTQRS uniform — biasanya scar (post-MI)
Polimorfik VTQRS bervariasi — iskemia akut, LQTS
Torsades de PointesPolimorfik dengan twisting axis — QT panjang
Bidirectional VTAlternating axis — digoxin toxicity, CPVT

🚑 Tatalaksana WCT (ACLS 2020)

Tidak Stabil (hipotensi, syok, AMS, gagal jantung)
Kardioversi sinkronisasi SEGERA! 100 J → 200 J → 300 J → 360 J biphasic.
Sedasi dulu bila sadar (Midazolam 1-2 mg + Fentanyl 50-100 mcg).
Stabil (Monomorfik VT)
Lini 1Amiodarone 150 mg IV / 10 menit, ulang bila perlu
Lini 2Procainamide 20-50 mg/menit (bila tidak ada gagal jantung)
Lini 3Lidokain 1-1.5 mg/kg IV bolus
HindariVerapamil/Diltiazem/Adenosine kecuali yakin SVT-aberancy
Polimorfik VT / Torsades
SEGERAMgSO₄ 2 g IV bolus dalam 5 menit, ulang 1×
Pacing overdrive90-110 bpm (atau Isoproterenol 2-10 mcg/mnt)
KoreksiK (4-5 mEq/L), Mg (≥2 mg/dL)
Stop obat QT memanjangSEGERA!

⚠️ Sindrom Wellens — LAD Critical Stenosis

Wellens = pola EKG khas pasca-iskemia LAD proksimal. 75% akan berkembang jadi anterior STEMI dalam minggu-bulan jika tidak di-PCI! JANGAN stress test!
Ciri Wellens
KonteksPasca nyeri dada (saat ini sudah pain-free!)
LeadV2-V3 (kadang sampai V4-V6)
Tipe A (Wellens A, 25%)T bifasik (positif kemudian negatif)
Tipe B (Wellens B, 75%)T inverted dalam, simetris
STIsoelektrik atau elevasi minimal (<1 mm)
R progressionNormal (tidak ada Q patologis)
TroponinSering normal atau minimal naik
Tatalaksana:
1. Antiplatelet ganda + antikoagulan (seperti UA/NSTEMI)
2. Konsul kardiologi untuk angiografi koroner urgent
3. JANGAN exercise stress test — risiko trigger STEMI!

⚠️ Sindrom De Winter — LAD Oklusi Akut

De Winter = STEMI equivalent! Sama urgensinya dengan STEMI klasik. Reperfusi dalam <120 menit.
Ciri De Winter
LokasiV1-V6 (paling jelas V2-V4)
STUpsloping ST depresi 1-3 mm di J-point
T wavesTinggi, simetris, tegak (peaked)
aVRST elevasi 0.5-1 mm
QRSNormal (tidak BBB)
PersistensiStabil (tidak progres ke STEMI klasik dalam beberapa jam)
Tatalaksana:
1. Treat as STEMI! Aspirin + DAPT + Antikoagulan
2. Primary PCI segera (<120 menit FMC-to-balloon)
3. Trombolisis bila PCI tidak tersedia

📋 Diagnosa Banding T Inversi V2-V3

Wellens (A/B)LAD critical stenosis
Persistent juvenile T patternNormal pada wanita muda
PE / Cor pulmonaleSering S1Q3T3 + RV strain
Cerebral T (SAH)T inverted dalam, lebar, QT panjang
RV strainPE, RVH
Apical HCM"Giant" T inversion

🐢 Pendekatan Bradikardia (HR <60 bpm)

Pertanyaan kunci: Simtomatik atau tidak? Penyebab reversibel ada?
Bradikardia Simtomatik
GejalaSinkop · Pre-sinkop · Sesak · Nyeri dada · Konfusi · Hipotensi
Tanda hemodinamikSBP <90 · MAP <65 · Hipoperfusi
Tatalaksana Akut (ACLS 2020)
1
Stabilisasi ABC
O₂, IV, monitor EKG kontinu, 12-lead
2
Atropin 1 mg IV bolus
Ulang tiap 3-5 mnt, maks total 3 mg. Tidak efektif untuk blok infranodal/infranodal.
3
Bila gagal Atropin
Pacing transcutan — sedasi (midazolam) dulu! Set rate 60-80, output mulai 20 mA naikkan sampai capture.
Atau Dopamin 5-20 mcg/kg/mnt atau Epinefrin 2-10 mcg/mnt
4
Pacing transvena
Definitif jika perlu permanen. Konsul kardiologi.
Penyebab Reversibel
ObatBeta-blocker · CCB · Digoksin · Klonidin
ElektrolitHiperkalemia (sinoventricular)
HipotermiaOsborn waves
HipotiroidMixedema coma
↑ TIK / CushingTriad: HT + brady + napas iregular
Iskemia inferiorStunning AV node (RCA)

🩺 Sick Sinus Syndrome (SSS)

SSS = disfungsi nodus sinus — bisa simtomatik atau tidak. Sering pada lansia.
Manifestasi EKG (4 pola)
1. Bradikardia sinus persistenHR <50 bukan dari obat
2. Sinus pause/arrestPause >3 detik
3. Sinoatrial exit blockHilang siklus P-QRS-T mendadak
4. Tachy-Brady syndromeBergantian takiaritmia (sering AF) dengan bradikardia berat
Diagnosis
EKG 12-leadSaat simtomatik
Holter 24-48 jamUntuk korelasi gejala
Loop recorder / event monitorUntuk gejala intermitten jarang
Tilt table / stress testBila chronotropic incompetence dicurigai
EPSBila diagnosis ambigu
Tatalaksana
AsimtomatikObservasi, hindari obat bradikardik
SimtomatikPermanent pacemaker (PPM) — kelas I indikasi
Tachy-BradyPacemaker DULU, baru obat anti-aritmia/AF (otherwise bradikardi makin parah)

🔄 Tachy-Brady Syndrome — Detail

Mekanisme: Setelah episode takiaritmia (umumnya AF), nodus sinus yang sakit gagal "pulih" kembali → pause atau bradikardia berat. Risiko sinkop tinggi.
Jebakan Tatalaksana
Beta-blocker untuk AFMemperburuk fase brady → sinkop
CCB untuk AFSama, memperburuk brady
Antiaritmia (amiodarone)Memperpanjang sinus pause
Strategi Benar
1
Pacemaker DDDR / DDD dulu
Cegah brady simtomatik
2
Setelah PPM, baru obat AF
Beta-blocker / amiodarone untuk rate control aman
3
Antikoagulan
Sesuai CHA₂DS₂-VASc (lihat menu AF)

🚦 Indikasi Permanent Pacemaker (PPM) — Class I

SSS simtomatikTermasuk Tachy-Brady
AV blok 3rd degreeSimtomatik atau pause >3 dtk saat awake
AV blok 2nd Mobitz IIBahkan asimtomatik
Bifascicular + intermittent 3rdClass I
AF dengan bradikardia simtomatikPause >5 detik atau symptom

💓 Atrial Fibrillation — Strategi Penanganan

Pertanyaan kunci: Stabil atau tidak? Onset <48 jam atau ≥48 jam? Risiko stroke?
⚡ AF Tidak Stabil (hipotensi, syok, gagal jantung akut, iskemia)
Kardioversi sinkronisasi SEGERA 120-200 J biphasic (anterolateral atau anteroposterior).
Sedasi: midazolam 1-2 mg + fentanyl 50-100 mcg.
🔄 AF Stabil — Rate Control vs Rhythm Control
Rate control (default)Untuk AF persisten/permanent, lansia, struktural
Rhythm controlUntuk AF baru <48 jam, simtomatik berat, gagal jantung HFrEF (EAST-AFNET 4)
Rate Control — Target HR <110 (lenient) atau <80 (strict)
Lini 1 (LV normal)Beta-blocker (Bisoprolol, Metoprolol) atau CCB non-DHP (Diltiazem, Verapamil)
Lini 1 (HFrEF)Beta-blocker (HINDARI Diltiazem/Verapamil pada HFrEF)
Lini 2Digoksin (terutama pada gagal jantung) — onset lambat
RefrakterAmiodarone (efek rate + rhythm)
Rhythm Control — Konversi ke Sinus
Onset <48 jam (anti-koagulasi tidak wajib pre-konversi)Kardioversi listrik 120-200 J atau farmakologis
Onset ≥48 jam atau tidak diketahuiAntikoagulan ≥3 minggu PRE-kardioversi (atau TEE eksklusi trombus)
Post-kardioversiAntikoagulan ≥4 minggu
Farmakologis (jika struktural normal)Flecainide / Propafenone (pill-in-pocket)
Farmakologis (struktural abnormal/HFrEF)Amiodarone

🩹 CHA₂DS₂-VASc — Risiko Stroke pada AF

Skor untuk risiko stroke pada AF non-valvular. Tentukan kebutuhan antikoagulan oral.
📌 Update ESC 2024: Mulai 2024 ESC merekomendasikan CHA₂DS₂-VA score (tanpa Sex) untuk panduan antikoagulasi — gender bukan lagi tiebreaker. Skor ≥2 (dari faktor non-sex) = OAC Class I. Skor 1 = OAC Class IIa. Score di bawah ini tetap menampilkan VASc lengkap untuk fleksibilitas; abaikan Sex untuk decision making sesuai ESC 2024.
CHA₂DS₂-VASc 0

🩸 HAS-BLED — Risiko Perdarahan

Skor risiko perdarahan saat antikoagulasi. Skor ≥3 = risiko tinggi (tetap berikan antikoagulan, tapi perhatian khusus dan modifikasi faktor reversibel).
HAS-BLED 0

💊 Pilihan Antikoagulan Oral pada AF

DOAC (preferred non-valvular)Apixaban · Rivaroxaban · Dabigatran · Edoxaban
Warfarin (target INR 2-3)AF valvular (mitral stenosis, katup mekanik), CKD berat
Apixaban 5 mg 2×Turunkan jadi 2.5 mg 2× bila ≥2: usia ≥80, BB ≤60, kreat ≥1.5
Rivaroxaban 20 mg 1×Turunkan jadi 15 mg bila CrCl 15-49
Dabigatran 150 mg 2×Turunkan jadi 110 mg bila usia ≥80 atau risiko bleeding

🧬 Aritmia Malignant Tidak Biasa

Prinsip keras: modul ini untuk aritmia yang dapat mengancam nyawa dan sering salah terapi. Kalau pasien tidak stabil, terapi pertama tetap resusitasi dan shock sesuai ACLS bila shockable. Diagnosis spesifik tidak boleh menunda defib/kardioversi.
Fokus modul: Brugada/VF storm, ILFVT/verapamil-sensitive VT, bidirectional VT akibat digoxin toxicity, Long QT/Torsades, dan CPVT. Dibuat untuk faskes dengan obat/alat terbatas.

Pilih Sindrom & Ketersediaan

Output Algoritma

Dosis Cepat Modul Aritmia Malignant

Catatan: pada Brugada, paracetamol hanya untuk kontrol demam/pencetus. Obat antiaritmia khusus untuk VF storm adalah isoproterenol akut dan quinidine sebagai bridge/subakut bila tersedia dan termonitor.
Lidocaine1–1,5 mg/kg IV/IO; ulang 0,5–0,75 mg/kg tiap 5–10 menit; maks 3 mg/kg; maintenance 1–4 mg/menit.
Phenytoin IV100 mg IV perlahan tiap 5 menit sampai respon/efek samping/total 1.000 mg; jangan >50 mg/menit; gunakan NaCl 0,9%.
MgSO₄ TdP2 g IV 10–15 menit, ulang bila rekurensi; infus 1–4 g/jam sesuai protokol; monitor gagal ginjal/napas/refleks.
Verapamil ILFVT2,5–5 mg IV pelan ≥2–3 menit; ulang 5–10 mg setelah 15–30 menit bila TD aman; jangan untuk WCT tidak jelas/unstable/HF.
Isoproterenol0,01–0,05 mcg/kg/menit IV atau 1–2 mcg/menit dewasa, titrasi HR ±90–110/menit; untuk Brugada/idiopathic VF atau acquired brady-TdP, bukan CPVT.
Propranolol CPVTDewasa bridge 20–40 mg PO tiap 6 jam bila stabil; anak 1–4 mg/kg/hari terbagi. Nadolol jangka panjang 1–2 mg/kg/hari bila tersedia.
DigiFabTerapi definitif digoxin toxicity berat. Bila arrest/instabil berat dan data tidak lengkap: 10 vial IV segera sebagai patokan praktis; dosis final ikut protokol/kalkulasi vial.
Gunakan dosis cepat hanya setelah memilih sindrom dan membaca output algoritma. Dosis harus disesuaikan dengan protokol lokal, BB, usia, fungsi ginjal/hati, monitor, dan supervisi senior.

Red Flag Transfer

Rujuk segeraVF/VT berulang, syncope + channelopathy, bidirectional VT, AV block tinggi, QTc sangat panjang, butuh DigiFab/isoproterenol/EP/ICU
DokumentasiEKG awal, EKG saat aritmia, obat/dosis/jam, elektrolit, respon terapi, alasan rujuk karena antidot/alat tidak tersedia
Transportmonitor bila ada, defib-ready, akses IV aman, obat emergensi dibawa, komunikasi RS penerima sebelum berangkat

🏥 Protokol Aritmia di Fasilitas Terbatas

Prinsip keras: obat bukan pengganti listrik. Bila pasien tidak stabil dan tidak ada defib/kardioversi/pacing, prioritasnya stabilisasi minimum + rujuk/evakuasi ke fasilitas dengan defib, monitor, ICU, atau kardiologi. Jangan memaksa obat berisiko tinggi tanpa monitor.

Pilih Kondisi & Ketersediaan

Output

Checklist Minimum Faskes Terbatas

ABCDE duluPosisi aman, airway, breathing, O₂ bila hipoksemia/distress, IV/IO, TTV serial, GDS
EKG/monitor bila ada12-lead jangan menunda shock pada pasien tidak stabil
Cari penyebab reversibelHipoksia, hipovolemia, ACS/OMI, sepsis, demam/nyeri, obat, hiperkalemia/hipokalemia, hipomagnesemia, hipoglikemia, intoksikasi
Rujuk diniTidak ada defib pada unstable/WCT/TdP, blok AV tinggi, sinkop berulang, gagal obat, butuh pacing/ICU/kardiologi, ACS/OMI
Sumber ringkas: pendekatan ACLS AHA untuk bradi/takikardi, guideline AF ACC/AHA/HRS, dan guideline SVT ESC. Sesuaikan dengan protokol lokal dan obat yang tersedia.

🌩️ Electrical Storm / Clustered Ventricular Arrhythmia

Definisi praktis: ≥3 episode VT/VF sustained dalam 24 jam, VT/VF incessant, atau ≥3 terapi ICD appropriate dalam 24 jam. Ini emergency aritmia: stabilisasi + antiaritmia + beta-blockade + sedasi + koreksi pencetus + rujuk EP/ICU.
Catatan: protokol ini untuk VT/VF cluster, bukan SVT/AF biasa. Bila ragu dan QRS lebar → perlakukan sebagai VT sampai terbukti lain.

Input Klinis & Fasilitas

Output Algoritma

Isi data, lalu klik tampilkan algoritma

Ringkasan Algoritma Praktis

1
ABCDE + shock sesuai ACLS bila unstable/pulseless
Pulseless VT/VF → defibrillation + CPR. Unstable VT dengan nadi → synchronized cardioversion bila tersedia. Jangan menunda shock untuk lab atau obat.
2
Cari dan koreksi pencetus reversibel
ACS/OMI, hipoksia, sepsis, demam, nyeri, hipokalemia/hipomagnesemia, hiperkalemia, obat pemanjang QT, withdrawal, dekompensasi HF, miokarditis.
3
Antiaritmia + beta-blockade + sedasi
Amiodarone IV sering dipakai pada structural heart disease/monomorphic VT. Beta-blockade menekan sympathetic surge. Sedasi/analgesia mengurangi adrenergic drive dan trauma akibat ICD shock.
L
Lidocaine — alternatif selektif
Bukan first-line universal. Pertimbangkan bila amiodarone tidak tersedia/kontraindikasi, curiga iskemia akut/ACS, atau VF/pulseless VT shock-refractory. Loading 1–1.5 mg/kg IV/IO, ulang 0.5–0.75 mg/kg tiap 5–10 menit, maks total 3 mg/kg. Maintenance 1–4 mg/menit bila tersedia pump/monitor.
4
Escalation
ICD interrogation/reprogramming, catheter ablation, stellate ganglion block/neuraxial modulation, mechanical circulatory support, ICU/EP/cath lab sesuai fasilitas.
Jangan: memberi propranolol pada syok/hipotensi berat/gagal jantung dekompensasi tanpa supervisi senior; jangan memberi epinephrine pada CPVT jika tidak absolutely necessary; jangan memberi Class III AAD pada torsades/QT panjang tanpa pertimbangan kuat.

🧪 Troponin — Pengantar

Troponin = marker spesifik kerusakan miosit jantung. Jenis: cTnI (heart-specific) dan cTnT (heart-specific tapi sedikit ekspresi otot rangka pada gagal ginjal). High-sensitivity troponin (hs-cTn) bisa deteksi konsentrasi sangat rendah, memungkinkan algoritma 0/1h dan 0/2h.

📋 Perbandingan Assay

AspekcTnIcTnT (hs-cTnT)
Spesifisitas jantungSangat tinggiTinggi
Pada CKDLebih spesifik (jarang false +)Sering naik kronik
Pada miopatiTidak naikBisa naik (false +)
Cut-off (umum)Bervariasi per assay14 ng/L (99th percentile)
Onset deteksi3-12 jam3-12 jam (hs: 1-3 jam)
Peak24 jam24 jam
Durasi naik5-10 hari10-14 hari

⏰ Algoritma 0/1h hs-cTn (ESC 2023)

Konsep: Pasien curiga ACS — ambil hs-cTn baseline, ulang 1 jam (atau 0/2h bila assay tidak punya cut-off 1h). Berdasarkan delta absolut, klasifikasikan: rule-out, observe, rule-in.
Rule-out (low risk)
hs-cTnT <5 ng/L (very low) di 0h, klinis >3 jam onsetRule-out
hs-cTnT <12 ng/L di 0h DAN delta <3 ng/L pada 1hRule-out
TindakanPulang dengan rencana stress test rawat jalan bila perlu
Rule-in (high risk → admisi)
hs-cTnT ≥52 ng/L di 0hRule-in
Delta hs-cTnT ≥5 ng/L pada 1hRule-in
TindakanManajemen ACS — DAPT, antikoagulan, angio dini
Observe (intermediate)
Tidak masuk rule-out atau rule-inObservasi 3-6 jam, ulang hs-cTn
Cut-off di atas adalah untuk hs-cTnT (Roche). hs-cTnI (Abbott, Siemens, Beckman) memiliki cut-off berbeda — selalu lihat cut-off lab Anda!

🧐 Penyebab Troponin Naik SELAIN ACS

Jangan langsung anggap troponin naik = ACS! Banyak penyebab non-coronary.
Demand-supply mismatch (Type 2 MI)Sepsis · Syok · Anemia berat · Takiaritmia · HT crisis
Cedera miokard non-ACSMiokarditis · Trauma · Kardioversi · Ablasi · Operasi jantung
Strain kardiakPE masif · Gagal jantung dekompensasi · Hipertensi pulmonal
RenalCKD (terutama hs-cTnT) — biasanya stabil tidak ada delta
Stress kardiomiopatiTakotsubo
SSPStroke besar · SAH
LainnyaKemoterapi (antrasiklin, trastuzumab) · Snake bite (cardiotoxic)
Kunci diagnosis ACS: Pola dinamik (delta) + konteks klinis (nyeri dada/EKG), BUKAN nilai absolut saja.

🧮 Type 1 vs Type 2 MI (4th Universal Definition 2018)

AspekType 1 MIType 2 MI
MekanismePlaque rupture/erosiDemand-supply mismatch
Trombus akutYaTidak
TriggerAtherothrombosis spontanSepsis, anemia, takiaritmia
TatalaksanaDAPT + antikoagulan + revaskularisasiAtasi penyebab pencetus
Antiplatelet gandaWajibTidak rutin

💧 TPM Konvensional Obat Pump

Prinsip hitung: pilih obat → isi BB bila perlu → isi dosis sesuai range SP → aplikasi menghitung mL/jam → lalu mengonversi ke TPM/gtt per menit. Hindari menghitung obat titrasi hanya dari volume ÷ durasi.

Hasil

Pilih obat, isi dosis sesuai SP, dan isi BB bila diminta

Catatan Klinis

Prinsip baruDosis → mL/jam → TPM, bukan volume dibagi durasi
Mikrodrip 60mL/jam ≈ tetes/menit; paling masuk akal untuk dosis kecil
Makrodrip 20gtt/menit = mL/jam ÷ 3; sering terlalu kasar untuk obat potent
Obat high-riskVasopressor, antihipertensi drip, antiaritmia, insulin, heparin
Warning kerasGravitasi manual untuk obat pump adalah fallback, bukan standar. Pantau ketat dan rujuk/usahakan pump bila memungkinkan.

🧭 Mode Fasilitas Terbatas

Ini bukan alasan menunda terapi. Mode ini memaksa prioritas: stabilisasi klinis, terapi empiris yang aman, dokumentasi, komunikasi DPJP, dan rujuk lebih awal bila risiko tinggi.

Rencana Prioritas

Centang keterbatasan fasilitas

🚑 Template Rujukan SBAR / WA / Telepon

Output Siap Kirim

Isi minimal diagnosis dan situation

✅ Checklist Stabilisasi Sebelum Rujuk

Tujuan: jangan kirim pasien yang belum distabilisasi dasar. Bila tetap harus berangkat karena sumber daya tidak ada, tulis alasan klinis dan risiko.

Status Kesiapan

Centang item yang sudah aman

☎️ Template Laporan DPJP/Konsulen

Output

Isi minimal pasien dan diagnosis

🫁 Kalkulator Oksigen Transport

Rumus: volume gas tersedia ≈ kapasitas tabung air (L) × [tekanan saat ini − tekanan residu aman] ÷ flow (L/menit). Pakai cadangan karena perjalanan sering lebih lama dari rencana.

Hasil

Isi tekanan dan flow O₂

📦 Order Set Diagnosis IGD

Order Set

Pilih diagnosis

📋 Copy Ringkasan SOAP Klinis

Dipakai setelah kalkulasi/protokol: isi BB, dosis, hasil hitung, interpretasi, dan rencana. Format dibuat rapi untuk DPJP, konsulen, rekam medis, atau rujukan.

Output

Isi data ringkasan

🖼️ Gambar Pembanding EKG — Edukatif

Catatan keras: gambar ini hanya pembanding pola klasik. Jangan jadikan satu-satunya dasar diagnosis. Bandingkan dengan klinis, lead lengkap, serial EKG, biomarker, elektrolit, obat, dan konsultasi bila ragu.

Referensi Visual Cepat

Sketsa di bawah dibuat ulang sebagai pembanding pola yang lebih jelas dan lebih dekat dengan gaya strip edukatif seperti di pustaka EKG klinis. Ini bukan salinan langsung dari situs mana pun.
EKG normal
Lead pembanding: II / ritme sinus
II
P konsisten sebelum tiap QRS, PR tetap, QRS sempit, ST isoelektrik, T normal.
STEMI inferior
Lead pembanding: II / III / aVF
IISTE
ST elevasi pada II, III, aVF; cari resiprokal di I/aVL dan pikirkan RV infarct bila hipotensi.
STEMI anterior
Lead pembanding: V2–V4
V3tombstone/STE
ST elevasi jelas di V1–V4/V5, sering dengan morfologi tombstone/hyperacute T pada oklusi LAD.
STEMI posterior
Lead pembanding: V1–V3
V2STD
Di V1–V3 tampak ST depresi horizontal + R tinggi. Konfirmasi dengan lead posterior V7–V9.
Wellens syndrome
Lead pembanding: V2–V3
V2
Pola bifasik atau inversi T dalam di V2–V3 saat nyeri membaik. Jangan stress test; curiga stenosis LAD proksimal kritis.
De Winter pattern
Lead pembanding: V2–V5
V3upsloping STD
ST depresi upsloping di precordial dengan T sangat tinggi dan simetris. Ini ekuivalen oklusi LAD.
LBBB / RBBB
Lead pembanding: V1 dan lateral
V1QRS ≥ 120 ms
RBBB: rsR’ di V1 + S lebar lateral. LBBB: R lebar/notched di lead lateral dengan discordance sekunder.
VT vs SVT aberrancy
Lead pembanding: WCT reguler
Rhythm stripanggap VT sampai terbukti lain
Pada WCT reguler, bias-kan ke VT. Cari AV dissociation, capture beat, fusion beat, concordance, axis ekstrem.
Atrial fibrillation
Lead pembanding: II / ritme
II
Irregularly irregular, tidak tampak gelombang P yang konsisten. Nilai instabilitas, kontrol laju, dan risiko stroke.
Bradikardia / AV block
Lead pembanding: II
IIpause / dropped beat
Cari gejala tidak stabil, PR memanjang, beat drop, AV dissociation, dan tentukan derajat block.
Hiperkalemia
Lead pembanding: II
II
T tinggi runcing, PR memanjang, QRS melebar; pada berat dapat menuju sine wave. Ini red flag terapi segera.
QT prolongation
Lead pembanding: II
IIQT panjang
Perhatikan QTc; bila >500 ms risiko TdP meningkat. Cek obat, K, Mg, Ca, dan bradikardia.

🚑 IGD Quick Mode — 5 Menit Pertama

Red Flag First: jangan mulai dari kalkulator bila airway tidak aman, SpO₂ rendah meski O₂ tinggi, syok, GCS turun, kejang ongoing, nyeri dada ongoing, perdarahan aktif, atau tanda impending arrest.
Prinsip ABCDE: nilai dan tangani Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure. Treat life-threatening problem before moving on. Reassess setelah intervensi.
🩸
Syok / Hipotensi Tidak Jelas
cairan vs vasopressor · sepsis/kardiogenik/perdarahan
🫁
Sesak Akut
wheezing · ronki · paru bersih · pneumotoraks
🧠
Penurunan Kesadaran
GDS cito · pupil · GCS · stroke/sepsis/toksikologi
Red Flag & What Not To Do
hal yang tidak boleh dilewatkan saat IGD ramai

Minimum Safe Action

Kalau diagnosis belum jelas:
• panggil bantuan lebih awal
• monitor TTV/SpO₂/EKG bila ada
• O₂ bila hipoksemia/distress
• 2 akses IV besar bila syok/perdarahan
• GDS cito pada AMS/kejang/lemah berat
• EKG 12-lead pada nyeri dada, sesak tidak jelas, syok, aritmia
• terapi penyelamat jangan menunggu diagnosis final
• dokumentasikan keterbatasan alat dan alasan rujuk.

🧠 Pola Berpikir Diagnosis IGD

Tujuan: membantu nakes menyusun diagnosis banding dan tindakan awal pada 4 sindrom IGD yang sering belum jelas: penurunan kesadaran, sesak napas, nyeri dada, dan hipotensi. Jangan gunakan sebagai diagnosis final.

Output

Pilih sindrom utama lalu klik tampilkan.

Catatan Klinis

Framework: ABCDE → stabil/tidak stabil → sindrom dominan → diagnosis yang membunuh dulu → pemeriksaan minimum → terapi time-sensitive → rujuk/observasi. Untuk kondisi gawat, lakukan resusitasi sambil mencari etiologi.

🫁 Asma Akut & Status Asmatikus

Red flags: silent chest, exhaustion, agitasi/penurunan kesadaran, sianosis, SpO₂ rendah meski O₂, PEF sangat rendah/tidak bisa bicara, bradikardia/hipotensi, atau gagal respons setelah terapi awal. Jangan menunggu AGD bila gagal napas klinis.

Output

Pilih usia/derajat/ketersediaan obat.

What Not To Do

• Jangan menunda O₂, SABA, steroid sistemik, dan rujuk pada asma berat.
• Jangan pakai sedatif rutin pada pasien asma yang sesak/gelisah — risiko henti napas.
• Jangan menganggap wheezing selalu asma: pikir anafilaksis, edema paru, pneumonia, benda asing, PE, pneumotoraks.
• Jangan intubasi tanpa persiapan senior bila masih ada opsi stabilisasi/rujuk; intubasi asma berat berisiko tinggi dan perlu strategi ventilasi khusus.

🩸 Syok Tidak Jelas — Pendekatan Awal IGD

Red Flag First: SBP <90, MAP <65, akral dingin/CRT memanjang, penurunan kesadaran, oliguria, nyeri dada ongoing, sesak berat, perdarahan aktif, atau tanda sepsis berat = resusitasi dan eskalasi segera.

Output

Isi minimal SBP/DBP/HR

What Not To Do

• Jangan tunggu diagnosis final untuk resusitasi ABCDE.
• Jangan cairan agresif membabi-buta bila ronki basah/JVP tinggi/curiga edema paru.
• Jangan menunda norepinefrin pada syok yang tetap hipotensi setelah cairan awal adekuat, terutama curiga sepsis.
• Jangan lupa GDS, EKG, perdarahan tersembunyi, sepsis, anafilaksis, tension pneumothorax, dan PE sebagai penyebab syok.

🧠 Penurunan Kesadaran — 5 Menit Pertama

Wajib: GDS cito pada setiap pasien penurunan kesadaran. Jangan mencari CT/lab dulu bila hipoglikemia, hipoksia, kejang, atau airway tidak aman belum ditangani.

Output

Isi minimal GCS/GDS/SpO₂ atau centang red flag

Minimum Safe Action

ABCDE, posisi miring kiri/kanan bila risiko aspirasi (prioritas kiri bila memungkinkan), suction bila perlu, O₂ bila hipoksemia, GDS cito, akses IV, thiamine bila risiko malnutrisi/alkohol sebelum glukosa bila tersedia, benzodiazepine bila kejang ongoing, nalokson bila triad opioid, dan rujuk CT/ICU bila defisit fokal/GCS turun/airway tidak aman.

🫁 Sesak Akut — Pendekatan Cepat IGD

Red Flag First: silent chest, SpO₂ <90 meski O₂ tinggi, sianosis, agitasi/penurunan kesadaran, exhaustion, hipotensi, nyeri dada ongoing, atau unilateral absent breath sound.

Output

Isi SpO₂/RR/SBP dan pilih temuan paru

What Not To Do

• Jangan menyebut “psikogenik” sebelum hipoksia, PE, ACS, asidosis, anemia berat, pneumotoraks, dan edema paru dipikirkan.
• Jangan memberi cairan agresif pada ronki basah/edema paru kecuali ada alasan kuat.
• Jangan menunda needle decompression bila tension pneumothorax sangat kuat dan pasien kolaps.
• Jangan menunggu AGD bila pasien gagal napas klinis.
• Jangan lupa EKG/monitor: sesak akut dapat berasal dari AF RVR, SVT, VT, bradikardia berat, ACS, atau acute pulmonary edema akibat aritmia.

🧩 Pola Pikir Struktural vs Metabolik

Tujuan: saat pasien datang dengan penurunan kesadaran, sesak, hipotensi, atau nyeri dada, jangan terpaku pada satu diagnosis. Pisahkan penyebab struktural/lokal-organ dan metabolik/sistemik.

Output

Minimum Safe Action

ABCDE, oksigen bila hipoksemia, akses IV, GDS cito, EKG 12 lead/monitor bila tersedia, TTV serial, cari red flags, terapi yang time-sensitive jangan menunggu semua hasil lab bila klinis kuat, dan rujuk bila butuh CT/ICU/defib/operasi/PCI.

🐢 Panduan “Bolus IV Pelan”

Jangan tafsirkan bolus pelan sebagai dorong cepat. Artinya obat diberikan bertahap dengan spuit, sambil monitor napas, TD, nadi, dan efek klinis. Ikuti protokol RS/monografi obat bila tersedia.

Prinsip Cara Main

1
Pastikan jalur IV dan identitas obat
Cek nama obat, konsentrasi, dosis, satuan, alergi, dan jalur IV paten. Label spuit bila sudah diencerkan.
2
Berikan bertahap
Dorong sedikit demi sedikit, observasi respons. Bila muncul hipotensi, bradikardia, depresi napas, flushing berat, atau nyeri dada → stop dan evaluasi.
3
Flush seperlunya
Gunakan flush NaCl 0,9% sesuai obat dan jalur. Untuk obat tertentu, pengencer harus spesifik, misalnya fenitoin gunakan NS dan hindari D5W.
4
Monitor
Minimal TD, HR, RR, SpO₂; EKG untuk obat aritmia/konduksi atau pasien tidak stabil.

Contoh Obat yang Sering Membingungkan

Diazepam IVEncerkan sesuai protokol; beri pelan sampai kejang berhenti. Monitor RR/SpO₂, siapkan BVM.
Fenitoin IVNS saja, jangan D5W; jangan lebih dari 50 mg/menit dewasa; monitor TD/EKG.
Fenobarbital IVRisiko depresi napas/hipotensi; siapkan airway/BVM/intubasi.
Furosemid IVBerikan pelan; hati-hati SBP <90 mmHg atau hipovolemia.
AdenosineBukan bolus pelan: rapid IV push + flush untuk SVT regular sesuai ACLS.
TXAJangan dicampur sembarang; gunakan infus sesuai protokol PPH/trauma.

🚑 ATLS Trauma — Edisi 11 / xABCDE

Trauma berat bukan menu kalkulator. Ini adalah checklist resusitasi paralel: kontrol perdarahan masif, amankan airway, tangani masalah napas yang mematikan, resusitasi sirkulasi secara damage-control, lalu secondary survey setelah stabil.
xMassive bleed
AAirway + C-spine
BBreathing threats
CCirculation / DCR
DGCS · pupil · GDS
EExposure · warm

ATLS 11 — fokus praktis untuk IGD

x sebelum ABCDEPerdarahan eksternal masif dikontrol dulu. Aplikasi tidak boleh membuat user menunda tourniquet, packing, pressure, pelvic binder, atau panggil bantuan.
Damage-control resuscitationJangan banjiri kristaloid pada perdarahan mayor. Prioritaskan kontrol sumber, darah/komponen bila tersedia, cegah hipotermia, dan rujuk lebih awal.
Team + transfer sejak awalBrief cepat: leader, airway, circulation, recorder, runner/rujukan. Secondary survey tidak boleh menghambat transfer ketika kebutuhan pasien melampaui fasilitas.

xABCDE Trauma

x
Exsanguinating hemorrhage control
Kontrol perdarahan eksternal masif segera: direct pressure, tourniquet ekstremitas, wound packing/hemostatic dressing bila ada, pelvic binder bila curiga pelvis, dan rujuk bila butuh operasi/darah.
A
Airway + C-spine
Bicara jelas = airway sementara baik. Bila gurgling/snoring/stridor/muntah/GCS rendah: suction, jaw thrust, airway adjunct, BVM/intubasi/rujuk; proteksi C-spine.
B
Breathing
O₂ high-flow bila hipoksemia/syok, nilai simetri dada, auskultasi, cari tension pneumothorax, open pneumothorax, massive hemothorax, flail chest, tamponade.
C
Circulation / damage control resuscitation
2 IV besar/IO, kontrol perdarahan, pertimbangkan darah lebih awal, batasi kristaloid berlebihan, TXA pada perdarahan mayor sesuai window/SOP, monitor perfusi dan urine output.
D
Disability
GCS, pupil, GDS, lateralisasi, kontrol kejang; cegah hipoksia dan hipotensi pada cedera kepala.
E
Exposure + environment
Buka pakaian cari cedera tersembunyi, log roll bila aman, cegah hipotermia, analgesia, tetanus/antibiotik sesuai luka.

Output

Isi data trauma bila ingin analisis xABCDE

MIST handoff & secondary survey

M — Mechanism
mekanisme, waktu kejadian, energi trauma, luka tembus/tumpul, jatuh/crush/burn.
I — Injuries
cedera ditemukan saat primary survey, perdarahan, chest injury, pelvis/femur, GCS/pupil.
S/T — Signs & Treatment
TTV, GCS, SpO₂, SI, tindakan xABCDE, cairan/darah, obat, airway, respon terapi, kebutuhan rujukan.
Secondary survey dilakukan setelah xABCDE relatif stabil: AMPLE, head-to-toe, imaging/lab sesuai fasilitas, analgesia, dokumentasi luka, dan reassessment serial.

Rujuk trauma center bila: syok/butuh darah, airway tidak aman, chest injury berat, GCS turun/anisokor, luka tembus torso/leher, curiga pelvis/femur/abdomen bleeding, luka bakar berat, hamil/anak/lansia dengan mekanisme berat, atau fasilitas tidak mampu CT/operasi/ICU/bank darah.

Sumber ringkas

ATLS 11 / ACS 2025xABCDE, emergent hemorrhage control, team communication, trauma systems, disaster preparedness, digital learning modules.
BatasanRingkasan ini bukan pengganti course/manual resmi ATLS. Sesuaikan dengan kompetensi, SOP RS, darah/operasi/CT/ICU, dan sistem rujukan setempat.

⛔ Red Flag First & What Not To Do

Tujuan modul ini: mencegah user sibuk membuka kalkulator saat pasien butuh resusitasi langsung.
Airwaysnoring/gurgling, stridor, muntah, GCS turun → buka jalan napas, suction, BVM/intubasi/rujuk
BreathingSpO₂ <90, silent chest, exhaustion, unilateral absent breath sound → O₂ maksimal, neb/NRM/BVM, pikir pneumotoraks
CirculationSBP <90/MAP <65, perdarahan aktif, CRT memanjang → IV besar, cairan/darah/vasopressor sesuai penyebab
DisabilityGCS turun, kejang, pupil anisokor, hipoglikemia → GDS cito, benzodiazepine bila kejang, rujuk CT/ICU
Exposuretrauma, purpura, suhu ekstrem, postpartum bleeding → cari sumber dan eskalasi cepat

What Not To Do — Kesalahan Mahal

Hiperkalemia: jangan tunggu lab bila EKG khas + tidak stabil.
PPH: jangan cairan terus tanpa cari 4T, uterotonik, TXA, darah/rujuk.
WCT: jangan verapamil/diltiazem bila curiga VT.
Dengue: jangan overload cairan saat fase kritis membaik/reabsorpsi.
ACS/STEMI: jangan tunggu troponin untuk EKG STEMI/OMI jelas.
Anafilaksis: jangan jadikan steroid/antihistamin sebagai terapi utama; epinefrin IM adalah kunci.
Penurunan kesadaran: jangan lupa GDS cito.

📚 Reference & Evidence Hub

Tujuan: membuat setiap algoritma dan kalkulasi dapat ditelusuri sumbernya. Ini bukan pengganti guideline lokal; gunakan sebagai peta cepat dan tetap verifikasi bila kasus high-risk.

Sumber Utama per Modul High-Risk

Hipoglikemia inpatientADA Standards of Care 2026: protokol hipoglikemia untuk glukosa <70 mg/dL; cegah kekambuhan dan review terapi.
DKA / HHSConsensus Report 2024 ADA/EASD/JBDS/AACE/DTS: terapi utama = cairan, insulin, koreksi elektrolit/K, dextrose saat glukosa turun, dan terapi pencetus.
Kejang Anak — ValproateTexas Children’s Status Epilepticus guideline: valproate sodium IV 40 mg/kg/dose, maksimum 3000 mg; gunakan dengan warning hepatik/metabolik/trombosit.
Burn TBSA PediatrikLund-Browder pediatrik 2025 dan pediatric burn fluid guidance: TBSA anak berubah menurut usia; first-degree tidak dihitung; cairan dihitung sejak waktu luka.
ABCDE / IGD Quick ModeResuscitation Council UK ABCDE approach: treat life-threatening problems first, reassess after intervention.
ATLS TraumaACS ATLS 11: xABCDE, emergent hemorrhage control, team dynamics, trauma systems, trauma-informed communication, disaster preparedness, and transfer when needs exceed facility resources.
GELS Emergency CoreE-BOOK GELS 2026: initial assessment, primary survey xABCDE, simultaneous assessment-resuscitation, reassessment berkelanjutan, cardiac arrest, dan lifting-moving emergency. Konten Raftel dibuat sebagai ringkasan aksi orisinal.
PHTLS Prahospital TraumaE-Book Indonesia PHTLS Edisi 10: scene safety, primary survey ABCDE, pengenalan syok, trauma triage, keputusan transport, pencegahan cedera sekunder, komunikasi tim, dan konteks EMS Indonesia.
ECG–ACLS Rhythm GateECG-ACLS Book: interpretasi EKG strip bertahap, identifikasi ritme, stabilitas hemodinamik, bradikardia, takiaritmia, henti jantung, dan post-arrest care. Output dibuat sebagai gate tindakan awal, bukan pengganti analisis 12-lead lengkap.
Sepsis / SyokSurviving Sepsis Campaign 2021: target MAP awal 65 mmHg pada septic shock dengan vasopressor; resusitasi dipandu perfusi klinis.
Dengue AnakCDC Dengue Case Management 2024/2026 + CPG dengue anak: warning signs, compensated shock, hypotensive shock, reassessment HCT/perfusi/urine output.
Terapi Cairan AnakHolliday-Segar untuk maintenance; guideline IV fluid pediatrik menekankan isotonic fluid, monitoring, dan reassessment.
EpistaksisAAO-HNSF Clinical Practice Guideline Nosebleed/Epistaxis 2020; Merck Manual Professional 2025; StatPearls/NCBI Posterior Epistaxis Nasal Pack; Emergency Care BC. Inti: kompresi lower third, rhinoscopy setelah clot removal, vasokonstriktor/kauter bila sumber terlihat, packing bila sumber tidak terlihat, resorbable packing pada bleeding risk/antikoagulan, posterior pack + rawat/rujuk bila posterior, ligation/embolization bila gagal.
ACLS Cardiac Arrest DewasaAHA Adult Advanced Life Support 2025 + Adult Cardiac Arrest Algorithm 2025; RCUK/ERC Adult ALS 2025: CPR berkualitas, defibrilasi dini VF/pVT, epinefrin 1 mg IV/IO tiap 3–5 menit, IV dahulu lalu IO bila IV gagal/tidak feasible, serta koreksi Hs/Ts.
PALS Cardiac Arrest AnakAHA Pediatric Cardiac Arrest Algorithm 2025 + Pediatric Advanced Life Support 2025; Resuscitation Council UK Paediatric Life Support 2025; ANZCOR PALS 2025: ventilasi efektif, CPR berkualitas, shock 2–4 J/kg, epinefrin 0,01 mg/kg IV/IO tiap 3–5 menit, dan dosis berbasis BB.
Aritmia / ACLSAHA ACLS 2025: tachycardia/bradycardia algorithms, cardioversion bila unstable, atropine 1 mg q3–5 menit maks 3 mg.
Electrical StormESC 2022 VA/SCD, EHRA/HRS 2024 consensus, JACC 2023 review, AHA ACLS: recurrent VT/VF management = defib/cardioversion bila unstable, koreksi trigger, amiodarone, beta-blockade, sedasi, ICD programming, ablation/ICU. Propranolol dipertimbangkan pada pasien stabil/ICD storm; lidocaine masuk sebagai alternatif selektif terutama amiodarone tidak tersedia/kontraindikasi, iskemia akut, atau VF/pVT shock-refractory.
Aritmia Malignant Tidak BiasaSumber utama: AHA CPR/ECC 2025 Part 9–10; ESC 2022 VA/SCD; EHRA/HRS/APHRS/LAHRS 2024 electrical storm consensus; FDA Digoxin label 2025; DigiFab PI; AHA TdP prevention statement. Inti: unstable/shockable rhythm tetap ACLS; digoxin toxicity berat butuh Fab, lidocaine/phenytoin hanya bridging; Brugada/idiopathic VF storm → isoproterenol ± quinidine; ILFVT stabil → verapamil hati-hati; LQTS/TdP → MgSO₄ dan koreksi K; CPVT → kurangi adrenergic trigger dan beta-blockade, hindari catecholamine bila masih ada nadi.
Kejang Dewasa / Seizure First AidCDC/NHS/Epilepsy Society: posisikan pasien ke samping/recovery position bila aman; kiri atau kanan boleh, prioritaskan kiri bila hamil/kemungkinan kompresi vena cava, jangan restrain, jangan memasukkan benda ke mulut, catat durasi, dan cari bantuan bila kejang ≥5 menit/berulang/cedera/airway tidak aman.
AF / SVTACC/AHA/HRS AF guideline dan ESC SVT guideline: rate control hanya bila stabil dan tidak ada kontraindikasi; adenosine untuk regular narrow-complex SVT.
PPH / Retensio PlasentaWHO consolidated PPH guidance + FIGO PPH recommendations: uterotonic, TXA dini, evaluasi 4T, manual removal dengan antibiotik profilaksis bila indikasi.
Obat Anak / AntibiotikUCSF pediatric antimicrobial dosing dan referensi pediatrik lain; tetap cek formularium RS, indikasi, alergi, usia, BB, fungsi ginjal/hati.
TBBJ / Usia KehamilanNaegele untuk TTP; Johnson-Toshach hanya skrining cepat berbasis TFU, keputusan obstetri penting tetap perlu USG/penilaian klinis.
Obat pada KehamilanRCOG/UKTIS/BUMPS/MotherToBaby: paracetamol pilihan pertama untuk demam/nyeri bila perlu; obat batuk-pilek gunakan konservatif, hindari kombinasi tidak jelas dan NSAID terutama setelah 20 minggu.
Trauma / ATLSATLS/Primary Trauma Care: primary survey ABCDE, kontrol perdarahan, C-spine, resusitasi paralel, secondary survey setelah stabil.
Structural vs MetabolicPendekatan emergency: cari penyebab struktural yang perlu tindakan cepat dan penyebab metabolik/sistemik yang reversible; minimum action ABCDE, GDS, EKG, oksigen, akses IV.
AGD / Acid-Base InterpreterPendekatan sistematis: pH → gangguan primer → kompensasi → anion gap/albumin correction/delta ratio → oksigenasi → penyebab klinis. Rumus Winter dan delta ratio dipakai untuk mendeteksi gangguan campuran, bukan sebagai diagnosis final.
Bolus IV PelanGunakan monografi/protokol RS. Obat high-risk diberikan bertahap dengan monitoring; adenosine adalah pengecualian karena rapid IV push.

Aturan Update Konten

• Setiap modul high-risk harus punya sumber, tahun guideline, dan tanggal review.
• Setiap perubahan dosis/algoritma harus masuk Changelog Klinis.
• Jika sumber berbeda antar guideline, tampilkan opsi konservatif dan tulis konteksnya.
• Jangan tambah obat/protokol tanpa dosis maksimum, interval, kontraindikasi penting, dan warning.

Versi Aplikasi

Riwayat revisi detail disembunyikan agar aplikasi tetap bersih untuk penggunaan klinis harian.
StatusVersi stabil — v2.2.4 Emergency Core
FokusIntegrasi modul GELS Emergency Core, PHTLS Prahospital Trauma, Lifting & Moving Trauma, ECG–ACLS Rhythm Gate, pembaruan Reference Hub, dan tetap mempertahankan tema premium navy/army.

🛡️ High-Risk Drug Double Check

Gunakan sebelum obat berisiko tinggi. Checklist ini tidak menghitung dosis, tapi mencegah error: salah BB, salah satuan, salah pengenceran, salah jalur, dan monitoring tidak siap.

Output

Centang checklist obat high-risk.

⏱️ Reassessment Timer

Masalah IGD sering muncul karena tidak reassess. Timer ini membantu mengingatkan cek ulang setelah tindakan high-risk.

Status Timer

Belum berjalan.

🔁 Handover Mode

Format operan jaga agar masalah aktif, terapi berjalan, dan red flags tidak hilang saat pergantian shift.

Output

Isi data lalu klik Buat Handover.

📝 Medicolegal Documentation

Tujuan: melindungi pasien dan dokter dengan dokumentasi risiko, keterbatasan, penolakan, dan komunikasi. Ini bukan pengganti rekam medis resmi.

Output

Isi data lalu klik Buat Catatan.

🚨 Mode Anak Gawat

Red Flag First: anak tampak toksik, letargi, sianosis, retraksi berat, kejang, CRT memanjang, hipoglikemia, atau petechiae/purpura harus diperlakukan sebagai gawat sampai terbukti tidak.

Output

Centang danger signs.

👤 Akun Raftel — Cepat

Alur dibuat simpel: cukup email + password untuk daftar/login. Data profil lain bisa diisi nanti dan bersifat opsional.
1
Daftar / Login
Masukkan email dan password minimal 6 karakter.
2
Pilih paket
Pilih 1, 3, 6 bulan, atau 1 tahun.
3
Bayar
Klik Bayar via Midtrans lalu refresh status.
Memuat status akun server...

🔑 Ganti / Reset Password

Ganti password hanya bisa dilakukan saat user sudah login. Untuk user lupa password, kirim link reset ke email akun.
Jika memakai reset password email, pastikan Supabase Auth redirect URL sudah mengarah ke domain Raftel, bukan localhost.
Profil Pengguna Opsional
Profil ini membantu admin saat aktivasi/support, tapi tidak wajib untuk checkout awal. Email utama tetap diambil dari akun login.

Status Langganan

Memuat status server...
Akses Pro hanya berdasarkan status subscription dari server Supabase. Kode lokal/lifetime tidak dipakai.

📱 Device & Keamanan Akun

Batas akun: 1 akun maksimal 2 perangkat aktif. Jika perangkat dicabut admin atau limit tercapai, akses Pro akan dikunci saat online refresh.
Device belum divalidasi.
Device ID disimpan di perangkat ini untuk mencegah sharing akun massal. Jangan bagikan email/password ke orang lain.

🔄 Versi & Changelog Aplikasi

Memuat versi...
Gunakan Update jika user PWA masih melihat versi lama setelah admin upload build baru.

📄 Legal & Support

Wajib sebelum launch berbayar: user bisa membaca kebijakan privasi, terms, medical disclaimer, refund policy, dan kontak support.

🐛 Bug Report Cepat

Untuk user lapangan: kirim laporan yang sudah otomatis memuat versi aplikasi, email akun, dan device ID.

🛠️ Admin Device Center & Activation

Khusus admin. Gunakan panel ini untuk aktivasi manual user jika pembayaran manual/payment gateway bermasalah. Akses admin divalidasi dari Supabase role = admin dan dijalankan server-side lewat Vercel API.
Block user: gunakan jika akun disalahgunakan. Server akan mengubah profil menjadi blocked, membatalkan subscription, dan revoke device aktif. Untuk akun dicuri: set password sementara lalu minta user asli ganti password sendiri setelah login. User yang masih offline tetap baru terkunci setelah online/refresh.
Kode lokal/lifetime sudah dinonaktifkan. Semua akses Pro harus berasal dari subscription server Supabase.

💳 Pilih Paket Raftel Pro

Alur cepat: login/daftar → pilih paket → bayar via Midtrans. Profil detail bisa diisi belakangan.
Belum login?
Masukkan email dan password di bawah agar pembayaran langsung terhubung ke akun.
1 Bulan
Rp85.000
Fleksibel untuk mulai memakai Raftel Pro.
3 Bulan
Rp235.000
Hemat Rp20.000 dibanding bulanan.
6 Bulan
Rp450.000
Hemat Rp60.000 dibanding bulanan.
Best Value
1 Tahun
Rp850.000
Hemat Rp170.000 dibanding bulanan.

Pembayaran

💡
Belum ada paket dipilih
Pilih paket di atas. Card dan tombol akan berubah tampilan saat paket aktif dipilih.
Catatan: proses membuka halaman Midtrans bisa memerlukan beberapa detik. Jangan klik tombol bayar berulang kali.
Pilih paket untuk membuat ringkasan order dan instruksi pembayaran.

Termasuk dalam Pro

Syringe pump dan TPM berbasis dosis
Mode fasilitas terbatas
Order set emergency
Kardiologi, EKG, STEMI/OMI, WCT
Neurologi dewasa dan status epileptikus
Pediatri, obgyn, kegawatdaruratan
Template SBAR/DPJP dan copy SOAP
Offline access maksimal 7 hari sejak validasi terakhir
Disclaimer: Raftel Pro adalah clinical decision-support untuk tenaga medis, bukan pengganti clinical judgment, guideline lokal, atau advis DPJP/konsulen.

💳 Status Pembayaran

Tujuan halaman ini: membantu user mengecek status order/pembayaran dan memberi jalur fallback jika sudah bayar tapi Pro belum aktif.

Ringkasan Status

Klik Refresh Status Pembayaran untuk memuat data.

Sudah Bayar Tapi Belum Aktif?

Jangan panik. Tunggu 1–5 menit, klik Refresh Status Pembayaran/Refresh Status Server. Jika tetap belum aktif, kirim bukti pembayaran ke admin.
Pesan WA otomatis akan mencantumkan email akun, paket terakhir dipilih, nominal, referensi, dan status server terakhir. Lampirkan screenshot/bukti pembayaran saat menghubungi admin.

SOP Singkat Payment Error

1
Refresh dulu
Klik Refresh Status Pembayaran dan Refresh Status Server.
2
Tunggu 1–5 menit
Webhook/payment confirmation kadang tidak instan.
3
Kirim bukti
Jika masih belum aktif, kirim pesan bantuan WA + bukti pembayaran.
4
Admin manual fallback
Admin mengecek pembayaran dan mengaktifkan paket dari server bila valid.
🔒
Fitur ini termasuk Raftel Pro
Akses fitur ini membutuhkan langganan aktif.
Kalkulator klinis lengkap
Syringe pump dan TPM berbasis dosis
Order set emergency dan mode fasilitas terbatas
Modul EKG, kardiologi, neurologi, pediatri, obgyn

📄 Legal & Medical Notice

Raftel of Medicine bukan alat diagnosis mandiri dan bukan pengganti keputusan klinis dokter.
Halaman ini merangkum ketentuan utama. Untuk detail, buka Privacy Policy, Terms of Use, Medical Disclaimer, Refund Policy, Contact Support, dan FAQ Payment.

🔐 Privacy Policy

Produk: Raftel of Medicine
Pengelola: dr. Ricky Nelson Daniel Cosme Ratu
Website: https://raftelmedicine.com
Email: admin@raftelmedicine.com

Data yang Diproses

Raftel dapat memproses data akun seperti nama, email, nomor WhatsApp, profesi, institusi/RS, status langganan, riwayat pembayaran, dan catatan admin terkait aktivasi. Data tersebut dipakai untuk login, validasi akses Pro, layanan pelanggan, dan pengelolaan subscription.
Data pasien: Raftel tidak dimaksudkan untuk menyimpan identitas pasien. Hindari memasukkan nama lengkap pasien, NIK, alamat, nomor rekam medis, atau data sensitif pasien ke template/copy SOAP kecuali sesuai kebijakan fasilitas dan tanggung jawab pengguna.

Penggunaan Data

1
Akun & subscription
Memverifikasi login, status Pro, tanggal aktif, dan akses offline terbatas.
2
Pembayaran
Mencatat paket, nominal, invoice/payment reference, status pembayaran, serta fallback jika pembayaran bermasalah.
3
Support
Menjawab keluhan, bug report, koreksi klinis, dan permintaan bantuan aktivasi.

Keamanan & Penyimpanan

Akun dan status subscription dikelola melalui Supabase. Hosting aplikasi dikelola melalui Vercel. Pembayaran akan diproses melalui payment gateway yang dipilih. Pengguna bertanggung jawab menjaga kredensial login dan tidak membagikan akun.
Catatan: jangan memasukkan data pasien yang tidak perlu ke aplikasi. Raftel adalah clinical decision-support, bukan rekam medis elektronik.

📜 Terms of Use

Dengan menggunakan Raftel of Medicine, pengguna dianggap memahami bahwa aplikasi ini adalah alat bantu klinis, bukan pengganti clinical judgment.

Ketentuan Utama

1
Pengguna yang dituju
Raftel ditujukan untuk tenaga medis/nakes dan pengguna yang memahami konteks klinis. Aplikasi bukan untuk pasien awam sebagai dasar diagnosis atau terapi mandiri.
2
Verifikasi wajib
Semua dosis, kalkulasi, interpretasi, algoritma, dan rencana harus diverifikasi dengan kondisi pasien, guideline lokal, fasilitas, dan advis DPJP/konsulen.
3
Akses akun
Akses Pro melekat pada akun pengguna dan tidak boleh dibagikan. Sistem dapat membatasi perangkat/session jika diperlukan.
4
Perubahan konten
Raftel dapat memperbarui fitur, harga, algoritma, atau kebijakan sesuai koreksi klinis, guideline baru, dan kebutuhan operasional.

Larangan Penggunaan

Dilarang menyalahgunakan aplikasi untuk klaim diagnosis otomatis, menyebarkan akses akun, menyalin/menjual ulang konten tanpa izin, atau menggunakan output aplikasi tanpa verifikasi klinis.

⚕️ Medical Disclaimer

Raftel of Medicine bukan alat diagnosis mandiri, bukan medical device yang menggantikan dokter, dan bukan pengganti guideline lokal/DPJP/konsulen.

Batasan Klinis

Aplikasi berisi kalkulator, algoritma, template, dan clinical reasoning assistant untuk membantu struktur berpikir. Kondisi pasien real-time, komorbid, alergi, kehamilan, fungsi ginjal/hati, ketersediaan obat/alat, dan kebijakan fasilitas dapat mengubah keputusan klinis.
Obat high-risk: norepinefrin, epinefrin, insulin, heparin, KCl, MgSO₄, fenitoin, fenobarbital, amiodarone, lidocaine, oksitosin, TXA, dan obat high-risk lain wajib diverifikasi ulang sebelum diberikan.

Red Flag

!
Jangan sibuk hitung saat resusitasi
Airway tidak aman, syok, kejang ongoing, PPH aktif, nyeri dada ongoing, hipoksemia berat, atau impending arrest harus ditangani prioritas ABCDE.

💸 Refund Policy

Kebijakan awal Raftel: refund dipertimbangkan bila pembayaran berhasil tetapi akses Pro gagal aktif dan tidak dapat diperbaiki dalam 1×24 jam setelah user melapor dengan bukti pembayaran.

Ketentuan Refund

1
Dapat dipertimbangkan
Pembayaran valid, akses Pro tidak aktif, user sudah menghubungi admin, dan masalah tidak dapat diselesaikan dalam 1×24 jam.
2
Umumnya tidak refund
Akun sudah aktif dan digunakan, user salah memilih paket namun akses sudah aktif, atau user tidak membaca ketentuan penggunaan.
3
Cara mengajukan
Hubungi admin melalui WhatsApp/email dengan email akun, paket, nominal, invoice/reference, dan bukti pembayaran.
Keputusan refund dapat mempertimbangkan status aktivasi, payment log, riwayat penggunaan, dan bukti transaksi.

📞 Contact Support

Gunakan kanal ini untuk bantuan akun, pembayaran, bug aplikasi, atau koreksi klinis.

Kontak Resmi

Websiteraftelmedicine.com
Email utamaadmin@raftelmedicine.com
WhatsApp082239324976
Instagram@wb.dragonoid
Pengeloladr. Ricky Nelson Daniel Cosme Ratu

Format Laporan Bug/Koreksi

Nama fitur: Masalah: Contoh input jika ada: Yang seharusnya: Tingkat risiko: rendah/sedang/tinggi Screenshot bila ada:

❓ FAQ Pembayaran & Akses Pro

Halaman ini membantu user memahami alur aktivasi dan mengurangi komplain WhatsApp yang berulang.

Pertanyaan Umum

1
Saya sudah bayar tapi Pro belum aktif
Klik Refresh Status Server dan Refresh Status Pembayaran. Tunggu 1–5 menit. Jika tetap belum aktif, buka Status Pembayaran lalu hubungi admin via WA dengan bukti pembayaran.
2
Saya salah login email
Akses Pro melekat ke email akun. Pastikan login dengan email yang sama saat checkout/pembayaran. Hubungi admin jika salah akun.
3
Apakah bisa offline?
Akses Pro dapat dipakai offline terbatas setelah validasi server. Aplikasi perlu online berkala untuk refresh status subscription.
4
Apakah akun boleh dibagikan?
Tidak. Akun bersifat pribadi dan dapat dibatasi perangkat/session jika ada indikasi penyalahgunaan.
5
Bagaimana refund?
Refund dipertimbangkan bila pembayaran berhasil namun akses Pro gagal aktif dan tidak bisa diperbaiki dalam 1×24 jam setelah laporan lengkap.

🎯 Onboarding 60 Detik

Tujuan: membantu user baru memakai Raftel tanpa tersesat. Mulai dari masalah pasien, bukan dari daftar fitur.

Alur Pakai Cepat

1
Pasien gawat?
Masuk IGD Hub atau IGD Quick Mode. Jangan mulai dari kalkulator kalau ABC belum aman.
2
Butuh hitung?
Masuk Kalkulator Hub: dosis, cairan, syringe pump, TPM, skor, AGD.
3
Diagnosis kerja mulai jelas?
Masuk Protocol Hub: pediatri, obgyn, emergency, neuro, kardiologi, toksikologi.
4
Ragu sumber/risiko?
Masuk Safety & Evidence: Reference Hub, High-Risk Drug Check, Changelog, Medicolegal.
5
Temukan bug?
Kirim feedback dengan kategori risiko. Dosis/kalkulasi/guideline = risiko tinggi dan akan diprioritaskan.

Clinical Safety

Raftel bukan autopilot klinis. Hasil aplikasi harus diverifikasi dengan kondisi pasien, guideline lokal, fasilitas, dan DPJP/konsulen.

⭐ Fitur Saya

Pin fitur yang sering dipakai supaya tidak perlu mencari di banyak menu. Recent Used otomatis terisi dari fitur yang terakhir dibuka.

Tambah Pin

Fitur Dipin

Pin disimpan lokal di perangkat/browser. Jika clear cache, pin bisa hilang.

Terakhir Digunakan

🔎 Mode Ringkas / Detail

Mode Ringkas untuk jaga cepat. Mode Detail untuk belajar, review guideline, atau diskusi kasus.
Mode RingkasTampilkan inti: red flags, diagnosis kerja, tindakan awal, dosis utama.
Mode DetailTampilkan reasoning, sumber, catatan, dan penjelasan lengkap.

Catatan

Mode ini mulai diterapkan bertahap. Modul baru akan diberi blok detail-only agar bisa disembunyikan pada mode ringkas. Modul lama tetap dipertahankan supaya tidak merusak konten klinis.

🏛️ Clinical Governance Raftel

Tujuan: mencegah Raftel menjadi aplikasi besar tapi rapuh. Setiap perubahan klinis harus punya sumber, alasan, dan catatan risiko.

Evidence Level

Guideline-basedConsensus-basedLocal protocol dependentConsult senior/DPJP
Guideline-based: mengikuti guideline besar/algoritma resmi.
Consensus-based: berdasarkan konsensus pakar atau review kuat.
Local protocol dependent: perlu menyesuaikan formularium dan pola lokal.
Consult senior/DPJP: high-risk atau evidence berbeda antar guideline.

Aturan Update Konten

• Modul high-risk wajib mencantumkan sumber dan tanggal review.
• Perubahan dosis/algoritma wajib masuk Changelog.
• Feedback risiko tinggi: dosis, kalkulasi, guideline, dan obat high-risk harus diprioritaskan.
• Jangan menambah obat tanpa dosis, interval, maksimum, kontraindikasi penting, dan catatan renal/pregnancy bila relevan.

Review Priority

Paling sering diauditObat Anak · TPM · Syringe Pump · AGD · Sepsis · PPH · Aritmia · Antibiotik
Interval reviewSetiap 6–12 bulan atau saat guideline berubah
Status saat iniRelease v1.0 controlled clinical support tool; tetap perlu monitoring bug dan review berkala

🧴 Library Pengenceran & Audit Sediaan Obat

High-risk medication safety: ini adalah audit sediaan/konsentrasi, bukan izin otomatis pemberian obat. Wajib verifikasi label lokal, formularium RS, expiry, jalur, kompatibilitas, dan instruksi DPJP/farmasi sebelum obat diberikan.
Format aman Raftel: nama obat → sediaan/konsentrasi → volume ampul/vial → cara rekonstitusi/pengenceran → volume yang diambil → warning.

🚨 Koreksi Kritis v1.0.16

Ca glukonas 10%Sediaan umum: 10 mL/ampul ≈ 940–950 mg calcium gluconate. Mode AHA/ACLS cautious: 10 mL IV pelan dulu, reassess EKG, repeat 10 mL tiap 5–10 menit bila menetap sampai total 30 mL sesuai SOP. 30 mL single-dose adalah pendekatan UKKA/MHRA, bukan default AHA.
Paracetamol dropsSediaan yang dipakai aplikasi: 60 mg/0,6 mL = 100 mg/mL. Volume drops = dosis mg ÷ 100. Cek pipet asli produk.
Epinefrin1:1.000 = 1 mg/mL. 1:10.000 = 0,1 mg/mL. Kesalahan konsentrasi epinefrin adalah error fatal; label harus dibaca sebelum IV/IO/IM.

❤️ Resusitasi / Aritmia / Kardiovaskular

Epinefrin 1:1.0001 mg/mL, umum 1 mg/1 mL ampul. IM anafilaksis; untuk IV/IO arrest perlu sediaan 0,1 mg/mL atau pengenceran benar.
Epinefrin 1:10.0000,1 mg/mL, biasanya 1 mg/10 mL. Dosis arrest dewasa 1 mg IV/IO = 10 mL sediaan ini.
AdenosineUmum 3 mg/mL; vial 6 mg/2 mL. Berikan rapid IV push + flush cepat; siapkan monitor/defib.
Amiodarone IVUmum 150 mg/3 mL = 50 mg/mL. Untuk infus gunakan D5W; hindari mencampur sembarang dengan NaCl karena risiko presipitasi sesuai produk/SOP.
Lidocaine IVSering 2% = 20 mg/mL atau 100 mg/5 mL. Wajib cek label karena ada sediaan anestesi lokal dengan adrenalin yang tidak untuk IV antiaritmia.
AtropinUmum 0,5 mg/mL atau 0,6 mg/mL tergantung produk. Untuk bradikardia dewasa dosis klinis biasanya 1 mg IV; cek sediaan sebelum hitung volume.
NorepinefrinUmum 1 mg/mL; ampul bisa 4 mg/4 mL, 8 mg/8 mL, 10 mg/10 mL. Default Raftel: 4 mg ad 50 mL = 80 mcg/mL. Jangan tertukar base vs tartrate.
Epinefrin dripDefault Raftel: 5 mg ad 50 mL = 100 mcg/mL. Pakai pump dan monitor ketat.
DopaminUmum 200 mg/5 mL atau 200 mg/10 mL tergantung produk. Default Raftel: 200 mg ad 50 mL = 4000 mcg/mL.
DobutaminUmum 250 mg/20 mL atau 250 mg vial. Default Raftel: 250 mg ad 50 mL = 5000 mcg/mL.
Nitroglycerin / ISDN dripBanyak variasi: 10 mg/10 mL, 25 mg/5 mL, 50 mg/10 mL. Default Raftel: 50 mg ad 50 mL = 1000 mcg/mL; wajib cek label.
NicardipineUmum 10 mg/10 mL atau 25 mg/10 mL tergantung produk. Default Raftel: 10 mg ad 50 mL = 0,2 mg/mL; jangan pakai jika sediaan berbeda tanpa hitung ulang.

🧂 Elektrolit / Glukosa / Insulin

Ca glukonas 10%10 mL/ampul. Hiperkalemia dewasa: default aplikasi 10 mL IV pelan dulu → reassess EKG → ulang 10 mL tiap 5–10 menit bila menetap sampai total 30 mL sesuai SOP. 30 mL single-dose = UKKA/MHRA, bukan default AHA.
Ca chloride 10%Umum 10 mL/vial/ampul. Lebih iritan; idealnya central line/monitor ketat. Jangan tertukar dengan Ca glukonas.
MgSO₄20% = 200 mg/mL; 40% = 400 mg/mL; 50% = 500 mg/mL. Eklampsia/status asmatikus/TdP memakai dosis berbeda. Monitor RR, refleks, urine output.
KClHigh-alert. Banyak sediaan 7,46% atau 10% tergantung RS. Tidak boleh IV push. Wajib pengenceran, pump, dan monitoring EKG/elektrolit sesuai SOP.
NaHCO₃Umum 8,4% = 1 mEq/mL; 50 mL = 50 mEq. Jangan satu jalur/campur dengan calcium tanpa flush karena risiko presipitasi.
Dextrose 40%40 g/100 mL = 0,4 g/mL. Untuk 25 g perlu 62,5 mL. Jika ampul 25 mL, perlu ambil 2,5 ampul; jangan otomatis berikan seluruh ampul tambahan.
Dextrose 10%10 g/100 mL = 0,1 g/mL. Untuk anak/hipoglikemia, volume dihitung dari gram glukosa target dan BB.
Insulin regularUmum 100 unit/mL vial. Default drip Raftel: 50 unit ad 50 mL = 1 unit/mL. Jangan tertukar antara drip DKA, bolus hiperkalemia, dan insulin SC.

🧠 Antikejang / Sedasi / Analgesia

Diazepam IVUmum 5 mg/mL, ampul 10 mg/2 mL. Beri IV pelan; awasi napas dan hipotensi.
Diazepam rektalUmum tube 5 mg atau 10 mg. Jangan hitung seperti ampul IV; gunakan sesuai BB/umur dan produk.
MidazolamBanyak variasi: 1 mg/mL, 5 mg/mL, 15 mg/3 mL, 50 mg/10 mL. Wajib cek label sebelum IV/IN/IM/drip.
FenitoinUmum 50 mg/mL. Hanya encer dengan NaCl 0,9%; jangan D5W. Monitor tekanan darah, EKG, dan laju infus.
FenobarbitalSering 200 mg/2 mL = 100 mg/mL atau produk lain. Risiko depresi napas/sedasi kumulatif, terutama setelah benzodiazepine.
Valproate IVSering 100 mg/mL. Hindari/waspada penyakit hati berat, gangguan metabolik/mitokondria, trombositopenia.
KetamineVariasi 10, 50, atau 100 mg/mL. Kesalahan konsentrasi sangat mungkin; label harus dibaca sebelum RSI/sedasi/prosedur.
FentanylUmum 50 mcg/mL. Dosis mcg, bukan mg. Risiko depresi napas dan chest wall rigidity bila bolus cepat/dosis tinggi.
MorphineVariasi 10 mg/mL, 15 mg/mL, 20 mg/mL. Titrasi pelan; hati-hati hipotensi/depresi napas/gagal ginjal.

🫁 Respirasi / Anafilaksis

Salbutamol nebuleBanyak produk 2,5 mg/2,5 mL = 1 mg/mL atau 5 mg/2,5 mL = 2 mg/mL. Jangan menulis “1 ampul” tanpa mg.
Ipratropium nebuleUmum 250 mcg/2 mL atau 500 mcg/2 mL. Sesuaikan usia/berat dan protokol asma.
Epinefrin IM anafilaksisGunakan 1 mg/mL (1:1.000). Dosis 0,01 mg/kg IM paha lateral; dewasa umum 0,5 mg = 0,5 mL.
DifenhidraminUmum 10 mg/mL atau 50 mg/mL tergantung produk. Cek label agar volume tidak salah 5×.
DeksametasonVariasi 4 mg/mL atau 5 mg/mL. Aplikasi menampilkan default 5 mg/mL pada beberapa kalkulasi; verifikasi stok lokal.
MetilprednisolonVial 125 mg, 500 mg, 1 g; volume rekonstitusi berbeda. Jangan salin konsentrasi bila merek berbeda.

🧒 Obat Anak Oral / Antipiretik / Antibiotik

Paracetamol dropsDefault audit: 60 mg/0,6 mL = 100 mg/mL. Volume = dosis mg ÷ 100. Tetap baca label karena produk bisa berbeda.
Paracetamol sirupUmum 120 mg/5 mL atau 160 mg/5 mL. Jangan tertukar dengan drops 100 mg/mL.
Ibuprofen sirupUmum 100 mg/5 mL. Hindari pada dehidrasi berat, DHF, gangguan ginjal, ulkus/perdarahan GI.
Ondansetron injeksiUmum 2 mg/mL. Tablet/ODT/sirup berbeda; monitor QT bila risiko.
Amoxicillin sirupUmum 125 mg/5 mL atau 250 mg/5 mL. Aplikasi menampilkan forte/biasa; wajib pilih sesuai botol.
Amoxicillin-clavulanateBanyak rasio: 125/31,25; 250/62,5; 400/57; 600/42,9 per 5 mL. Dosis dihitung dari komponen amoxicillin dan batas clavulanate.
CeftriaxoneVial umum 1 g. Rekonstitusi berbeda untuk IV/IM. IM dengan lidokain tidak untuk IV dan tidak untuk meningitis.
CefotaximeVial umum 1 g. Rekonstitusi dan volume akhir bervariasi; hitung mg/kg dulu, baru mL.
GentamicinUmum 40 mg/mL atau 80 mg/2 mL. Monitor ginjal dan pendengaran; cek interval sesuai usia/fungsi ginjal.
Cotrimoxazole sirupUmum TMP 40 mg + SMX 200 mg per 5 mL. Hitung dosis dari TMP, bukan total kombinasi.

🩸 Obgyn / Perdarahan / Antikoagulan

TXAUmum 500 mg/5 mL = 100 mg/mL atau 1 g/10 mL. Diberikan IV pelan sesuai indikasi; jangan bolus cepat tanpa monitoring.
OksitosinUmum 10 IU/mL atau 5 IU/mL tergantung produk. Dosis dan pengenceran mengikuti PPH/induksi/SOP; monitor uterus, cairan, tekanan darah.
MethylergometrineUmum 0,2 mg/mL. Hindari pada hipertensi/preeklampsia berat sesuai SOP.
Heparin UFHSering 5.000 IU/mL atau 25.000 IU/5 mL. Default Raftel: 25.000 unit ad 50 mL = 500 unit/mL.

☠️ Antidot / Toksikologi

Atropin toksikologiSediaan atropin bervariasi; pada organofosfat kebutuhan total bisa besar. Titrasi ke sekret/ventilasi, bukan pupil.
NaloksonUmum 0,4 mg/mL atau 0,4 mg/1 mL; beberapa produk 1 mg/mL. Titrasi untuk napas, bukan sekadar sadar penuh.
HydroxocobalaminUmum kit 5 g. Untuk kecurigaan sianida berat, jangan menunggu kadar sianida.
Digoxin immune FabProduk/vial sangat spesifik. Jangan estimasi vial tanpa mengetahui kadar digoxin/berat/amount ingested dan ketersediaan produk lokal.
Rule akhir: bila sediaan lokal berbeda dari default di atas, hitung ulang dari nol. Jangan memaksa angka aplikasi pada ampul/vial yang berbeda.

💬 Beri Feedback / Saran

Aplikasi ini terus diperbarui sesuai masukan pengguna. Silakan kirim feedback langsung via WhatsApp atau email — admin (dr. Ricky) akan baca semua masukan.

📋 Kategori Feedback

🐛 Bug / ErrorHitungan salah, tombol tidak jalan, tampilan rusak
💡 Saran fiturKalkulator/protokol baru yang dibutuhkan di IGD
📚 Koreksi konten klinisDosis salah, guideline outdated, referensi update
🎨 Saran UI/UXLayout, warna, navigasi sulit dipahami
⭐ Apresiasi / TestimoniCerita pengalaman pakai di IGD

📞 Kirim Feedback

Privasi: Feedback dikirim langsung dari aplikasi WhatsApp/Email Anda. Tidak ada data yang disimpan di server. Aplikasi tetap offline.

🔄 Cara Update Aplikasi

Aplikasi sekarang punya tombol update manual. Jika PWA masih menampilkan versi lama, buka Akun Saya → Versi & Update Aplikasi → Update Aplikasi.
1
Cek Update
Meminta service worker mencari build terbaru.
2
Update
Membersihkan cache Raftel dan reload aplikasi dengan versi terbaru.
© dr. Ricky Nelson D. Cosme Ratu · Raftel of Medicine
📱 Pasang aplikasi di HP?
×